Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Obrolan di Gazebo bambu



Sean Arthur, Alex dan Doni tiba di ruang makan dan sepertinya biasa Sean Arthur duduk di kursi yang biasa diduduki dengan meja yang panjang.


Roni pun tiba tidak lama kemudian disusul oleh Gunawan yang langsung duduk bertepatan dengan para pelayan wanita yang menyajikan makanan aneka jenis untuk mereka berlima.


"Doni apakah para pengawal ku sudah makan malam, kenapa mereka tidak ada disini" ucap Sean Arthur sambil melihat para pelayan wanitanya menyajikan malam malam mereka di atas meja panjang itu.


"Bos, setengah jam yang lalu mereka sudah menyelesaikan makam malam mereka, sengaja saya ijinkan mereka untuk mendahului Bos" ucap Doni dengan sangat sopan.


"Oke ayo semuanya, kita habiskan" ucap Sean Arthur sambil mengambil makanan yang dia inginkan demikian juga mereka ikut mengambilnya setelah Sean Arthur selesai.


Seperti biasa, saat di ruang makan tidak ada seorang pun yang bersuara dan menikmati makanan mereka sampai semua yang dihidangkan masuk ke perut mereka semua.


Kini terlihat jika yang dihidangkan adalah nanas dan terlihat jika para pelayan juga menaruh garam di atas meja itu.


Sean Arthur langsung memberikan garam untuk nanas yang ada di piring nya dan dia makan dengan lahap demikian juga Alex yang mulai ketagihan dan yang lainnya pun mengikutinya.


Sudah satu jam mereka di ruang makan dan Sean Arthur pun mengajak mereka untuk berkumpul di taman belakang untuk sekalian menunggu rombongan anak buahnya yang masih dalam perjalanan, mereka duduk di sebuah gazebo bambu dan tidak ada di sana melainkan hanya duduk duduk lesehan saja sehingga lebih relaks untuk mereka berlima.


"Bos, jika saya boleh tahu bagaimana Bos tahu lokasi penyekapan Alex dan Ardhi" ucap Gunawan dengan sangat sopan.


"Gunawan, aku dulu pernah mampir ke rumah itu jadi aku tahu mereka ada dimana dan aku ingin tahu bagaimana kau bisa menggerakkan kamera satelit dan bisa menyadap seluruh kamera ponsel di kota Bandung dan sekitarnya" ucap Sean Arthur sambil bersandar di dinding Gazebo bambu itu.


"Bos ada program punya NSA yang bernama Mata Tuhan dan ini adalah program penyadapan global dengan mengandalkan photo wajah yang di konversi ke gambar lima dimensi sehingga pencarian wajah bisa di lakukan namun itu dia jika sampai lewat dari tiga puluh detik maka kita akan ketahuan karena celahnya hanya tiga puluh detik jika kita mengakses langsung melalui satelit namun jika melalui provider internet maka hanya akan bisa di gunakan lima detik saja, dan jika NSA tahu kita mengaksesnya maka kita akan menjadi buronan internasional" ucap Gunawan menjelaskan.


"Berapa kali dalam sehari kau bisa mengakses Mata Tuhan itu?" Ucap Sean Arthur kembali.


"Hanya satu kali dalam sehari Bos, karena sistem proteksi Mata tuhan itu sendiri yang akan membaca siapa pengaksesnya karena Mata Tuhan mempunyai kelemahan itu, bahkan NSA pun sama hanya bisa mengaksesnya satu kali saja namun mereka bisa berjam jam memakainya" ucap Gunawan menjelaskan.


"Oh ya sebelum aku lupa, Doni dan Roni tugasmu melakukan interogasi dan juga uji kesetiaan kepada kedua anak buah ku itu silahkan gunakan cara kalian namun ingat jika mereka terbukti tidak bersalah maka lepaskan mereka berdua dan hadapkan kepadaku" ucap Sean Arthur sambil melihat ke Doni dan Roni.


"Siap Bos, kami akan menginterogasi mereka berdua juga dan melakukan uji kesetiaan untuk kedua anak buah anda itu" ucap Doni dengan sangat sopan dan tersenyum lebar.


Alex mendengarnya dan melihat senyum lebar Doni dan Roni.


"Alex, sudah lebih dari tiga kesalahan yang mereka lakukan, dan sudah sewajarnya kita melakukan uji kesetiaan kepada mereka berdua, aturan tetap aturan agar keluarga besar kita tetap bisa ada untuk jangka waktu yang lama" ucap Sean Arthur sambil tersenyum hangat ke Alex dan juga yang lainnya.


"Alex, anda jangan khawatir kami tidak akan membunuh mereka sebelum tahu mereka di pihak siapa, tapi kami tidak ingin ada yang melukai Bos Sean" ucap Roni.


"Aku serahkan masalah ini ke kalian berdua saja jika demikian" ucap Alex dengan bersungguh sungguh.


"Bos, semoga saja mereka membawa ponsel mereka" ucap Gunawan.


"Gunawan, Kita lihat saja nanti, namun bagaimana dengan keruntuhan perusahaan Geng serigala itu?" Ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Bos, bursa saham sudah mengukuhkan kebangkrutan mereka jadi hanya tinggal perusahan perusahaan kecil saja, dan anda jangan khawatir saya akan terus bekerja agar perusahaan mereka bangkrut dalam waktu dekat" ucap Gunawan bersungguh sungguh.


"Dengan saham dan perusahaan kecil bangkrut ditambah dengan satu persatu usaha kecil mereka dihancurkan oleh anak buah Doni dan Roni maka aku yakin mereka akan menangis di penjara itu" ucap Sean Arthur sambil tersenyum hangat kesemuanya.


"Bos kenapa asetnya tidak di ambil alih saja" ucap Alex.


"Semuanya akan menjadi milik kita pada waktunya, aku percaya dengan kinerja anak buah Doni dan Roni" ucap Sean Arthur sambil menyalakan sebatang rokoknya lagi.


"Bos, apakah saya perlu menarik anak buah saya yang di kediaman anda" ucap Gunawan dengan sangat sopan.


"Jangan, biarkan saja mereka di sana, namun tugaskan mereka untuk memantau perusahan perusahaan ku saja mulai sekarang jadi akan selalu terpantau kinerja dari para karyawan" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Baik Bos, nanti saya akan sampaikan kepada mereka untuk mengawasi semua yang terjadi di perusahaan perusahaan anda, sedikit info saham perusahaan perusahaan anda kan selama ini saya bekukan sudah mendapatkan banyak ketertarikan dari perusahaan perusahaan luar negeri karena saya membekukannya saat sedang di posisi tertinggi waktu itu" ucap Gunawan.


"Gunawan, sebenarnya aku tidak terlalu peduli dengan angka saham, namun aku lebih peduli dengan orang orang yang bekerja untukku, kehidupan semua orang yang bekerja kepadaku lebih berharga dari pada nilai saham, selama perusahaan perusahaan ku bisa mendapatkan keuntungan untuk membayar gaji dan pengeluaran mereka maka aku sudah senang, contohnya di Villa naga ku ini, semua orang disini hidup dari perkebunan, pertanian dan peternakan, semua mengolah tanah tanah ku dan aku tidak pernah menarik bayaran se sen pun bahkan mereka berdua ini mengolah semuanya agar Villa Naga tetap berjalan" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil melirik Doni dan Roni.


"Gunawan, yang ingin Bos sampaikan adalah kebersamaan dan kehidupan keluarga besar kita adalah hal yang paling utama, jadi bos ingin agar anda bisa mengolah semua perusahaan Bos saat ini menjadi aset yang memakmurkan para bawahannya" ucap Roni.


"Itu benar, dengan kemampuan mu di bidang cyber maka tidak mustahil bukan, bos bisa memperbesar jaringan bisnisnya dan tentunya hal ini juga menguntungkan kita semua" ucap Doni sambil tersenyum hangat ke mereka semua.