
Lima menit berlalu dan kini terlihat Sepuluh orang wanita muda yang merupakan pelayan restoran itu datang membawa banyak sekali makanan dan langsung di hidangkan di atas meja yang di isi oleh sean Arthur dan yang lainnya.
"Bos maaf apakah ada yang kurang" ucap manager restoran yang kembali menemui Sean Arthur.
"Siapkan lagi untuk lima puluh orang, karena lima puluh orang ku akan ikut makan di sini dan nanti mereka juga yang akan menghadapi preman preman jalanan itu" ucap Sean Arthur.
"Siap Bos" ucap manager restoran sambil kemudian melangkah kembali menuju anak tangga.
"Kita tunggu yang lainnya dulu saja ya biar lebih enak jika makannya bersama sama" ucap Sean Arthur.
"Siap Bos" ucap mereka semua kompak, meskipun terlihat jika mereka sangat bernafsu untuk segera memakan hidangan hidangan lezat itu.
Tidak sampai lima menit lima puluh orang berpakaian serba hitam memasuki ruangan itu dan langsung berdiri dengan rapi
"Malam Bos besar" ucap mereka kompak sambil membungkukkan badannya menghormati Sean Arthur dan juga Doni serta Roni.
"Kalian duduklah kita makan bersama disini" ucap Sean Arthur dengan ramah.
Mereka semua langsung duduk dengan rapi dan membuat ruangan di lantai tiga itu menjadi lebih hangat, tidak ada seorang pun yang bersuara keras disana semuanya hanya duduk menunggu makanan mereka sambil bersantai saja.
Beberapa menit kemudian terlihat jika manager restoran dan beberapa pelayan datang membawakan makanan dan minuman yang langsung disajikan di atas meja mereka itu.
"Bos semuanya sudah saya sajikan" ucap manager restoran yang berdiri di samping Sean Arthur.
"Iya terima kasih, kau kembalilah dulu dan kabari jika mereka datang kesini, tapi jangan sampai mereka masuk kedalam jika bisa, jika terlanjur masuk ya biarkan saja" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Baik Bos" ucap Manager restoran sambil tersenyum hangat dan kemudian melangkah meninggalkan ruangan VVIP tersebut.
"Baiklah semuanya ayo kita habiskan makanan makanan ini" ucap Sean Arthur sambil mulai mengambil bebek Peking dan langsung menyantapnya.
Mereka semua juga mulai menyantap makanan yang ada di meja mereka dengan lahap karena memang sejak di hidangkan mereka sudah sangat tergiur untuk mencicipi nya.
Kini semua hidangan lezat itu sudah habis pindah ke perut mereka semua, bahkan terlihat jika piring piring besar yang sebelumnya terisi banyak makanan kini sudah kosong.
"Bos sepertinya nanti di rumah saya akan minta anak anak untuk memasak bebek Peking seperti ini dan rasanya akan lebih lezat" ucap Doni yang baru berani berbicara setelah semuanya selesai dengan makan malam mereka.
"Ya aku juga yakin dengan hal itu, kau tolong ambilkan sebungkus rokok ku di mobil ku" ucap Sean Arthur ke salah seorang pengawalnya yang duduk di dekatnya namun beda meja.
"Baik Bos, sebentar saya ambilkan" ucap pengawalnya itu sambil menerima remote mobil dari Roni.
"Biasanya aku membawa dua bungkus tapi tadi aku malah membawa satu bungkus" ucap Sean Arthur sambil mengambil batang terakhir rokoknya lalu menyalakannya.
"Bos, ada berapa restoran yang anda miliki di kota Bandung ini" ucap Doni.
"Entahlah mungkin seratus mungkin lebih aku malas menghitungnya namun jika lewat pasti aku ingat kenapa apakah kau ingin membuat restoran juga?" ucap Sean Arthur sambil menghisap rokoknya dalam dalam.
"Tidak Bos, hanya saja jika tiap hari kita makan seperti ini bisa bisa saya makin gemuk" ucap Doni sambil tertawa ringan.
"Kau ini ada ada saja" ucap Sean Arthur.
"Iya terima kasih" ucap Sean Arthur sambil menerima sebungkus rokoknya itu.
"Roni perintahkan sepuluh orang anak buahmu untuk mengawasi orang itu dan jangan sampai mencolok dan jangan mengambil tindakan apapun dulu cukup awasi saja" ucap Sean Arthur.
"Baik Bos"ucap Roni sambil berdiri dan berjalan ke meja yang di isi oleh anak buahnya.
Doni terlihat mengambil ponselnya dan mengirim pesan singkat ke anak buahnya yang ada di Villa Naga dan meminta rekaman CCTV di luar restoran itu dan tidak lama kemudian dia menerima pesan singkat yang berisi link rekaman CCTV tersebut lalu memutarnya.
"Kau kemarilah sebentar" ucap Doni ke pengawal pribadinya Sean Arthur yang tadi mengambil sebungkus rokok itu.
"Iya Bos Doni ada yang bisa saya bantu" ucap pengawal tersebut.
"Apakah ini yang tadi kau lihat" ucap Doni sambil memperlihatkan rekaman video cctv di ponselnya itu dan terlihat dua orang dengan satu motor yang berhenti di seberang restoran dan mengawasi restoran itu.
"Benar Bos Doni" ucap pengawal tersebut dengan sangat sopan.
"Oke, kau duduklah lagi" ucap Doni.
"Doni ada apa?" Ucap Sean Arthur.
"Ini Bos, saya sedang melihat rekaman cctv di luar restoran" ucap Doni sambil memperlihatkan ponselnya itu.
Sean Arthur melihat rekaman cctv tersebut dan tersenyum lebar karena dia melihat jika itu adalah anak anak geng serigala yang dia kenali dari sticker serigala di motornya.
"Roni, dua puluh lima orang saja dan langsung membaur dengan masyarakat jangan mencolok, tugas kalian nanti adalah memprovokasi masyarakat agar menyerang preman preman yang akan segera datang" ucap Sean Arthur sedikit kencang agar terdengar oleh Roni.
"Siap Bos saya paham" ucap Roni sambil kemudian memberikan arahan kepada anak buahnya itu.
"Kalian sudah mendengarnya bukan, sekarang dua puluh lima orang turun tapi jangan bersamaan dan pura pura tidak saling mengenal satu sama lainnya" ucap Roni ke anak buahnya itu.
"Baik Bos" ucap mereka kompak.
"Roni Lima orang turun ke lantai satu dan isi meja yang ada di sana, dan tugasnya untuk mencari masalah dengan preman preman itu jika mereka sampai masuk" ucap Sean Arthur kembali.
"Siap Bos, ayo lima orang laksanakan tugas dari bos besar" ucap Roni lalu kembali duduk di kursinya.
"Bos Apakah anda mengetahui siapa yang akan datang ke restoran ini" ucap Roni.
"Ya aku sudah bisa menebaknya, itu hanya sampah geng serigala saja" ucap Sean Arthur
"Bos, apakah kita akan berperang melawan mereka atau anda memiliki petunjuk lain" ucap Doni dengan sangat hormat.
"Cukup pancing saja mereka, lalu serahkan mereka ke pihak kepolisian saja jadi Roni pastikan anak buah mu tidak melakukan hal hal yang merugikan" ucap Sean Arthur.
"Siap Bos saya paham maksud anda saya akan kabari mereka untuk melakukannya dengan baik" ucap Roni sambil mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan singkat ke anak buahnya yang ada di lantai satu dan juga yang ada luar restoran.