Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Mengumpulkan anak buah 3



"Bos mereka anak buah saya dan mereka memang dulunya adalah atlet kick boxing jadi memang fisik mereka lebih baik dari yang lainnya mendingan bos jadikan mereka pengawal pribadi bos saja, keahlian bela diri mereka sudah tidak di ragukan lagi" ucap Alex dengan sangat hormat.


"Nanti kita lihat, oh ya suruh bagian dapur membawa banyak air mineral botol untuk mereka tidak usah lari ke dalam lagi kau telepon saja mereka atau gunakan radio komunikasi mu" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Baik Bos" ucap alex sambil mengeluarkan satu radio komunikasi khusus yang memang digunakan untuk di villa itu.


"Bawakan seribu botol minuman air mineral dan bawakan kopi hitam tiga untuk ku dan bos besar segera" ucap Alex melalui radio komunikasi miliknya itu.


"Baik Bos" ucap salah seorang anak buah Alex yang ada di villa Ciwidey itu.


Tidak sampai lima menit seratus anak buah Alex datang membawa ratusan dus air mineral dan meletakkannya di halaman di depan orang orang yang berbaris dan dua orang wanita muda juga datang membawakan kopi dan air mineral untuk Sean Arthur dan kedua bawahannya itu.


"Rico berikan mereka minum dulu" ucap Sean Arthur berteriak kepada Rico karena jarak mereka hampir tiga puluh meter.


Rico tampak menganggukkan kepalanya pertanda mendengar perkataan Sean Arthur dan dia langsung menyuruh orang orang yang sudah berbaris itu untuk mengambil minum mereka.


Satu jam berlalu dan kini semuanya sudah datang dan berbaris sesuai pengaturan dari Rico, Sean Arthur pun berdiri di ikuti oleh Alex dan berjalan menuju ke arah semua anak buah Alex dan Rico itu.


"Kalian semua dengarkan aku, aku menghentikan bisnis diskotik ku siapa diantara kalian yang keberatan" ucap Sean Arthur langsung berbicara intinya dengan sedikit berteriak agar semuanya mendengar suara nya.


Tampak mereka semua tampak berpikir dan belum ada seorang pun yang melakukan tindakan.


"Aku ulangi siapa diantara kalian yang masih ingin bekerja sebagai keamanan diskotik dan masih ingin aku memiliki diskotik, silahkan kalian membuat barisan sendiri di dekat helipad" ucap Sean Arthur dengan tegas dan terdengar oleh semuanya.


Lima orang tampak berjalan memisahkan diri dari barisan dan membentuk barisan sendiri dekat dengan helipad.


Alex dan Rico yang berdiri di belakang Sean Arthur tidak bereaksi melihat kelima orang itu mereka hanya menghela nafas panjang diam diam


"Siapa lagi yang masih berkeinginan bekerja di diskotik dan menolak untuk bekerja di bidang lain" ucap Sean Arthur dengan tetap Tegas namun kini dia menyalakan sebatang rokoknya setelahnya.


Tidak ada seorang pun selain lima orang itu yang memisahkan diri semuanya tetap berdiri dan bertahan di barisan mereka.


"Oke kalian yang tidak keberatan aku pindahkan silahkan duduk dulu" ucap Sean Arthur dengan tegas dan berjalan mendekati lima orang yang memisahkan diri dari barisan di ikuti oleh Alex dan Rico.


"Kalian berlima kenapa masih ingin bekerja di diskotik" ucap Sean Arthur dengan ramah dan tersenyum hangat ke mereka berlima.


"Bos besar, kami nyaman kerja di diskotik dan jujur saja kami berlima keberatan jika harus bekerja di bidang lain" ucap salah seorang dari mereka yang tertua.


"Jika tetap aku menghentikan bisnis diskotik ku dan memberikan kalian masing masing lima juta rupiah bonus selain pesangon apa yang akan kalian lakukan nantinya" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil tersenyum hangat ke mereka berlima.


"Bos Besar kami dengan terpaksa akan mencari pekerjaan di diskotik lain saja, dan kami rasa anda tidak perlu menutup diskotik bukankah anda sudah mulai bangkrut bukankah dengan diskotik berjalan anda masih memiliki banyak uang untuk membayar hutang hutang anda ke grup harimau" ucap pria itu lagi


Tangan Sean Arthur terlihat oleh Alex dan Rico ke belakang badannya dan mengambil pistol miliknya yang sebelumnya sudah di pasang peredam.


Dengan gerakan tangan yang sangat cepat satu peluru menembus masing masing kening kelima orang itu, lima tembakan yang dilepaskan oleh Sean Arthur dengan cepat itu mengagetkan semua orang yang ada disana termasuk Rico dan Alex yang tidak menyangka jika Sean Arthur akan menyelesaikan mereka sendiri.


"Alex bereskan mayat mayat sampah itu" ucap sean Arthur sambil menyimpan kembali pistolnya ke pinggangnya dan merapikan kaos polo yang dipakainya sehingga pistol itu tidak terlihat lagi.


"Baik Bos" ucap Alex dengan sangat hormat dan langsung memberikan kode ke anak buahnya yang berjaga sekeliling halaman belakang itu.


Sean Arthur kemudian berjalan kembali ke depan semua anak buahnya yang sedang duduk menunggu ketidak pastian.


"Aku bertanya kepada kalian dengan baik, dan aku minta jawaban jujur dari kalian jika kalian menjawab dengan sopan maka nyawa kalian selamat namun jika berani kurang ajar seperti sampah tadi maka aku pastikan nyawa kalian hilang disini" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Jika aku bangkrut apakah kalian akan meninggalkan ku, silahkan satu persatu berdiri dan bicara" ucap Sean Arthur sambil menghisap rokoknya kembali dengan tangan kirinya.


"Saya akan selalu mengikuti bos besar karena dari awal saya bergabung saya sudah mendedikasikan diri saya untuk bos besar." Ucap orang pertama yang merupakan sepuluh besar dengan sangat hormat sambil kemudian duduk kembali di atas rumput halaman belakang itu.


"Saya juga sama akan selalu ikut bos besar" ucap pria di belakangnya pria yang pertama.


"Saya juga bos, kemana pun dan bagaimana pun situasinya saya akan tetap mengikuti bos besar" ucap pria ketiga.


Satu persatu menyatakan kesetiaannya kepada Sean Arthur namun Sean Arthur dan Alex beserta Rico tidak mendengarkan sama sekali ucapan mereka melainkan melihat reaksi dan sorot mata mereka melihat keraguan dari mereka lalu menandai orang orang yang terlihat ragu itu.


Satu jam berlalu dengan cepat dan kini semuanya menyatakan kesetiaan mereka namun ada sepuluh orang yang di tandai oleh Sean Arthur dan juga Rico serta Alex.


"Alex urus mereka dulu" ucap Sean Arthur pelan sehingga hanya terdengar oleh Alex dan juga Rico.


"Siap Bos" ucap Alex sambil berjalan mendatangi sepuluh orang yang di tandai dan dia juga memberikan kode ke anak buahnya yang berjaga di luar barisan untuk mendatanginya.


Sepuluh orang itu dibawa oleh Alex dan anak buahnya yang lain ke villa bawah untuk di bersihkan oleh Alex.