Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Satu Korban meninggal



Sementara itu di sebuah rumah sakit swasta terbaik di kota Bandung tampak jika Rico sedang bersama beberapa petugas kepolisian.


"Pak Rico sebagai informasi saja, jika para penyerang tempat spa anda sudah berhasil kami tangkap dan selain mereka kami tuntut dengan laporan bapak, kami juga akan memproses kepemilikan senjata api ilegal mereka" ucap salah seorang petugas kepolisian itu.


"Maaf jika boleh saya tahu dimana mereka tertangkapnya" ucap Rico dengan sangat sopan dan terlihat jika dia sangat penasaran.


"Kami menangkap mereka di kota Sumedang jadi ternyata setelah mereka melakukan penyerangan tempat spa anda mereka melarikan diri kesana untuk detailnya saya sendiri kurang paham namun sepertinya masuk berita juga" ucap petugas kepolisian itu dengan ramah.


"Terima kasih atas informasinya dan apakah korban sudah dapat dimakamkan oleh pihak keluarganya" ucap Rico dengan sangat sopan.


"Nanti selesai proses visum et repertum jenazah akan dikembalikan ke pihak keluarga dan sepertinya prosesnya akan selesai pagi ini jika Bapak menunggu mungkin dua tiga jam lagi" ucap salah seorang petugas kepolisian itu.


"Baik Pak, jika demikian saya akan menunggu disini saja sebagai bukti keprihatinan saya untuk almarhum dan keluarganya" ucap Rico dengan sangat sopan.


"Baik jika demikian kami akan kembali ke kantor kami dan kami juga akan memberikan informasi perkembangan dari kasus ini kepada bapak Rico nantinya" ucap petugas kepolisian itu dengan ramah.


Para petugas kepolisian itu langsung meninggalkan rumah sakit sedangkan Rico menemui pihak keluarga korban yang masih menunggu di luar kamar jenazah rumah sakit itu.


"Maaf Pak Bu, ini Bos Rico pemilik tempat Spa tempat kami bekerja" ucap salah seorang anak buah Rico memperkenalkan Rico ke keluarga korban yang meninggal dunia.


"Bapak dan ibu, ini semua musibah yang tidak pernah bisa kita duga dan saya akan menanggung semua biaya rumah sakit dan pemakaman juga, dan saya ketahui jika almarhumah memiliki seorang adik yang masih duduk di bangku Sekolah dasar jadi saya akan memberikan beasiswa untuk anak kedua anda sampai selesai kuliah s2 nantinya" ucap Rico dengan sangat sopan dan hormat ke kedua orang tua pekerjanya yang menjadi korban sampai meninggal dunia.


"Bos Rico ini semua adalah musibah dan kami sudah ikhlas dengan kejadian ini, kami ucapkan terima kasih banyak atas kepedulian Bos Rico kepada kami namun kami tidak ingin menjadi beban tersendiri untuk Bos Rico jadi masalah beasiswa sepertinya tidak perlu bukan saya menolak rejeki namun saya tidak ingin menjadi beban bagi Bos Rico " ucap sang ayah dari pekerja wanita yang meninggal dunia itu berbicara dengan hormat kepada Rico.


"Bapak jangan menolak ya, semua ini adalah kewajiban saya sebagai atasan almarhumah dan anak bapak dan ibu juga akan mendapatkan gaji utuh selama satu tahun jadi tolong berikan data perbankan anda ke pegawai saya ini dan nanti semua uang yang menjadi hak almarhumah akan saya transferkan demikian juga biaya sekolah untuk anak kedua anda" Ucap Rico dengan sangat ramah dan sopan.


"Baiklah saya tidak bisa lama di sini dan anda jangan memikirkan apapun karena semua biaya rumah sakit ini juga sudah saya selesaikan, nanti selesai proses visum jenazah akan dikembalikan ke pihak keluarga dan bisa langsung dimakamkan" ucap Rico kembali dengan sangat ramah.


"Bos Rico, kami benar benar mengucapkan terima kasih atas kebaikan anda ini" ucap sang ayah.


"Sama sama, ini memang kewajiban saya, dan kau jangan lupa ambil data perbankan bapak ini ya lalu kirimkan semua uang yang tadi aku sampaikan" ucap Rico ke manager tempat spa yang memang ada di sana.


"Baik Bos nanti saya akan urus semua nya, bos jangan khawatir dengan hal ini" ucap sang manager tempat spa dengan sangat hormat ke Rico.


"Baik semuanya saya permisi dulu dan kabari saya tempat dan jam pemakaman nanti saya akan usahakan untuk datang" ucap Rico dengan sangat sopan dan ramah.


Rico kemudian meninggalkan depan kamar jenazah itu dan dia langsung meluncur ke arah tempat spa yang terdaftar sebagai miliknya.


"Mereka berani menyerang terang terangan, dan membuat tempat ini menjadi hancur seperti ini, kalian lihat saja nanti jika Bos Sean Arthur mengijinkannya aku pastikan kalian kehilangan tangan dan kaki kalian" ucap Rico berbicara sendiri dalam mobilnya sambil melihat ke arah tempat spa tersebut.


Tempat spa tersebut kini di pasang garis polisi karena masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian dan Rico melihat banyak sekali bekas tembakan senjata api di dinding dinding luar tempat spa itu.


Rico kemudian turun dan melihat sekelilingnya dan melihat jika ada satu cctv yang terlihat baru dipasang di depan diskotik Komori dan arahnya mengarah ke tempat spa miliknya itu.


Rico berpura pura tidak melihat cctv baru tersebut dan kemudian masuk kembali kedalam mobilnya lalu meninggalkan lokasi itu untuk kembali ke villa Sean Arthur di kawasan Dago untuk menceritakan mengenai cctv tersebut.


"Semoga saja bos mengijinkan aku untuk menghabisi mereka nanti saat dipenjara akan aku masukkan orang orang terbaikku kesana" ucap Rico berbicara sendiri sambil terus memacu mobilnya dan tepat jam 07.00 wib dia sampai di villa Gunawan namun villa itu sudah sepi karena satu jam sebelumnya mereka semua kembali ke rumah masing masing untuk beristirahat.


"Haissssss aku terlambat ya sudahlah nanti sore saja aku kesini lagi" ucap Rico sambil melihat pesan masuk ke ponselnya yang memberitahukan jika pemakaman di laksanakan di TPU jambudipa Cisarua jam 16.00 wib karena jenazah baru akan dikembalikan ke pihak keluarga jam sepuluh nanti dan akan di bawa pulang terlebih dahulu agar para keluarga almarhumah bisa mendoakan di rumah.


"Masih banyak waktu aku sebaiknya pulang dan tidur dulu" ucap Rico berbicara sendiri sambil memutar balik mobilnya dan melesat menuju rumahnya yang berada di dekat villa utama yang di isi oleh Sean Arthur.


"Aku sebaiknya mengirim pesan singkat kepada bos jadi bos tahu jika aku baru kembali dan akan pergi lagi nanti ke pemakaman agar bos tidak mencari cariku jika aku tidak ada di rumah nanti pas jam makan siang." Ucap Rico yang berbicara sendiri dalam mobilnya sambil menghentikan sebentar mobilnya untuk mengirim pesan ke sean Arthur lalu melanjutkan laju mobilnya ke rumahnya.


Sean Arthur dan Alex sebenarnya belum berpisah melainkan mereka berdua sedang menikmati sarapan mereka di ruang makan Sean Arthur dan Sean Arthur yang telah selesai sarapan langsung melihat pesan singkat tersebut.