
"Saya ucapkan terima kasih atas bantuan Bapak untuk Bos kami" ucap Ardhi dengan sangat sopan.
"Sama sama Pak" ucap Pak Rachman sambil masuk kembali ke mobilnya.
"Bos Ardhi sebaiknya anda menunggu dulu anak anak pak Freddy di sini dan Bos Gunawan saya rasa Bos besar akan sangat senang jika dalang pelaku kerusuhan dan pengeboman ini jika bisa sampai anda lacak" ucap Rico dengan sangat sopan ke Ardhi dan Gunawan.
"Jika demikian saya permisi dulu, dan nanti anak buah saya akan ikut mengamankan rumah sakit ini" ucap Gunawan sambil kemudian berjalan meninggalkan area depan instalasi gawat darurat itu.
Gunawan kemudian mengambil ponselnya dan langsung menghubungi bawahan Michael yang kini menjadi bawahannya sambil berjalan menuju mobilnya yang terparkir cukup jauh.
"Kau tahu jika Bos besar saat ini masuk instalasi gawat darurat rumah sakit Supreme demikian juga lima orang saudara kalian dan satu orang saudara sampai meninggal dunia aku tidak ingin kehilangan saudara lagi jadi pastikan kalian mengamankan rumah sakit ini dan aku tidak ingin tahu bagaimana caranya kalian bekerja" ucap Gunawan ke salah seorang pembunuh bayaran bawahannya yang merupakan pembunuh bayaran nomor satu milik gunawan.
"Siap Bos Gunawan, ini menjadi pelajaran berharga untuk ku dan saudara yang lainnya, kami juga sudah mendapatkan teguran keras dari Bos Michael, saya dan semua saudara yang lain sudah turun gunung untuk mengamankan rumah sakit Supreme dan sebagian dari kami juga akan menghabisi semua yang terlibat dalam kejadian ini nantinya" ucap pembunuh bayaran nomor satu itu dengan sangat hormat.
"Terima kasih, dan nanti saudara kita yang meninggal dunia akan dimakamkan di pemakaman milik Bos besar di dalam kawasan Villa milik Bos yang ada di wilayah Dago" ucap Gunawan.
"Siap" ucap pembunuh bayaran nomor satu itu.
Gunawan kemudian mematikan panggilan telepon itu dan masuk kedalam mobilnya lalu menyalakan mobilnya itu dan juga ac mobilnya bersamaan dengan ponselnya berbunyi.
"Apa yang kalian temukan" ucap Gunawan karena ternyata yang menghubunginya adalah bawahannya yang merupakan team cyber villa dago.
"Bos media memberitakan jika Bos Besar dan para pengawalnya menjadi korban ledakan Bom dan terluka sangat parah dari lokasi pengeboman" ucap bawahannya itu.
"Biarkan saja dulu wartawan memberitakannya, namun kalian bantu aku mencari otak di balik layarnya" ucap Gunawan.
"Siap Bos" jawab bawahannya itu dan Gunawan langsung memutuskan panggilan telepon itu.
"Aku harus mengabari anak buah ku yang tertinggal di Villa Naga sekalian menyuruh mereka ke sini untuk mengamankan rumah sakit ini" ucap Gunawan sambil menghubungi salah satu pengawal pribadi Sean Arthur yang ada di Villa Naga.
"Bos, saya baru saja hendak menghubungi anda, karena kami baru melihat beritanya" ucap pengawal pribadi Sean Arthur itu.
"Salah satu saudara kalian meninggal dunia dan akan di makamkan di pemakaman milik Bos Besar, kejadian ini di luar dugaan kita semua jadi aku minta kalian datang ke rumah sakit supreme dan amankan rumah sakit ini, aku tidak ingin ada seorang pembunuh pun yang lolos sampai masuk ke rumah sakit ini yang akan mengganggu proses pengobatan Bos Besar dan yang lainnya" ucap Gunawan melalui ponselnya itu.
"Siap Bos, kami sudah menyiapkan mobil dan akan segera berangkat kesana" ucap pengawal pribadi Sean Arthur itu dan Gunawan langsung memutuskan kembali panggilan telepon itu karena Alex menghubunginya.
"Alex ada apa" ucap Gunawan.
"Aku dalam perjalanan ke Villa Dago untuk memakamkan yang gugur, apakah aku perlu membawa anak buah ku ke rumah sakit tempat Bos di rawat" ucap Alex melalui panggilan telepon itu.
"Oke jika demikian, aku akan menarik semua anak buah ku yang di luar dan fokus dengan pengamanan villa dago saja" ucap Alex.
"Iya, aku sementara di rumah sakit dulu sambil menunggu anak buah Michael datang" jawab Gunawan.
"Oke, kabari ke aku jika kau membutuhkan bantuan ku" ucap Alex.
"Sip" jawab Gunawan sambil memutuskan panggilan telepon itu dan menyimpan kembali ponselnya lalu mengambil laptopnya dan melakukan penyadapan terhadap cctv rumah sakit agar dia bisa mengawasi rumah sakit itu.
"Dengan begini aku bisa tahu apa yang terjadi di rumah sakit ini" ucap Gunawan mengunci server utama rumah sakit supreme itu agar tidak ada yang sampai menyerang server cctv rumah sakit supreme.
Sementara itu di depan ruang Instalasi Gawat Darurat rumah sakit supreme terlihat jika istri dan kedua anak Pak Fredy sudah datang demikian juga anak istri Pak Dani yang datang semobil dengan keluarga Pak Fredy.
Selain keluarga Pak Freddy dan Pak Dani keluarga korban lainnya juga sudah datang demikian juga dengan pihak kepolisian yang sudah mengamankan rumah sakit itu.
"Bapak dan ibu semuanya tidak perlu khawatir karena team medis akan bekerja dengan maksimal, saya sudah memberikan jaminan ke rumah sakit ini dan semuanya akan mendapatkan pengobatan kelas vvip di rumah sakit supreme ini" ucap Ardhi ke semua keluarga korban ledakan itu untuk membantu meringankan beban mereka dan rasa khawatir mereka itu.
"Bos Ardhi terima kasih" ucap keluarga Pak Freddy dan Keluarga Pak Dani demikian juga dengan keluarga yang lain satu persatu mengucapkan terima kasihnya ke Ardhi.
Sementara itu Alex kemudian memakamkan pengawal pribadi Sean Arthur yang gugur di areal Villa Dago karena memang Sean Arthur sebelumnya sudah mewakafkan tanah itu untuk dijadikan pemakaman semua orangnya.
Prosesi pemakaman itu berjalan lancar tanpa adanya gangguan apapun dan alex kemudian mengumpulkan semua anak buahnya di lapangan yang ada di area Villa Dago itu.
"Seperti yang kalian semua ketahui jika hari ini adalagi upaya pembunuhan terhadap Bos Besar, dan saat ini Bos Besar terluka cukup parah, aku jujur sangat menyayangkan hal ini terjadi kepada Bos Besar, aku merasa gagal menjadi anak buahnya, Bos besar sudah sangat baik kepada kita semua dan dia selama ini memberikan kita kehidupan yang nyaman namun apa yang bos besar dapatkan.
Bos besar malah hampir kehilangan nyawanya.
Oleh karena itu aku akan membuat empat pengaturan untuk kalian semua.
Pertama satu tim bertugas mengamankan dari dalam villa ini.
Kedua satu tim bertugas mengamankan bagian luar villa ini.
Ketiga satu tim bertugas mengamankan area luar rumah sakit supreme tempat bos besar di rawat saat ini.
Ke empat satu tim bertugas untuk menghabisi dengan sempurna orang orang geng serigala, tapi ingat aku tidak ingin kalian meninggalkan barang bukti apapun jadi silahkan terjemahkan sendiri.
Jika tidak ada yang ingin di pertanyakan silahkan kalian sekarang membentuk empat kelompok" ucap Alex dengan sangat tegas ke ratusan ribu anak buahnya itu dan dia berbicara menggunakan pengeras suara.