
"Kau tolong ke bawah dan pesankan kami bertiga kopi hitam jika kalian mau maka pesanlah sekalian" ucap Sean Arthur ke salah seorang pengawal pribadinya nya.
"Siap Bos, saya akan memesannya" ucap pengawal pribadinya itu sambil langsung berdiri dan melangkah menuju anak tangga.
"Bos, di luar semakin ramai, sudah ada sepuluh motor dengan dua puluh orang" ucap Doni sambil terus memperhatikan rekaman cctv melalui ponselnya.
"Biarkan saja, mau berapa banyak juga" ucap Sean Arthur sambil tersenyum dan menghisap rokoknya.
"Bos tapi ada yang aneh karena kini arus mobil semakin sedikit yang melintas" ucap Doni.
"Roni, suruh anak buahmu yang di luar untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi" ucap Sean Arthur.
"Baik Bos" ucap Roni sambil mengambil ponselnya dan langsung mengirimkan pesan singkat ke salah seorang anak buahnya.
"Bos, ada lima ratus motor di jarak lima ratus meter sebelum restoran ini dan mereka yang membuat mobil mobil berputar arah" ucap Roni.
"Suruh lihat jalan lainnya" ucap Sean Arthur yang masih tetap tenang.
"Baik Bos" ucap Roni sambil kembali mengirimkan pesan singkat ke anak buahnya.
"Bos semua akses di tutup oleh ratusan motor juga" ucap Roni kembali setelah mendapatkan pesan singkat dari anak buahnya.
Sean Arthur menarik nafas dalam dalam dan mengambil ponselnya lalu menghubungi Gunawan.
"Bos ada yang bisa saya bantu" ucap Gunawan.
"Gunawan aku di restoran ku di Cihampelas coba kau lihat dengan cctv jalanan apa yang sebenarnya terjadi di sekeliling kami" ucap Sean Arthur.
"Baik Bos, saya lokasi anda sudah saya dapatkan dan saya akan melihat sekeliling anda" jawab Gunawan.
"Oke kabari aku jika kau sudah tahu apa yang terjadi" ucap Sean Arthur sambil memutuskan panggilan telepon itu dan menyimpan kembali ponselnya.
"Bos, kini sudah ada seratus motor yang memenuhi jalanan depan restoran" ucap Doni.
"Bos Apakah saya harus memanggil anak buah saya yang lainnya untuk membantu kita" ucap Roni.
"Jangan dulu, tunggu informasi dari Gunawan dan juga sambil melihat tindakan mereka" ucap Sean Arthur.
"Mereka masih ada di atas motor mereka dan belum ada yang turun seorang pun seakan akan menunggu perintah seseorang atau menunggu kehadiran seseorang" ucap Doni.
"Ya kau turun dan temui manager restoran suruh dia menyampaikan ke semua pengunjung agar keluar dari restoran ini sekarang juga" ucap Sean Arthur.
"Baik Bos" ucap Doni sambil berdiri lalu melangkah dengan cepat menuju anak tangga ke bawah.
Bersamaan dengan ponsel Sean Arthur berbunyi pertanda ada panggilan masuk ke ponselnya itu dan langsung di terima oleh Sean Arthur.
"Gunawan bagaimana?" ucap Sean Arthur menjawab panggilan telepon itu.
"Bos, semua jalan menuju lokasi anda di tutup oleh ratusan sepeda motor dan kemacetan ada dimana mana, mobil mobil patroli polisi juga terjebak dalam kemacetan itu dan sepertinya ini sudah sangat di rencanakan" ucap Gunawan.
"Oke terus awasi kami dan kabari kepadaku jika ada yang terjadi" ucap Sean Arthur.
"Bos saya akan mengirimkan drone drone saya ke sana, karena semua rekaman cctv kini sudah mati dan tidak bisa saya akses lagi" ucap Gunawan.
"Oke lakukan sebisa mu untuk terus mengabariku" ucap Sean Arthur.
"Bos semuanya sudah keluar dari restoran hanya tinggal kita saja disini sekarang dan karyawan restoran ini" ucap Doni yang telah kembali lagi.
"Ya baguslah jika demikian" ucap Sean Arthur sambil tersenyum hangat dan menyalakan sebatang rokoknya lagi.
"Bos rekaman cctv jalanan juga sudah tidak bisa saya akses" ucap Doni sambil duduk di kursinya lagi.
"Roni suruh anak buah mu turun ke lantai satu prioritas mereka sekarang ada keselamatan semua pekerja di restoran ini, satu persatu keluarkan melalui pintu belakang karena seharusnya mereka belum menguasai pintu belakang, kawal mereka semua sampai menjauh dari sini" ucap Sean Arthur memberikan arahannya.
"Baik Bos" ucap Roni sambil berdiri dan mendekati anak buahnya lalu memberikan arahan untuk mereka semua dan terlihat jika semua anak buahnya yang tersisa disana langsung berdiri dan bergegas menuruni anak tangga.
"Bos sebenarnya apa yang terjadi disini" ucap manager restoran yang mendatangi lantai tiga.
"Kau segera pergi menggunakan pintu belakang saja selamatkan dirimu" ucap Sean Arthur.
"Baik Bos, namun bagaimana dengan bos" ucap manager restoran.
"Sudah pergi saja jangan khawatirkan aku" ucap Sean Arthur dengan tegas.
"Siap Bos" ucap manager restoran itu sambil bergegas melangkah menuju anak tangga.
"Bos" ucap Roni.
"Ya bicaralah" ucap Sean Arthur sambil melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan jam sebelas malam.
"Apakah saya sudah bisa memanggil anak buah saya yang lainnya." Ucap Roni.
"Semua jalanan sudah tertutup dan kemacetan panjang dimana mana, bahkan mobil patroli polisi saja terjebak dalam kemacetan itu jadi mau lewat mana mereka" ucap Sean Arthur sambil menghela nafas panjang.
"Iya bos, lalu apa yang akan kita lakukan" ucap Roni.
"Menanti" ucap Sean Arthur sambil menghubungi Gunawan melalui ponselnya.
"Gunawan, bagaimana kenapa kau tidak ada kabar?" Ucap Sean Arthur.
"Maaf Bos, dua drone saya hancur ada yang menembaknya saya tidak bisa mengirimkan drone saya kesana namun saya sedang mencoba melacak dan menyadap ponsel ponsel mereka" ucap Gunawan.
"Oke dan coba kau cek ada berapa anak buah Michael dekat sini" ucap Sean Arthur.
"Sudah Bos, dekat lokasi Bos tidak ada seorang pun namun saya sudah mengutus seratus orang pembunuh profesional untuk mendatangi lokasi Bos" ucap Gunawan.
"Oke aku akan menunggu mereka, semoga mereka bisa kesini" ucap Sean Arthur sambil mematikan panggilan telepon itu dan menyimpan kembali ponselnya.
"Bos informasi dari bawahan saya semua karyawan termasuk manager restoran sudah berhasil mereka keluarkan melalui pintu belakang namun mereka tidak bisa kembali kesini karena kini gang kecil di belakang sudah di tutup oleh para pengendara motor itu.
"Roni panggil semua orang yang ada di kota Bandung dan serang mereka yang menutupi jalan itu dan untuk mereka yang mengawal karyawan suruh tetap dengan tugas mereka saja" ucap Sean Arthur.
"Baik Bos" ucap Roni sambil mengambil ponselnya dan langsung menghubungi anak buahnya yang lain.
Ponsel Sean Arthur kembali berbunyi dan ternyata Alex yang menghubunginya.
"Alex ada apa?" Ucap Sean Arthur menjawab panggilan telepon itu.
"Bos, saya dan anak buah saya mengarah ke tempat Bos, kami menggunakan motor kesana" ucap Alex melalui panggilan telepon itu.