Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Menuju Villa Kawasan Ciwidey



"Bos di lobi ada polisi yang menanyai para karyawan di bawah katanya ada yang menghubungi polisi jika ada keributan di perusahaan kita" dan pesan itu di kirim oleh Rico.


"Suruh kepala keamanan mengurusnya kalian tetap dalam mobil saja" balas Sean Arthur sambil mengambil remote cctv dan membesarkan layar lobi di lantai satu.


"Baik bos, beres" balas Rico melalui pesan singkat.


"Ardhi cari tahu siapa yang menghubungi polisi dan mengatakan ada keributan di perusahaan kita" ucap Sean Arthur sambil melihat layar monitor cctv.


"Baik Bos" jawab Ardhi sambil mengambil ponselnya dan mengirim pesan singkat.


Sean Arthur terus memperhatikan layar monitor cctv itu sampai dua petugas kepolisian itu meninggalkan lobi perusahaannya.


"Bos sudah ketemu dan pelakunya sudah di jemput oleh anak buahku, apa perlu di bawa kesini" ucap Ardhi dengan sangat sopan dan juga hormat.


"Tidak perlu tapi bawa saja ke kantor polisi, tuntut balik orang itu suruh saja kepala keamanan gedung yang membuat laporan" ucap Sean Arthur sambil melihat Ardhi dengan tajam.


"Baik bos anggap saja sudah beres, maaf saya masih emosi dengan ulah bos bos geng serigala itu" ucap Ardhi sambil menunduk dan mengirimkan pesan singkat melalui ponsel nya.


"Ardhi ingat tugasmu dan aku tidak ingin ada kesalahan sedikit pun kita memang masih muda namun ingat emosi akan membuat kita hancur dan aku akan menghancurkan siapapun yang akan membuat ku hancur" ucap Sean Arthur sambil mengunci laci meja kerjanya dan langsung berdiri.


"Baik Bos, maaf jika saya terbawa emosi, lalu apakah saya perlu meningkatkan penjagaan rumah bos" ucap Ardhi sambil melangkah di samping Sean Arthur yang berjalan menuju lift khususnya.


"Mereka hanya tahu rumahku yang di daerah Setiabudi dan Sukajadi jadi dua rumah itu yang harus kau berikan pengamanan super extra, buat seolah olah aku memang ada di rumah yang Setiabudi saja jadi mereka tidak akan mengira jika aku ada di luar" ucap Sean Arthur sambil memijit tombol lift dan pintu Lift itu langsung terbuka untuknya.


"Aku tidak ingin ada kesalahan apapun jadi berhentilah bertindak sembrono seperti hari ini" ucap Sean Arthur sambil melangkah memasuki lift khususnya itu dan memijit tombol lift kembali.


"Baik Bos" ucap Ardhi sambil melihat jika pintu lift itu mulai tertutup.


Lift itu langsung melesat turun kembali ke Lobby dan Sean Arthur langsung menuju ke mobilnya.


Dengan sigap Rico membukakan pintu tengah mobil dan Sean Arthur pun langsung naik, Rico setelah menutup pintu tengah mobil pun langsung naik ke kursi pengemudi.


"Rico, bawa aku ke rooftop apartment" ucap Sean Arthur sambil mengeluarkan ponselnya.


"Baik Bos" ucap Rico yang mengetahui tempat yang di tuju oleh Sean Arthur itu.


"Rico, pelan pelan saja, kita tidak terburu buru kok" ucap Sean Arthur sambil melihat ke arah luar dan melihat sebuah jip hitam terparkir tepat di seberang bangunan perkantorannya itu.


"Baik Bos" jawab Ardhi melalui pesan teks juga.


"Rico masuk jalan tol saja sepertinya ada yang ingin tahu kita kemana jadi kita ke villa ku saja yang di daerah Ciwidey, villa itu cocok untuk berolahraga" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil melihat ada dua puluh jip hitam yang sama jenisnya yang memutar balik setelah mobil nya melintas.


"Baik Bos" ucap Rico sambil mengambil ponselnya dan langsung menghubungi anak buahnya.


"Kita akan berolahraga di villa bos yang ada di Ciwidey saat ini aku baru keluar dari kantor bos dan ada dua puluh mobil yang mengikuti kami jadi persiapkan pesta penyambutan di jalanan habisi satu persatu dari mereka namun ingat tidak ada saksi mata" ucap Rico melalui ponselnya sambil terus fokus mengendarai mobil jip berwarna putih itu.


"Rico, nanti saat masuk tol langsung ambil arah Cimahi saja, kita lewat cililin saja, kasian sudah lama mobil ku ini tidak di panaskan" ucap Sean Arthur sambil kembali menulis pesan teks.


"Baik Bos, saya paham maksud bos" ucap Rico sambil mengambil ponselnya dan kembali menghubungi anak buahnya.


"Aku dan bos sedang di ikuti oleh dua puluh dan bisa lebih jip berwarna hitam dengan jenis yang sama dengan mobil bos, tunggu kami di keluaran tol Padalarang, kami akan melewati cililin, hilangkan para penguntit satu persatu" ucap Rico melalui ponselnya dan langsung menyimpan kembali ponselnya lalu mengambil radio komunikasi.


"Kita masuk tol Pasteur dan keluar Padalarang, kalian pastikan tidak ada mobil jip hitam yang sampai menyalip kita" ucap Rico melalui radio komunikasi sambil melihat ke arah kaca spion kiri dan kanannya.


"Baik Bos, aku lihat sekarang ada kurang lebih jip berwarna hitam di belakangku namun mereka masih menjaga jarak sepertinya mereka menunggu jalanan sepi" ucap anak buahnya Rico yang ada di mobil paling belakang melalui radio komunikasi.


"Rico, seperti mereka mulai terang terangan sampai mengikuti kita membawa pasukan sebanyak ini, bagaimana menurut mu" ucap Sean Arthur dengan santai sambil bersandar di kursinya.


"Bos biarkan saja, mereka tidak akan berani berbuat apa apa di jalanan ramai, dan anak buahku sudah siap sejak nanti kita keluar dari dalam tol Padalarang, anak buahku akan mengurangi jumlah mereka" ucap Rico dengan tenang sambil terus mengawasi sekitarnya tidak ingin ada yang membahayakan nyawa Sean Arthur.


"Jangan sampai ada petunjuk yang mengarah ke kita, jika memang tidak bisa melumpuhkan mereka di jalanan maka bawa saja mereka ke villa Ciwidey" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil menghubungi Ardhi dengan ponselnya.


"Bagaimana dengan yang di luar gedung apa sudah kau bereskan" ucap Sean Arthur melalui ponselnya.


"Sudah bos, sesuai yang bos sampaikan mobilnya tetap kami parkirkan disana namun sudah kami pasangkan GPS jadi jika ada yang membawa pergi mobil itu kami akan tahu" jawab Ardhi melalui ponsel.


"Bagus, ingat bermain cantik dan jangan ada satupun yang bisa merugikan kita kedepannya" ucap Sean Arthur sambil mematikan panggilan ponselnya.


Tiga jip putih itu melaju dengan setelah memasuki jalan Tol dan terlihat ada hampir lima puluh mobil jip yang sama namun berwarna hitam mengikuti ketiga mobil jip putih itu dengan jarak kurang lebih lima ratus meter.


"Rico, apakah bensin aman" ucap Sean Arthur sambil tetap memainkan ponselnya namun bukan bermain game melainkan mengirimkan sebuah pesan singkat kepada salah seorang anak buahnya yang menjadi pemimpin dari seribu orang yang ada di wilayah Bandung barat.