Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Kafe kopi



Rico langsung membaca apa yang tertulis di kertas kertas itu dan juga melihat photo photo yang ada dan dia nampak sangat marah setelahnya.


"Rico kenapa kau" ucap Sean Arthur dengan sangat santai karena dia tahu penyebab Rico menjadi marah.


"Bos ini sangat membuatku malu kepada bos, ternyata yang membuat mereka mengejar kita sampai ke villa Ciwidey adalah anak buahku sendiri yang berkhianat, aku akan membereskan mereka semua dan aku pastikan mereka menjadi contoh untuk yang lainnya" ucap Rico dengan nada suara yang terdengar berat karena menahan amarah namun berusaha untuk tetap hormat ke Sean Arthur.


"Rico, selidiki terlebih dahulu siapa saja yang terlibat aku yakin masih banyak lagi anak buahmu yang menjadi mata mata geng serigala, jadi aku minta kau benar benar teliti dalam hal ini, jangan pakai amarah tapi pakai ketelitian" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Baik Bos, anda tenang saja ini akan aku selesaikan sekaligus permintaan maafku kepada anda" ucap Rico dengan terlihat sangat serius dan bersungguh sungguh dalam hal ini.


"Rico bawa mereka nanti kesini saja, aku ingin menanyakan sesuatu kepada mereka semua" ucap Sean Arthur dengan ramah dan tidak terlihat emosi sama sekali.


"Baik Bos, saya pamit dulu untuk menyelesaikan hal ini" ucap Rico sambil berdiri dan sedikit membungkukkan badannya menghormati Sean Arthur.


"Pergilah dan segera kembali" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Bos, sebenarnya ada satu hal lagi" ucap Alex sambil memberikan ponselnya untuk di lihat oleh Sean Arthur.


Sean Arthur langsung menerima ponsel Alex dan dia melihat rekaman video di ponsel Alex.


Rekaman video itu adalah rekaman video malam kejadian saat dia melawan beberapa orang yang hendak membuangnya ke pemakaman umum sampai dia di bawa ambulan ke rumah sakit.


"Alex dari mana ini, dan video ini video editan mana yang aslinya" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil memberikan kembali ponsel Alex.


"Bos aslinya sudah saya hapus dan saat ini orang orang saya sedang mencari mereka semua dan seperti yang anda lihat di rekaman video itu, serigala ke tiga ada di sana memperhatikan semua yang terjadi apakah saya harus menangkapnya juga" ucap Alex dengan sangat hormat sambil menyimpan kembali ponselnya.


"Alex tidak perlu untuk saat ini cukup bawahan mereka saja yang kau tangkap, bawa mereka semua kesini karena aku ingin memberikan mereka hadiah juga, tapi ingat jangan sampai ada pihak geng serigala yang tahu hal ini, setidaknya sampai aku menemui mereka" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Bos jangan khawatir karena semuanya akan saya selesaikan dengan baik dan saya akan pastikan semuanya rapi" ucap Alex sambil kemudian berdiri dan meninggalkan Sean Arthur.


"Semuanya ternyata benar benar berlangsung sudah lama, anak buah kepercayaan Rico yang sudah bergabung dengan Rico bertahun tahun saja bisa sampai menjadi mata mata serigala ketiga, aku harus lebih berhati hati mulai sekarang dan sepertinya aku juga harus ikut terlibat banyak hal mulai sekarang" ucap Sean Arthur berbicara sendiri sambil melihat monitor cctv dan melihat alex meninggalkan rumahnya itu.


Sean Arthur melangkah keluar dari dalam rumah nya dan menuju area parkiran kendaraan kendaraan nya.


Motor Ducati Monster berwarna hitam itu keluar dari area parkir dan langsung melesat keluar area rumah itu.


"Benar benar tidak ada yang lebih seru selain berkeliling kota dengan naik motor" ucap Sean Arthur berbicara sendiri sambil terus memacu motornya itu.


"Benar apa yang di bilang oleh Ardhi tenyata toko toko ponsel milik geng serigala kini di jaga ketat" ucap Sean Arthur dalam hatinya yang berhenti di depan sebuah ruko distributor ponsel dan melihat ada jip hitam terparkir di parkiran ruko itu, dia pun langsung menjalankan lagi motor Ducati Monster nya menghindari jika sampai ada yang mengenalinya di sana.


"Aku sebaiknya melihat ruko ruko lainnya apakah sama atau tidak" ucap Sean Arthur berbicara sendiri sambil memacu motornya dengan kecepatan di atas rata rata.


Motor Ducati Monster berwarna hitam itu melesat dengan cepat di jalanan kota Bandung yang cukup senggang sore itu dan sudah delapan ruko dia cek semuanya ternyata mendapatkan penjagaan yang sama.


Sean Arthur tidak melanjutkan melihat toko lain milik geng serigala melainkan dia memacu motor Ducati Monster nya ke arah lembang.


Dua jam berlalu dan kini Motor Ducati Monster itu berhenti di parkiran sebuah kafe kopi dan terlihat jika Sean Arthur sudah duduk di dalamnya menikmati secangkir kopi hitam tanpa gula sesuai dengan kesukaannya dan ada seorang pemuda seusianya yang duduk semeja dengannya dengan posisi berhadap hadapan.


"Bos, apa yang bisa aku kerjakan untuk anda sampai anda jauh jauh kesini menemui saya" ucap pemuda itu dengan sangat hormat.


"Kafe mu ini kenapa jadi sepi seperti ini, terakhir aku ke sini sangat ramai" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil melihat sekelilingnya dan memang dia satu satunya pengunjung kafe kopi itu.


"Bos ini hari kerja dan memang seperti ini, kafe ini hanya ramai di weekend saja dan itu pun ramainya malam hari" jawab pemuda itu dengan hormat.


"Sudah sangat lama aku tidak kesini dan aku jadi tidak tahu perkembangan disini, aku perlu bantuan mu untuk menyelesaikan sedikit masalah apakah kau masih memiliki anak buah yang bisa kau percaya" ucap Sean Arthur dengan ramah.


Pemuda itu tidak langsung menjawab melainkan berdiri dan berjalan ke pintu masuk kafe lalu menguncinya dan memasang plang tutup lalu kembali duduk di depan Sean Arthur dengan sopan.


"Bos, anda tidak perlu khawatir aku akan membereskan semua masalah anda apapun itu dengan sebaik mungkin" ucap pemuda itu dengan hormat.


"Apakah kau tahu tentang geng serigala" ucap Sean Arthur dengan santai sambil tersenyum hangat ke Pemuda itu.


"Lima tahun lalu geng serigala berdiri dan menjadi pemilik banyak tempat usaha di Bandung dan juga Jakarta, mereka terdiri dari sembilan orang dan bisnis mereka semuanya legal saya mengetahui hanya garis besarnya saja Bos tidak mengetahui detailnya namun jika anda mau saya bisa mendapatkan detailnya" ucap pemuda itu dengan hormat.


"Gunawan, aku hanya ingin kau mencari semua kesalahan mereka dan semua perbuatan ilegal mereka dan orang orang mereka, aku dulu salah satu dari sembilan serigala itu dan aku serigala ke sembilan namun mereka mengkhianati ku dan mencoba membunuhku jadi aku harap kau bisa memberikan data yang aku inginkan" ucap Sean Arthur dengan santai sambil kemudian meminum kopi hitamnya.