Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Restoran Asia 6



"Oke selalu awasi media dan rekaman rekaman video yang beredar dan tarik semua pembunuh bayaran itu jangan sampai mereka di tahan oleh pihak kepolisian nantinya" ucap Sean Arthur


"Siap Bos, aman kok Bos mereka sangat terlatih dan senjata api mereka juga memiliki izin seperti pengawal pribadi anda" jawab Gunawan.


"Oke, pastikan semuanya aman" ucap Sean Arthur sambil memutuskan panggilan telepon itu.


"Roni bagian belakang restoran bagaimana?" Ucap Sean Arthur.


"Belakang kosong Bos, barusan sebelum saya kesini saya melihat mereka bergerak dari sebelumnya memblokade jalan namun belakang tidak bisa di lintasi juga karena motor motor mereka masih terparkir beberapa ratus meter dari sini" jawab Roni.


"Kita tetap disini saja sampai pihak kepolisian membereskan semuanya, fokus kita hanya menjaga tidak ada yang memasuki restoran ini saja" ucap Sean Arthur dengan sedikit keras agar semuanya mendengar ucapannya.


"Siap Bos" ucap mereka semua dengan kompak dan hormat sambil mengawasi keluar jendela.


"Kau turunlah dan buatkan kopi untuk kita semua" ucap Sean Arthur ke salah seorang pengawal pribadinya.


"Siap Bos" ucap pengawal pribadinya itu dengan sangat hormat sambil melangkah menuju anak tangga dengan tangan masih memegang senjata api miliknya.


"Bos, depan restoran sudah kosong sepertinya mereka semua bergerak ke arah pihak kepolisian" ucap Doni dengan pandangan masih melihat keluar jendela restoran itu.


"Ya tapi jangan lengah musuh kita adalah penembak jitu yang tidak terlihat" ucap Sean Arthur sambil duduk di lantai bersandar pada dinding restoran karena dia tahu dialah yang menjadi target penyerangan itu.


"Siap Bos" ucap Doni.


Roni kemudian mengambil sebuah asbak dan menyimpannya di samping Sean Arthur dan mengambil tas kecil milik Sean Arthur yang berisi uang tunai yang sebelumnya diambil dari brankas di villa Naga.


Lima belas menit berlalu dan kini pengawal pribadinya sudah datang kembali dengan membawa satu teko kopi hitam dengan beberapa cangkirnya lalu memberikan satu cangkir kopi hitam itu ke Sean Arthur dan juga yang lainnya.


"Bos sebentar saya hendak mengambil beberapa kue kue karena tadi di dapur banyak sekali kue kue" ucap pengawal pribadinya itu dengan sangat hormat.


"Ya ambillah lumayan untuk mengisi perut kita, kalian bergantian saja berjaga nya" ucap Sean Arthur dengan ramah dan terlihat jika Doni ikut duduk di lantai lalu menyalakan sebatang rokoknya demikian juga dengan satu orang pengawal pribadinya itu.


"Kita tidak bisa keluar dari sini dengan aman sebelum pihak kepolisian bisa menangkap mereka semua dan menstabilkan situasinya jadi sebaiknya kita semua tetap disini saja, aku tidak ingin kita bentrok dengan pihak kepolisian karena akan sangat merugikan kita" ucap Sean Arthur sambil kembali menikmati rokoknya itu.


"Iya Bos, lagipula tindakan kita adalah tindakan membela diri jadi di benarkan oleh hukum" ucap Doni.


Malam semakin larut dan sudah jam 00.30 wib kini sudah tidak ada satupun suara ledakan yang terdengar oleh mereka.


"Bos silahkan, hanya ini saja kue kue yang saya temukan di dapur" ucap pengawal pribadinya itu sambil meletakkan dua piring besar berisi aneka kue kue di depan Sean Arthur yang masih duduk di atas lantai bersandar ke dinding restoran itu.


"Satu saja disini satu lagi untuk kalian" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil menyimpan pistolnya ke pinggangnya lagi.


"Bos di luar sana sangat sepi namun api masih membara" ucap Roni yang masih mengawasi bagian luar restoran.


"Jika Alex belum sampai sini berarti belum aman jadi tetap siaga" ucap Sean Arthur sambil menyimpan rokoknya di asbak dan mengambil satu kue lalu menggeser piring besar tersebut ke dekat Doni yang duduk di sebelahnya.


"Siap Bos" ucap Roni sambil terus mengawasi bagian luar restoran itu dengan sangat teliti karena dia tidak ingin ada penembak jitu yang luput dari pengawasannya.


Setengah jam lagi berlalu situasi masih belum berubah masih penuh ketidakpastian.


Doni kemudian berdiri dan menggantikan posisi Roni demikian juga para pengawal pribadi Sean Arthur


"Bos polisi sudah bergerak dari lawan arah barusan melintasi depan restoran kita ini" ucap Roni tidak lama kemudian.


"Baguslah sebentar lagi situasi sudah bisa dikendalikan oleh pihak kepolisian" ucap Sean Arthur sambil menikmati kopinya dan kembali menyalakan sebatang rokoknya lagi.


"Semoga saja pihak kepolisian bisa mengungkap dalang kejadian ini dan jika tidak maka kita habisi saja Anton itu" ucap Sean Arthur sambil melihat jika ponselnya berbunyi.


Sean Arthur kemudian mengambil ponselnya dan ternyata panggilan telepon itu dari Alex.


"Alex bagaimana situasinya" ucap Sean Arthur menjawab panggilan telepon itu.


"Bos, pihak kepolisian sudah berhasil mengepung mereka dan satu persatu mulai di tangkap dan dimasukkan ke bis polisi" ucap Alex melalui telepon selulernya.


"Bagus, jika sudah aman kemarilah" ucap Sean Arthur.


"Siap Bos, saya akan ke sana jika situasi sudah normal kembali" ucap Alex dan panggilan telepon itu kembali di putuskan oleh Sean Arthur.


"Pihak kepolisian sedang melakukan penangkapan terhadap mereka jadi sebentar lagi kita bisa pulang" ucap Sean Arthur sambil menyimpan kembali ponselnya di saku celananya.


"Bos, Anton sampai menggerakkan banyak anak buahnya seperti ini sebenarnya apa tujuannya bukankah ini sangat merugikan dia" ucap Doni.


"Entahlah aku juga tidak bisa mengetahui bagaimana jalan pemikirannya namun ini membuktikan jika dia memiliki kekuatan besar di belakangnya dan kita harus bisa mencari tahu lalu menghancurkan semuanya" ucap Sean Arthur.


"Lalu apa kita tidak sebaiknya segera menangkap kedua orang yang sedang kita awasi itu" ucap Doni kembali.


"Biarkan saja dulu, kita tidak bisa bergerak dengan sembrono karena biar bagaimana pun juga aku tidak ingin sampai kita mendapatkan masalah kedepannya jika kita salah langkah, sekarang bukan jamannya untuk bertindak seperti koboi jalanan seperti mereka namun era dimana kita menggunakan pikiran dan taktik yang jitu" ucap Sean Arthur sambil tersenyum hangat ke Doni.


"Saya paham dengan maksud dan tujuan Bos, saya akan sampaikan ke mereka disana agar tetap mencari celah untuk menangkap mereka berdua" ucap Doni sambil mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan singkat ke anak buahnya yang mengawasi kedua orang tua yang merupakan ayah angkat dari Rico dan Ardhi.


"Bos, mobil mobil pemadam kebakaran sudah datang dan sedang mematikan kendaraan kendaraan yang terbakar itu dan mayat mayat itu juga sudah di evakuasi oleh ambulans" ucap Roni yang mengawasi apa yang terjadi di luar melalui jendela restoran.