Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Rico dan Ardhi di sekap



Lima menit lagi berlalu……


"Gunawan cek email mu sudah aku emailkan" ucap Sean Arthur sambil menyimpan kembali ponselnya di atas meja lalu menyalakan sebatang rokoknya lagi.


"Baik Bos email sudah masuk sebentar saya cek dulu" ucap Gunawan dengan sangat hormat sambil mematikan rokoknya dan langsung memainkan mouse dan keyboard laptopnya.


Lima menit lagi berlalu…..


Monitor itu menyala kembali dan terlihat lokasi GPS mobil Lamborghini Ardhi dan beberapa monitor kini menayangkan rekaman cctv mobil Lamborghini itu.


Semuanya melihat jika mobil Ardhi terparkir di pinggir jalan juga namun tidak ada tanda tanda Ardhi dan Rico ada di dalam mobil.


Rekaman video itu kemudian memperlihatkan waktu mobil Lamborghini itu datang dan terlihat jika Rico dan Ardhi naik ke sebuah sedan Mitsubishi dan langsung melesat namun lagi lagi mereka kehilangan jejak karena rekaman cctv jalanan kembali offline.


"Dimana mereka? Kenapa mereka pergi berdua seperti ini? Gunawan apakah bisa kau ketahui pesan masuk atau data panggilan telepon Rico dan Ardhi dari jam 00 sampai 06 wib" ucap Sean Arthur sambil mengerutkan keningnya dan menghisap rokoknya kembali.


"Sebentar Bos, saya malah kelupaan dengan hal itu" ucap Gunawan yang terlihat semakin serius dengan laptopnya.


"Bos, Rico apa sering pergi dan menghilang bersama Ardhi" ucap Alex dengan sangat sopan.


"Tidak Alex, selama ini kan kau tahu jika aku pergi tidak bersama dia, dia pasti di rumah atau seandainya dia meninggalkan rumah biasanya dia pamit dengan ku, apa jangan jangan mereka menemui ayah angkat mereka?" Ucap Sean Arthur sambil mengambil ponselnya dan mengirim dia nomor telepon ke Gunawan.


"Gunawan, sekalian di cek nomor telepon yang baru aku berikan kepada mu" ucap Sean Arthur dengan penuh harapan.


"Baik Bos sebentar" ucap Gunawan dengan sangat hormat tidak ingin mengecewakan Sean Arthur.


"Bos ini sepertinya berkaitan dengan tugas yang anda berikan kepada mereka untuk membersihkan semua bawahan dari Anton yang ada di mereka, apa Anton terlihat dengan hal ini?" Ucap Alex dengan sangat sopan.


"Kita tidak bisa asal menebaknya, namun aku sangat kecewa dengan sikap mereka berdua seperti ini, jika mereka terbukti bersalah aku tidak akan segan dengan mereka" ucap Sean Arthur yang terdengar sangat datar.


"Bos, maaf apa perlu saya mengerahkan anak buah saya membantu mencari mereka berdua" ucap Alex dengan sangat sopan menjaga agar Sean Arthur tetap tenang.


"Jangan dulu, kita belum tahu apa yang terjadi dan aku tidak ingin memperlihatkan kelemahan ku" ucap Sean Arthur.


"Baik Bos" ucap Alex pelan namun terdengar oleh Sean Arthur.


Sepuluh menit berlalu dengan lama karena tidak ada seorang pun dari mereka yang berbicara lagi.


"Oke, Alex hubungi rumah dan perketat penjagaan rumah, tidak ada seorang pun yang masuk atau keluar dari dalam area rumah" ucap Sean Arthur.


"Baik Bos" ucap Alex sambil mengambil ponselnya dan menghubungi anak buahnya yang menggantikannya berjaga di villa Dago jika dia tidak disana.


"Kunci pintu gerbang, yang di dalam tidak di perkenankan keluar, yang di luar perintahkan untuk mengawasi sekitar rumah dari luar, malam ini Kalian harus benar benar menjaga area rumah Bos Besar" ucap Alex melalui ponselnya dan tidak lama kemudian mematikan panggilan telepon itu dan menyimpan kembali ponselnya di saku kemejanya.


"Bos maaf apakah internet di Villa Naga ini tersambung langsung ke satelit atau melalui perusahaan penyedia jasa internet" ucap Gunawan dengan sangat hormat menjaga agar Sean Arthur tetap tenang.


"Disini internet melalui satelit langsung dan bisa kau pakai sepuasnya, memang apa yang ingin kau kerjakan?" Ucap Sean Arthur penasaran.


"Bos, saya bisa meminta photo dari Rico dan Ardhi yang sendiri sendiri jika ada bos, saya memerlukan wajah mereka saja" ucap Gunawan dengan sangat hormat.


"Sebentar saya kirimkan" ucap Sean Arthur sambil mengirim photo Rico dan juga Ardhi ke Gunawan melalui pesan singkat.


"Sudah masuk bos, jadi saya akan meminjam kamera punya satelit dan akan menggunakan semua kamera ponsel di kota Bandung untuk mencari mereka berdua dan semoga saja berhasil karena saya paling lama hanya bisa tiga puluh detik saja, jika lewat tiga puluh detik maka kita akan terlacak oleh keamanan cyber pemilik satelit itu." Ucap Gunawan dengan sangat hormat.


"Gunawan lakukanlah karena jika tidak maka aku akan pakai cara manual" ucap Sean Arthur sambil berdiri dan mendekati Gunawan lalu berdiri di belakang Gunawan.


Gunawan langsung bekerja dan dia memulai rencana pencariannya melalui penyadapan kamera satelit dan kamera ponsel yang online di seluruh kota Bandung dan sekitarnya.


Monitor monitor itu menyala dan kini terlihat rekaman rekaman jutaan kamera silih berganti dengan sangat cepat dan tepat detik ke dua puluh delapan sebuah monitor memperlihatkan gambar dua orang yang terikat baik tangan maupun kakinya di sebuah ruang tamu.


Gunawan langsung mematikan pencariannya itu di detik ke dua puluh sembilan untuk mengantisipasi terjadinya pelacakan oleh pihak keamanan satelit dan yang lainnya.


"Bos itu mereka, namun dimana mereka berada?" ucap Gunawan yang tidak tahu dimana Alex dan Ardhi di sekap.


"Alex, apa kau tahu itu dimana?" ucap Sean Arthur melemparkan pertanyaan Gunawan ke Alex.


"Maaf Bos saya tidak mengetahui lokasi itu dan sepertinya mereka berdua terluka cukup parah, lihatlah meskipun bibir mereka tertutup lakban tapi bekas darah terlihat di pakaian mereka, ini sangat aneh karena mereka berdua seharusnya jika kondisi fit bisa mengalahkan sepuluh orang dengan mudah" ucap Alex sambil melihat monitor yang memperlihatkan Rico dan Ardhi yang sedang terikat di sebuah ruang tamu.


"Alex, apa lagi yang yang bisa kau lihat dari sana" ucap Sean Arthur sambil melihat ke arah monitor itu.


"Bos, Ada lima orang di sana karena ada tujuh cangkir kopi, dan mereka sepertinya sempat meminum kopi di sana, bahkan di asbak itu terlihat jika Ardhi dan Rico sempat menyalakan rokoknya sampai tiga batang, ini berarti mereka berada di tempat orang yang mereka kenal dengan baik, namun sepertinya kopi mereka mengandung obat bius atau mungkin di gelasnya, karena lihatlah bos ada sebatang rokok Ardhi yang masih panjang dan jatuh di lantai dan matinya karena di injak, sedangkan di sana ada asbak dan Ardhi tidak pernah membuang rokoknya dan mematikannya dengan cara itu, Ardhi selalu menggunakan asbak jika disana ada asbak" ucap Alex menjelaskan pengamatannya terhadap gambar itu.