Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Obrolan meja makan



Matahari telah bersinar terang dan tepat jam 12.00 wib Sean Arthur terbangun dari tidurnya dan langsung membersihkan dirinya lalu melangkah menuju ruang makan dan tampak jika Alex dan Rico beserta Gunawan sudah menunggunya.


"Wah kalian semua sudah bangun lebih awal ternyata" ucap Sean Arthur sambil duduk di kursinya yang terpisah dari kursi lainnya karena memang meja makan itu besar sanggup menampung dua puluh orang namun hanya di taruh sepuluh kursi saja oleh bawahannya.


"Kami juga baru sampai Bos" ucap Alex dengan sangat hormat dan Rico beserta Gunawan hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Ayo kita isi dulu perut kita ini" ucap Sean Arthur sambil mengambil makanannya.


Mereka berempat menikmati makan siang mereka dengan sangat menikmati hidangan yang telah di sajikan oleh para koki yang bekerja untuk Alex yang memang di ambil oleh Alex dari restoran restoran terkemuka sehingga hidangan yang mereka nikmati merupakan hidangan yang sangat lezat.


"Alex, bagaimana dengan pembangunan tembok pagar rumah kita ini apa sudah selesai?" Ucap Sean Arthur setelah mereka semua sudah menyelesaikan makan siang mereka dan piring piring bekas mereka makan juga sudah di ambil kembali oleh para pelayan di rumah itu.


"Bos, sore hari ini akan selesai semuanya dan di lanjutkan dengan pembangunan ruang kerja baru untuk anak buah Gunawan karena saya melihat jika mereka sebaiknya bekerja di ruangan khusus yang memiliki ventilasi dan pencahayaan yang baik, target saya satu minggu selesai karena saya meminta pihak konstruksi untuk membawa banyak pekerja.


"Alex kerjakan apa yang menurutmu baik, dimana kau akan membangun ruang kerja itu" ucap Sean Arthur.


"Bos vila sebelah kanan kita akan sementara akan di isi oleh anak buah Gunawan, dan dari pagi mereka sudah pindah kesana, jadi ruang kerja mereka nantinya akan ada di belakang vila sebelah kanan, dan saya berencana untuk membangun beberapa rumah juga di sana untuk kediaman mereka nantinya jadi villa utama sebelah kanan bisa jadi ruang pertemuan saja" ucap Alex dengan hormat.


"Alex kenapa tidak villa sebelah kanan tetap jadi ruang kerja mereka saja dan yang di bangun oleh mu adalah rumah untuk mereka, namun apakah keluarga mereka mau tinggal satu lingkungan dengan kita" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Bos, saya sudah menanyakan hal ini ke semua anak buah saya dan mereka senang bisa tinggal disini karena selain luas udara disini juga sangat bagus, mereka senang menjadi bagian dari keluarga besar Bos" ucap Gunawan mendahului ucapan Alex.


"Benar Bos saya sudah menanyakan hal ini kepada mereka dan mereka memang berharap bisa terus menjadi keluarga Bos, saya tidak tahu apa yang sampaikan oleh Gunawan kepada mereka" ucap Alex dengan hormat.


"Saya hanya meminta mereka bekerja saja, namun mereka semua memang merasakan jika Bos Sean Arthur tidak pernah menekan mereka dalam pekerjaan mereka selama ini berbeda dengan tempat mereka bekerja dulu yang semuanya di hitung oleh waktu jadi saya rasa itulah sebabnya mereka betah bekerja sebagai tim cyber bos ditambah lagi Bos menyiapkan fasilitas yang jauh lebih baik dari siapapun" ucap Gunawan.


"Jika memang keputusan Bos menjadikan villa kanan sebagai ruang kerja mereka maka saya pamit dulu Bos untuk menemui kontraktor yang akan mengerjakan tanah belakang villa sebelah kanan karena perubahan ini harus segera saya sampaikan kepada mereka" ucap Alex dengan hormat sambil berdiri dan menghadap ke Sean Arthur.


"Alex bangun rumah lebih banyak saja di belakang villa kanan kiri untuk kalian semua yang masih tinggal di luar, berapapun biayanya sampaikan saja ke Ardhi dia akan menyiapkannya" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Alex.


"Siap Bos jika demikian maka saya tidak akan sungkan" ucap Alex sambil meninggalkan mereka bertiga.


"Bos terima kasih atas kebaikan anda sudah mempekerjakan kami dan terima kasih atas fasilitas yang anda berikan" ucap Gunawan dengan hormat.


"Baik Bos, terima kasih namun semua kebutuhan kami sudah di siapkan oleh Alex dan kami memang tidak terbiasa bepergian namun lebih senang di bekerja di balik layar" ucap Gunawan dengan hormat.


"Oke, lalu bagaimana dengan saham milik perusahaan geng serigala apakah sudah kau turunkan." Ucap Sean Arthur sambil kemudian menyalakan sebatang rokoknya.


"Kemarin kami membuat saham itu terjun jauh dan harusnya sore nanti sudah dinyatakan bangkrut saya juga sudah mengatur agar nilai saham perusahaan perusahaan utama anda naik


perlahan agar tidak mencolok perhatian siapapun tentunya" jawab Gunawan dengan hormat sambil tersenyum hangat ke Sean Arthur.


"Baguslah lalu apa sudah ada yang kau temukan dari barang barang tim cyber geng serigala yang semalam kami bawa" ucap Sean Arthur kembali.


"Belum ke pegang Bos, rencana saya sore ini kami akan memeriksanya, karena ada beberapa hal yang harus kami kerjakan terlebih dahulu dengan sistem pertahanan cyber kita agar kita tetap tidak terlacak oleh siapapun" ucap Gunawan sambil kemudian menyalakan sebatang rokoknya dan sudah lima batang sebelumnya dia hisap.


"Oke, lanjutkan saja dan jika menemukan sesuatu segera kirim pesan singkat kepadaku atau hubungi aku jika urgent" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Gunawan dan Rico.


"Siap Bos, saya ijin pamit untuk kembali ke villa kanan" ucap Gunawan sambil berdiri.


"Pergilah dan ingat pesan pesanku" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil melihat Gunawan meninggalkan mereka.


"Bos apakah hari ini kita akan pergi lagi" ucap Rico yang masih duduk santai di sana.


"Rico bagaimana dengan tim cyber Cimahi apakah sudah beres" ucap Sean Arthur.


"Beres Bos semuanya menjadi makanan buaya jadi tidak ada bukti yang memberatkan anda" ucap Rico dengan hormat.


"Baguslah, aku hari ini akan ke kantor saja, karena Ardhi masih di kota Garut bersama Intan, siapkan mobil Bentley saja dan anak anak buahmu gunakan SUV Mitsubishi saja agar tidak mencolok" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Baik Bos saya pamit dulu untuk menyiapkan mobil" ucap Rico sambil bergegas meninggalkan ruang makan itu.


Sean Arthur kemudian berdiri dan melangkah menuju ruang kerjanya untuk mengambil laptopnya setelah itu dia melangkah menuju teras rumahnya dimana Rico sudah siap dengan anak buahnya.


Sean Arthur kemudian naik ke mobil sedan Bentley miliknya dengan Rico sebagai sopirnya, dia memang lebih nyaman hanya berdua di dalam mobil bersama Rico karena tidak ingin ada orang lain yang mengetahui langkah langkahnya.