Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Mengumpulkan anak buah 1



"Baik Bos nanti saya akan memerintahkan bawahan saya untuk mengetahui hal hal itu" ucap Alex.


"Baiklah aku akan ke ruang kerjaku jika ada apa apa kabari saja langsung" ucap Sean Arthur sambil berdiri


"Siap Bos" ucap Alex dan Rico dengan sangat hormat.


Sean Arthur langsung berjalan ke lantai dua lokasi ruang kerjanya berada dan langsung memasukinya dia berdiri melihat jendela kaca besar yang mengarah ke halaman belakang rumahnya.


Dia kemudian mengambil radio komunikasi miliknya yang terhubung dengan semua orang yang berjaga dan tinggal di area villa nya.


"Alex bisa naik ke ruang kerjaku" ucap Sean Arthur melalui radio komunikasi itu.


"Baik sebentar saya ke atas Bos" jawab Alex melalui radio komunikasi itu.


"Bos ada yang bisa saya bantu?" Ucap Alex yang sudah sampai di ruang kerja Sean Arthur.


"Alex aku baru tahu jika banyak anak anak kecil di area rumah ini" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil tersenyum melihat anak anak kecil berlarian di halaman belakang rumahnya.


"Iya bos, anak buah Rico kan banyak yang membawa keluarganya pindah kesini demikian juga dengan anak buah Gunawan jika anak buah saya yang memiliki anak kecil hanya beberapa orang saja." Ucap Alex dengan sangat hormat sambil melihat ke halaman belakang juga.


"Alex bangun Arena bermain untuk mereka dan sekolahkan mereka semua di satu tempat, tanggung biaya sekolah mereka, siapkan Juga beberapa minibus atau mobil MPV untuk antar jemput mereka beserta pengemudi nya ini berlaku untuk semua anak bawahan kalian ya, termasuk yang sudah kuliah agar di antar jemput oleh mobil kita saja, aku ingin mereka dari kecil hingga menjadi besar nanti mendapatkan pendidikan yang baik dan bagus seperti ayah ku yang mengambil ku dari panti asuhan dulu, lalu setelah mereka lulus kuliah sampaikan kepada Ardhi agar menyiapkan pekerjaan untuk mereka" ucap Sean Arthur menjelaskan keinginannya sambil terus melihat anak anak kecil yang bermain di tanah kosong di belakang rumahnya yang masih ratusan hektar luasnya.


"Bos saya tidak bisa berkata lain selain terima kasih, mereka semua pasti senang mendengar keputusan anda ini" ucap Alex dengan terbata bata.


"Alex lihatlah mereka sangat polos aku tidak ingin mereka besar di kehidupan yang seperti kita, aku ingin mereka sukses cukup kita dan orang tua mereka saja yang mempunyai dua sisi kehidupan" ucap Sean Arthur kembali sambil menyalakan sebatang rokoknya.


"Mereka harus menjadi penerus yang berhati baik dan solid satu dan yang lainnya harus mendapatkan hal hal baik secara merata jangan ada kesenjangan sosial antara mereka dan pastikan hal ini dengan baik sampaikan juga ke orang tua mereka" ucap Sean Arthur lagi melanjutkan ucapannya.


"Siap Bos, saya akan memastikan semua yang anda inginkan berjalan dengan baik, saya pamit dulu Bos untuk mengurus semuanya" ucap Alex dengan sangat hormat dan langsung membalikkan badannya lalu keluar dari dalam ruang kerja Sean Arthur.


Sean Arthur kemudian duduk di kursi kerjanya dan membuka laptopnya serta menyalakannya, bersamaan dengan ponselnya berdering.


"Ardhi ada apa" ucap Sean Arthur menjawab panggilan telepon itu.


"Baguslah lalu hal apa yang membuatmu menghubungi ku pagi ini" ucap Sean Arthur sambil bersandar di kursinya.


"Bos, sudah empat anak perempuan kecil kita yang bangkrut dan lagi saya mendengar kabar anda memiliki piutang ke grup harimau, namun saya tidak mengetahui siapa itu grup harimau, saya mencari datanya namun tidak menemukannya" ucap Ardhi.


"Itu berita fiktif yang sengaja aku hembuskan, dan cepat sekali terdengar oleh mu, sudah tidak perlu di bahas soal itu, tugasmu adalah memberikan pekerjaan kepada semua pekerja yang dirumahkan, dan menghentikan semua bisnis ilegal kita, pastikan hal ini baik baik, saat ini kesalahan kesalahan kecil bisa menjadi bumerang bagi kita" ucap Sean Arthur dengan santai sambil kemudian menghisap rokoknya.


"Siap Bos jika demikian, hanya usaha diskotik saja yang sedikit keluar jalur dan saya memiliki ide untuk merubah semua diskotik kita menjadi usaha lain yang lebih menguntungkan namun saya tidak yakin para pekerjanya semuanya bisa" ucap Ardhi


"Usaha apa yang kau rencanakan?" Ucap Sean Arthur


"Bos, bagaimana jika di rubah menjadi restoran atau kafe kafe mewah saja dengan jumlah pekerja diskotik yang mencapai dua ribu orang maka kita bisa mempunyai minimal dua ratus kafe dan restoran, tentunya dengan sedikit pelatihan untuk mereka dan saya rasa selama gaji mereka sama mereka tidak keberatan yang saya ragukan adalah tenaga keamanan dan ini saya ragu mungkin bos memiliki pandangan lain" ucap Ardhi.


"Siapkan saja Kafe dan restorannya dan tarik mereka semua yang bekerja di diskotik kita, aku akan urus ini bersama Alex dan Rico karena tenaga keamanan diskotik adalah anak buah mereka dan sudah sepantasnya mereka yang mengurusnya bukan kita, jika mereka keluar dari kita maka kita habisi saja mereka, prinsip ku kau kan tahu keinginan ku adalah mutlak" ucap Sean Arthur sambil mematikan rokoknya yang sudah habis lalu menyalakan sebatang lagi rokoknya.


"Siap bos, dalam waktu empat sampai lima hari akan terealisasi dan jika demikian mulai hari ini usaha diskotik kita dinyatakan dihentikan selamanya" ucap Ardhi yang terdengar sangat hormat.


"Oke lanjutkanlah tugasmu, ingat hentikan penjualan saham, aku tidak ingin ada lagi saham kita dimiliki oleh geng serigala meskipun itu hanya satu persen" ucap Sean Arthur.


"Siap Bos" jawab Ardhi yang terdengar sangat hormat dan Sean Arthur langsung mematikan sambungan telepon itu.


"Sudah waktunya era baru, grup naga di bawah kepemimpinan ku harus berubah" ucap Sean Arthur berbicara sendiri sambil mengambil radio komunikasi miliknya.


"Alex dan Rico naiklah kesini ada hal yang harus aku sampaikan" ucap Sean Arthur melalui radio komunikasi itu dan langsung dia simpan kembali di atas meja.


Alex dan Rico yang sedang di halaman belakang membicarakan tentang taman bermain dengan pihak kontraktor langsung bergegas menuju ruang kerja Sean Arthur bersamaan.


Tidak sampai lima menit kedua anak buah kepercayaan Sean Arthur itu sudah berdiri di depan Sean Arthur.


"Aku sudah memutuskan untuk berhenti memiliki diskotik jadi panggil semua anak buah kalian ke Villa Ciwidey ada hal yang ingin aku tanyakan kepada mereka, jika nantinya ada salah seorang dari mereka yang terlihat membelot maka kalian tahu bukan apa yang harus dilakukan jika sudah siapkan helikopter karena kita kesana naik helikopter saja" ucap Sean Arthur dengan ramah namun tegas.


"Siap Bos" ucap keduanya kompak dan langsung membalikkan badannya dan bergegas keluar dari dalam ruang kerja Sean Arthur.