Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Bukti Pembelian Senjata



"Itu benar aku juga berpikiran seperti itu, Ardhi jatuh cinta dengan anak Penolong ku, ya semoga saja ini jodoh mereka berdua jadi kehidupan anak penolongku itu bisa lebih baik nantinya" ucap Sean Arthur.


"Benar Bos jika Bos Ardhi menikah nanti tinggal Bos seorang yang single, apakah perlu saya carikan jodoh untuk Bos" ucap Rico sambil tertawa kecil.


"Rico, apakah kau pernah di hukum olehku berlari mengikuti mobil, atau kau ingin mencobanya sekarang" ucap Sean Arthur mencandai Rico.


"Bos maaf saya hanya bercanda sama Bos, saya ini sudah tua sudah tidak kuat Bos untuk berlari jauh jauh" ucap Rico dengan sangat hormat dan nada suaranya terdengar sangat sopan.


"Aku belum memikirkan untuk mencari pasangan, karena aku ingin membersihkan semua bisnis ilegal kita terlebih dahulu" ucap Sean Arthur dengan santai sambil menikmati rokoknya.


"Bos soal diskotik, semalam saya sudah membahasnya dengan Alex dan kami berpikiran untuk membeli diskotik nya saja jadi kami bisa mempekerjakan mereka di diskotik kami sendiri" ucap Rico.


"Rico aku tidak setuju jika kau dan alex mau berbisnis restoran silahkan dan akan aku berikan modalnya namun untuk menambah bisnis ilegal aku tidak mau lagi, justru diskotik diskotik dan tempat spa milikku saja mau aku tutup lha ini kau malah ingin membukanya sendiri" ucap Sean Arthur kembali.


"Bos, saya tidak yakin anak buah saya dan Alex yang biasanya menjadi tukang pukul jadi pelayan restoran ntar yang ada kesinggung sedikit saja mereka malah memukuli konsumen" ucap Rico dengan hormat.


"Rico, semua itu ada masanya dan memerlukan waktu penyesuaian jadi janganlah seperti itu, begini saja aku berikan mereka gaji sampai enam bulan ke depan namun kalian stop bisnis Keamanan diskotik dan tempat hiburan lainnya lalu biarkan mereka bekerja di luar bidang mereka, jika perlu seandainya mereka memang tidak bisa maka kita jadikan saja mereka tenaga keamanan khusus untuk perusahaan perusahaan ku bagaimana menurut mu" ucap Sean Arthur.


"Bos, saya akan membicarakan hal ini dahulu dengan Alex karena saya tidak bisa mengambil keputusan sendiri" ucap Rico dengan hormat.


"Aku kadang bingung sama kalian berdua, aku memiliki banyak usaha tapi kalian masih saja memiliki usaha jasa keamanan untuk tempat hiburan malam" ucap Sean Arthur kembali.


"Bos, ini kan peninggalan dari Bos Besar, dulu malah semua jalanan kami kuasai, demikian juga dengan terminal terminal, semuanya setoran sama kami bos" ucap Rico spontan tanpa berpikir sama sekali.


"Oke jika begitu bagaimana jika mulai malam nanti kau berjaga di gerbang rumah ku saja, dan ini kau lakukan setiap malam" ucap Sean Arthur mencandai Rico kembali.


"Bos, janganlah bisa encok aku jika harus berdiri semalaman menjaga gerbang, biarkanlah cukup anak buah saya dan Alex saja yang berjaga di gerbang rumah Bos, maaf Bos, tadi saya berbicara tidak berpikir" ucap Rico.


"Maaf Bos, kami berdua terlalu egois selama ini, saya akan membicarakan hal ini dengan Alex nanti setelah kita kembali ke rumah" ucap Rico sambil memarkirkan mobilnya di parkiran kafe kopi milik Gunawan.


"Rico bawa masuk saja semua anak buah mu jika di luar akan menarik perhatian orang lain soalnya dan jangan lupa bawa juga barang barang itu" ucap Sean Arthur sambil turun dari mobilnya dan langsung di sambut oleh Gunawan.


"Siang Bos, mari silahkan masuk" ucap Gunawan dengan sangat sopan.


Sean Arthur hanya tersenyum dan melangkah bersama Gunawan ke dalam Kafe kopi milik Gunawan itu.


"Wah sepertinya ini berat, jika demikian ayo kalian berempat ikut aku saja, sekalian di letakkan di ruang kerjaku" ucap Gunawan sambil melihat mereka berempat dan langsung mengajak ke empat orang itu untuk mengikutinya ke ruang kerjanya.


"Gunawan, barang barang itu seperti laptop, ponsel dan barang barang lain adalah milik orang orang geng serigala, di dalamnya juga ada video video yang harus kau cek keasliannya, jika seandainya ada yang bisa untukmu jadikan bahan laporan untuk pihak kepolisian maka gunakan saja namun jangan berkaitan dengan ayah ku" ucap Sean Arthur setelah duduk satu meja dengan Gunawan sedangkan Rico duduk bersama dengan anak buahnya sambil menikmati kopi dan cemilan yang sudah disajikan oleh anak buah Gunawan.


"Bos, tenang saja saya akan mengaturnya dengan baik, saya juga sudah memberikan kejutan untuk Tomi, sebentar lagi juga dia akan di panggil dan di periksa atau mungkin akan di tangkap oleh pihak kepolisian" ucap Gunawan dengan hormat.


"Bisa kau perjelas maksud ucapan mu itu" ucap Sean Arthur sambil kemudian meminum sedikit kopinya.


"Bos, semalam pada saat penangkapan tangan kanan Tomi ada banyak senjata di jip berwarna hitam itu dan bodohnya Tomi dia masih menyimpan sebuah video waktu dia membeli senjata senjata itu bahkan saat dia memberikan senjata api itu ke tangan kanan nya, dia dengan bangganya merekam hal itu, saya mengedit sedikit video video itu agar berbeda dengan yang ada di ponselnya Tomi jadi seandainya dia di perlihatkan oleh pihak kepolisian maka dia akan melihat jika video itu dari sudut pandang yang berbeda dengan yang dia buat, saya juga sudah melacak penjual senjata senjata api itu dan sudah mengirimnya ke pihak kepolisian juga" ucap Gunawan dengan hormat dan menjelaskan dengan detail.


"Bagus meskipun dia mengelak namun dia untuk sementara waktu akan di sibukkan lalu apa lagi yang sudah kau kerjakan" ucap Sean Arthur dengan santai.


"Bos, saya dan anak buah saya sudah memeriksa semua ponsel anak buah bos namun tidak ada hal penting yang saya temukan hanya permintaan uang saja dari mereka ke Tomi, hal ini tentunya tidak bisa kita gunakan, lalu apakah nanti malam saya kembali membangkrutkan anak perusahaan Bos" ucap Gunawan dengan hormat.


"Tentu saja, setiap malam bangkrutkan saia, aku sudah meminta anak buahku untuk mengurus para karyawan perusahaan kecil itu untuk di pindahkan semuanya satu minggu setelah dinyatakan bangkrut, namun pastikan semuanya berjalan aman untuk kita semua, ingat satu kesalahan kecil akan berdampak besar bagi kita semua" ucap Sean Arthur.