
"Bos, mobil sudah siap" ucap Rico yang sudah kembali ke ruang tamu dan menemui Sean Arthur.
"Alex tetap waspada, jangan sampai ada penyusup yang datang kesini" ucap Sean Arthur sambil berjalan ke arah Pintu.
Alex langsung bergerak dan mendampingi Sean Arthur lalu membukakan pintu mobil SUV Mitsubishi yang terparkir di depan teras.
"Siap Bos, saya akan menjaga villa ini dengan baik" ucap Alex sambil memegangi pintu mobil dan menutupnya setelah Sean Arthur naik ke dalam mobil itu.
Enam SUV Mitsubishi melesat keluar dari dalam villa itu dan karena jalanan kota Bandung malam ini sangat kosong Rico bisa memacu mobilnya sampai seratus kilometer per jam.
Tiga puluh menit berlalu dan kini mereka sudah mulai memasuki kota Cimahi.
"Bos kita sudah sampai kota Cimahi, lanjut kemana ya Bos" ucap Rico dengan sangat hormat sambil memelankan laju mobilnya.
"Rico lurus saja arah Padalarang, lokasinya nanti ada di pinggir jalan, pelan pelan saja tidak perlu terburu buru" ucap Sean Arthur sambil mengambil ponselnya yang dia letakkan di sampingnya.
"Baik Bos" jawab Rico sambil memelankan laju mobilnya menjadi hanya tiga puluh kilometer per jam.
"Gunawan, apakah cctv jalanan sudah di bersihkan" ucap Sean Arthur melalui panggilan telepon ke Gunawan.
"Sudah bos, namun jika bisa jangan melewati angka seratus kilometer per jam, kecepatan stabil di lima puluh kilometer per jam lebih baik Bos" jawab Gunawan melalui ponsel.
"Oke dan kenapa ada dua perusahaan kecil ku yang kau buat bangkrut pagi ini" ucap Sean Arthur kembali melalui ponselnya itu.
"Maaf Bos mau tidak mau harus dua duanya karena sahamnya sama bos grafiknya jika hanya salah satu maka akan sedikit timbul kecurigaan dari para pemain bursa dan dewan pengawas" Jawab Gunawan dengan suara yang terdengar sangat sopan.
"Oke jika demikian, pantau juga radio pihak kepolisian karena aku takutnya kita lebih dari lima menit di lokasi" ucap Sean Arthur melalui ponselnya itu.
"Baik Bos, jika ada yang sampai menghubungi pihak kepolisian maka saya akan membuat pengalihan" jawab Gunawan dengan sangat sopan.
"Oke, lanjutkan tugasmu kabari aku jika ada sesuatu hal yang membahayakan kami" ucap Sean Arthur sambil terus mengawasi jalanan.
"Siap Bos" jawab Gunawan bersamaan dengan Sean Arthur mematikan panggilan telepon itu.
"Rico, seratus meter lagi di sebelah kiri ada sebuah rumah besar dengan tembok pagar warna biru, biasanya gerbangnya tidak di tutup jadi langsung masuk dan langsung lumpuhkan semua orang yang ada di dalam sana" ucap Sean Arthur sambil menepuk pundak Rico.
"Siap Bos" ucap Rico sambil mengambil radio komunikasi miliknya.
"Kalian bersiap setelah aku berhenti langsung masuk ke dalam rumah target dan lumpuhkan semua orang yang ada di sana" ucap Rico melalui radio komunikasi itu.
"Siap Bos" jawab anak buahnya Rico melalui radio komunikasi.
Lima SUV Mitsubishi langsung masuk ke dalam gerbang itu dan langsung masuk ke dalam rumah besar itu untuk melumpuhkan semua orang yang ada di sana.
"Sudah lima menit, Rico, kau masuk dan lihat mereka jangan di lepas bawa radio komunikasi mu dan jika ada masalah panggil lagi anak buahmu yang lain." Ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Baik Bos" ucap Rico sambil mengambil ponselnya dan juga radio komunikasi miliknya lalu turun dari dalam mobil dengan membiarkan mobil itu tetap menyala.
Rico langsung masuk ke dalam rumah itu untuk melihat kerja anak buahnya dan melihat jika ada delapan orang yang sudah tergeletak di ruang tamu rumah itu dan sedang di ikat tangannya.
"Ambil semua barang barang disini, seperti laptop, ponsel hard drive atau yang lainnya termasuk juga dengan dvr cctv, bersihkan semuanya dan delapan orang tetap disini menjaga mereka, aku akan melapor dulu kepada Bos Besar" ucap Rico sambil tersenyum puas dan melangkah menuju mobilnya kembali.
"Bos, hanya ada delapan orang lalu apakah kami harus membawa mereka juga" ucap Rico dengan hormat dan masih di luar mobil.
"Bawa saja, namun jangan dengan mobil yang ada di dalam karena kita akan ke tempat lain, panggil saja tiga atau empat mobil untuk membawa mereka" ucap Sean Arthur dengan santai.
"Siap Bos" ucap Rico dengan hormat sambil melihat kaca jendela mobil di naikan kembali oleh Sean Arthur.
"Empat mobil kemari bawa delapan orang tangkapan kami dan barang barang lain dari sini" ucap Rico melalui radio komunikasi miliknya.
Tidak memerlukan waktu lama hanya beberapa menit terlihat masuk empat mobil MPV Nissan yang merupakan mobil listrik ke dalam rumah itu melewati Rico.
Rico langsung masuk kembali dan menyampaikan arahannya ke anak buahnya yang baru datang itu namun ponselnya berbunyi dan ternyata yang menghubunginya adalah Sean Arthur.
"Rico, barang barang bawa ke rumah kita langsung berikan ke Gunawan dan delapan orang itu bawa saja penangkaran buaya, aku tidak membutuhkan delapan orang itu" ucap Sean Arthur terdengar melalui ponselnya itu.
"Siap Bos" ucap Rico menjawab melalui ponselnya dan panggilan telepon itu langsung dimatikan oleh Sean Arthur.
"Delapan orang ini jadikan makanan buaya, dan Barang barang ini bawa pulang berikan ke Gunawan" ucap Rico dengan sangat tegas ke salah seorang anak buahnya yang baru datang itu.
"Siap Bos, tiga unit mobil akan membawa delapan orang ini dan satu unit mobil akan pulang membawa barang barang ini" ucap anak buahnya itu dengan sangat hormat.
"Oke, langsung kerjakan" ucap Rico dengan tegas.
Semua anak buah Rico langsung bergerak dan memasukan delapan orang itu ke dua mobil MPV paling depan dan masing masing empat orang yang dalam kondisi tangan dan kaki terikat dan mulut mereka juga di tutup dengan lakban hitam lalu kepala mereka di tutup kain hitam agar mereka tidak bisa melihat semua yang terjadi.
Tiap MPV itu juga di jaga oleh empat orang bawahan Rico sedangkan di mobil ketiga kini ada delapan orang bawahan Rico yang akan mengawal mereka menuju penangkaran buaya milik Sean Arthur di wilayah kota Cianjur.
Ketiga MPV Nissan itu langsung melesat keluar dari halaman rumah besar itu dan satu mobil MPV menyusul keluar dari dalam area rumah besar itu.
"Kalian semua bersihkan bekas tangan kalian, jangan ada sidik jari kalian atau bekas kehadiran kalian, ambil semua pakaian mereka buat seolah olah mereka semua pergi dari rumah ini dengan keinginan sendiri, aku berikan kalian waktu lima menit" ucap Rico dengan tegas.