
"Pak Sean kedatangan saya kesini sebenarnya ada satu hal lagi yaitu anak buah saya mendapatkan delapan nama direksi perusahaan anda sebagai penyalur dana kerusuhan, dan untuk kedua komisaris anda terlibat dalam pembayaran dana untuk kelompok penembak jitu" ucap Pak Rachman dengan sangat sopan namun sangat serius juga.
"Kedua komisaris itu sudah menghilang sejak dua hari yang lalu pak, dan delapan direksi itu juga tadi tidak masuk kantor kata anak buah saya, saya sudah curiga sebenarnya pak, tapi baru sebatas kecurigaan saja" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Apakah bapak kira kira tahu mereka kemana pak?" Tanya Pak Rachman dengan sopan.
"Saya takutkan mereka keluar negeri pak" jawab Sean Arthur dengan ramah.
"Jika demikian saya pamit dulu pak, saya akan mengirim surat ke imigrasi soalnya" ucap Pak Rachman sambil berdiri.
"Pak Rachman, tawaran saya akan terus berlaku untuk bapak selama saya masih hidup" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Terima kasih Pak Sean" ucap Pak Rachman sambil kemudian melangkah meninggalkan kamar perawatan Sean Arthur itu dan tidak lama kemudian terlihat jika Rico masuk kembali.
"Rico ternyata ayah angkat mu yang membayar orang untuk membunuh ku" ucap Sean Arthur pelan namun masih terdengar.
"Bos, dia hanya sekedar nama saja untuk saya, sedangkan anda adalah orang yang sangat berarti untuk saya, jika saya melihatnya maka saya sendiri yang akan menghabisinya" ucap Rico bersuara pelan juga karena di luar ada petugas kepolisian.
"Sudahlah, sekarang yang penting kau sudah mengetahui kebenarannya, yang jelas aku tidak akan melepaskan siapapun" ucap Sean Arthur.
"Iya Bos" jawab Rico.
"Aku mau ttidur tolong matikan televisinya" ucap Sean Arthur sambil memejamkan matanya dan Rico langsung mematikan televisi itu.
Rico kemudian berjalan ke sofa yang ada di kamar itu dan duduk lalu ikut tertidur juga.
……
Dua minggu berlalu dengan sangat cepat dan hari ini Sean Arthur sudah di perbolehkan untuk pulang sedangkan pasien lainnya sudah pulang beberapa hari yang lalu demikian juga dengan Doni, Roni dan kelima orang pengawal pribadi Sean Arthur.
Saat ini Sean Arthur sudah di dalam mobil bersama Alex.
"Bos, sesuai pesan anda tidak ada penjemputan untuk anda" ucap Alex dengan sangat hormat dan memang alex yang diminta untuk menemani Sean Arthur di hari terakhir di rumah sakit.
"Ayo kita pulang ke Villa Naga" ucap Sean Arthur yang duduk di kursi penumpang belakang.
"Baik Bos Besar" ucap anak buah Alex yang menjadi pengemudi.
"Alex apakah itu para pengawal ku" ucap Sean Arthur sambil melihat deretan mobil JIP WRANGLER warna hitam berderet di parkiran rumah sakit supreme itu.
"Benar Bos, dan maaf ini senjata anda" ucap Alex sambil memberikan senjata api milik Sean Arthur.
"Loh kenapa ada pada mu, bukankah seharusnya ada sama pak Rachman" ucap Sean Arthur sambil menerima senjata api miliknya itu.
"Kemarin saya mengantarkan Doni dan Roni serta kelima orang pengawal pribadi anda ke kantor Pak Rachman dan karena Pak Rachman hari ini ada kegiatan di jakarta maka beliau menitipkannya ke saya" ucap Alex dengan sangat sopan dan juga hormat.
"Lalu apakah Doni, Roni dan kelima pengawal pribadi ku sudah kembali ke Villa Naga" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil membuka sunroof mobil bentley miliknya itu.
"Ya tidak apa apa, namun selama kita belum berhasil menghapus mereka maka kita masih belum aman" ucap Sean Arthur sambil menyalakan sebatang rokoknya.
"Ahhhh nikmat, sudah dua minggu aku tidak merokok" ucap Sean Arthur lagi.
"Bos, kini situasinya bisa di bilang jauh lebih berbahaya karena Anton tidak diketahui keberadaannya" ucap Alex.
"Apa Gunawan tidak berhasil melacaknya" ucap Sean Arthur.
"Tidak Bos, mereka pergi tengah malam dan tidak ada seorang pun pengawalnya yang membawa ponsel juga" ucap Alex.
"Ya sudah mau bagaimana lagi, lalu apa kau sudah menyebar anak buah mu untuk mengamankan aset aset ku" ucap Sean Arthur yang kembali menghisap rokoknya dalam dalam.
"Sudah Bos, namun yang jelas Anton tidak ada di kota bandung bos berdasarkan informasi dari Gunawan" ucap Alex.
"Apakah kepergiannya setelah kematian ayah angkat Rico" ucap Sean Arthur.
"Benar Bos, jam sembilan malam ayah angkat Rico di eksekusi dan jam sepuluh malam mereka meninggalkan rumahnya" ucap Alex.
"Oke sudah jelas jika demikian, ayah kandung Anton adalah ayah angkat Ardhi" ucap Sean Arthur.
"Jadi dalang sebenarnya adalah ayah angkat Ardhi" ucap Alex.
"Benar, karena dialah yang menyimpan manager restoran asia itu, jadi sekarang kau hubungi anak buah mu untuk mencari manager restoran asia dan membawanya ke Villa Ciwidey" ucap Sean Arthur dengan tenang dan kembali menghisap rokoknya.
"Baik Bos" ucap Alex sambil kemudian mengirimkan pesan singkat ke anak buahnya yang sudah dia tugaskan untuk menjaga manager restoran asia itu secara tersembunyi.
"Alex apa yang kau pikirkan" ucap Sean Arthur yang melihat jika Alex sedang berpikir keras sambil memegang kepalanya.
"Bos, apakah ada orang lain yang di tempatkan oleh ayah angkatnya Ardhi itu di kantor Bos" ucap Alex.
"Setahu ku tidak, karena sisanya melalui perekrutan tapi coba aku tanya Ardhi" ucap Sean Arthur sambil mengambil ponselnya lalu menghubungi Ardhi melalui panggilan telepon.
"Ardhi apakah ayah angkat mu pernah menyimpan orangnya di kantor, yang dia titipkan tanpa proses perekrutan" ucap Sean Arthur setelah panggilan telepon itu tersambung.
"Ada Bos, dua orang tenaga keamanan, satu stafnya dan juga sekretaris pribadinya, namun sejak dia menyekap ku mereka menghilang semua Bos" ucap Ardhi melalui panggilan telepon itu.
"Jadi semuanya sudah menghilang, Oke, coba kau emailkan data mereka semua kepadaku" ucap Sean Arthur.
"Siap Bos, oh iya saya baru ingat, manager restoran asia itu juga titipan bajingan tua itu" ucap Ardhi melalui panggilan telepon itu.
"Iya, aku juga baru menyadari hal ini, coba kirimkan datanya dan sekarang kau periksa ruang kerja mereka semua, cari siapa tahu ada informasi" ucap Sean Arthur.
"Siap Bos, saya akan mengirimkan data mereka terlebih dulu kepada anda, dan saya sekarang sedang melakukan interview ulang dengan titipan dari bajingan yang mengaku ayah angkat Rico serta delapan direksi pengkhianat" ucap Ardhi melalui panggilan telepon itu.
"Ardhi, jika ada mencurigakan maka serahkan ke anak buah Alex yang ada di kantor agar membawa orang itu ke Villa Ciwidey" ucap Sean Arthur.