
Tepat jam 13.00 kegiatan makan siang itu selesai seluruh piring kosong sudah di ambil kembali oleh seratus orang wanita muda yang merupakan bagian dapur villa naga dan kini di atas meja hanya ada minuman ringan dan buah buahan saja.
Suasana ruang makan juga kini terasa hangat karena mereka sudah mulai mengobrol satu sama lain bahkan hampir semuanya kini menyalakan rokok mereka setelah Sean Arthur menyalakan sebatang rokoknya.
"Gunawan, ingat pesanku aku tidak mau kehilangan satu hal pun jadi tolong awasi dengan baik, fasilitas disini seharusnya cukup untukmu dan silahkan buat pengaturan baru untuk semua anggota team cyber disini sesuai kebutuhan mu" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil kemudian menghisap rokoknya kembali.
"Baik Bos, anda jangan khawatir dengan hal itu saya akan memastikan semua berjalan dengan baik, saya akan mengirimkan pesan singkat atas semua yang terjadi dan sedikit informasi jika list kedua dari print out sudah di bersihkan oleh Michael untuk list ketiga dan selanjutnya akan di selesaikan oleh Rico dan Ardhi sendiri karena contoh sudah kita berikan" ucap Gunawan dengan sangat hormat sambil kemudian kembali menghisap rokoknya.
"Oke lanjutkanlah aku mengandalkan mu untuk menjadi mata dan telingaku" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Bos, pasukan akan turun gunung secara bertahap mulai siang ini, karena jika bersamaan saya takutnya jalanan akan sangat macet" ucap Doni dengan sangat hormat.
"Doni, aku percayakan masalah ini kepadamu sesuaikan dengan urutan yang sudah di berikan oleh Gunawan kepadamu ingat satu tempat usaha per hari karena aku tidak terburu buru kecuali jika kedepannya aku berubah pikiran" ucap Sean Arthur dengan ramah dan tidak lepas dari rokok nya.
"Baik bos tadi pagi saya sudah menyiapkan mereka per team dan bos jangan khawatir mereka sudah sangat terlatih untuk hal pembunuhan dan pembersihan selama bersamaku disini" ucap Doni dengan sangat hormat.
"Dan satu hal lagi tarik mereka kembali kesini setelah selesai dengan tugas mereka untuk tetap memperkuat villa naga ingat aset terbesar ku disini." Ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Siap Bos" ucap Doni dengan sangat hormat.
"Alex kau ikut denganku berkeliling dan Roni tolong latih mereka agar lebih terlatih lagi" ucap Sean Arthur dengan santai.
"Baik Bos, nanti saya akan memberikan beberapa arahan kepada para pengawal anda" ucap Roni dengan sangat hormat.
"Oke, ayo Alex kita berkeliling" ucap Sean Arthur sambil berdiri dan semuanya langsung berdiri untuk menghormati Sean Arthur.
Sean Arthur dan Alex meninggalkan ruang makan itu dan mereka keluar dari dalam Villa Naga berjalan menuju garasi dari mobil mobil Sean Arthur.
"Bos ini semua kendaraan anda" ucap Alex yang kaget saat mereka berada di hanggar besar yang menjadi area garasi mobil Sean Arthur di villa Naga.
Alex melihat jika disana setidaknya ada lima ratus unit mobil aneka jenis dan merk dan mobil mobil itu semuanya adalah tipe terbatas namun yang membuat heran banyaknya sedan di sana sedangkan perjalanan mereka tadi pagi melewati jalanan yang ekstrim.
"Alex nanti kau akan tahu sekarang pilih salah satu dan bawa kesini" ucap Sean Arthur dengan ramah dan memahami kebingungan Alex dengan sedan sedan sport nya.
Alex langsung berkeliling di hanggar besar itu dan dia kemudian memilih menggunakan sebuah Jip Hummer versi militer buatan yang meskipun sudah berusia lima tahun namun masih sangat Gress tampak jika hanya di rawat tampa digunakan.
Alex memasuki jip hummer tersebut dan dia menemukan jika kuncinya tergeletak di dashboard sehingga langsung dia hidupkan dan jalankan mendekati Sean Arthur yang menunggunya di dekat pintu hanggar.
Jip hummer tersebut berhenti di depan Sean Arthur dan Sean Arthur langsung naik dan duduk di kursi penumpang depan di sebelah Alex tidak lagi duduk di belakang seperti biasanya karena mereka hendak berkeliling di kawasan villa Naga itu.
"Baik Bos" ucap alex sambil menjalankan hummer tersebut mengikuti jalanan aspal yang sangat mulus.
Jip hummer tersebut terus mengikuti jalan yang menurun itu sampai satu kilometer lebih dan kini tampak ada persimpangan jalan dan sesuai arahan Sean Arthur sebelumnya Alex langsung belok kiri lalu mengikuti jalan itu.
"Di sini adalah area apartemen dari semua anggota pasukanku bersama dengan keluarga mereka" ucap Sean Arthur sambil menunjuk sebuah area yang di sebelah kiri dan kanannya banyak sekali bangunan menjulang tinggi layaknya apartemen apartemen pada umumnya.
Alex melihat sekelilingnya dan dia benar benar kagum melihat banyaknya apartemen di kawasan villa itu dan apartemen apartemen itu juga terlihat sangat mewah layaknya apartemen di kota kota besar.
"Bos ini semua di atas gunung" ucap Alex dengan penuh kekaguman melihat kawasan apertemen itu.
"Benar, dan apartemen ini juga termasuk apartemen tahan gempa karena dibuat oleh para ahli konstruksi yang berpengalaman dalam membuat apartemen di luar negeri, namun mereka semua asli Bandung kok jadi beginilah hasilnya kau bisa lihat sendiri" ucap Sean Arthur menjelaskan dengan ramah dan tidak putus dengan hisapan rokoknya.
"Bos, ini sungguh menakjubkan" ucap Alex yang sangat kagum dengan apa yang dilihatnya.
"Kau Ikuti jalan ini saja" ucap Sean Arthur dengan ramah menjaga agar Alex tidak kebingungan karena disana banyak persimpangan.
Alex mengarahkan mobil jip hummer tersebut untuk terus berjalan dengan kecepatan di empat puluh kilometer per jam meskipun di jalan itu tidak ada kendaraan lain selain mereka hingga kemudian mereka sampai di area yang berbeda.
"Alex berhenti dulu disini" ucap Sean Arthur dengan ramah.
Alex langsung menghentikan mobilnya dengan perlahan dan tampak berusaha mencari tempat parkir.
"Alex tinggalkan saja di sini, aman karena semuanya di kawasan ini tidak menggunakan mobil kok, Mereka lebih senang naik motor atau jalan, ayo kita turun dan berlatih" ucap Sean Arthur sambil membuka pintu mobil jip hummer tersebut dan langsung turun, Alex pun langsung mematikan mobil lalu turun dan mengikuti Sean Arthur yang berjalan memasuki sebuah bangunan besar.
"Bos ini shooting range" ucap Alex yang melihat isi bagian dalam bangunan besar itu.
"Ayo kita kesana, senjatanya ada di sana" ucap Sean Arthur sambil menuju sebuah ruangan kaca dan langsung memasukan password untuk membuka pintu kaca itu, dan kaca kaca itu merupakan kaca cermin dua arah.
Pintu tersebut langsung terbuka saat Sean Arthur selesai memasukan password nya dan Sean Arthur bersama Alex pun langsung memasukinya.
"Bos koleksi anda sungguh lengkap" ucap Alex yang melihat jika di ruangan kaca cermin itu terdapat ribuan senjata api berbagai jenis yang tersusun dengan rapi di rak rak kaca.
"Pilih yang akan kau gunakan tenang saja jarak terjauh disini hanya lima ratus meter saja kok" ucap Sean Arthur sambil mengambil satu pucuk pistol Magnum kaliber 45 dan satu pistol revolver yang juga memiliki kaliber 45.
Alex juga sama langsung mengambil dua senjata api dan pilihannya jatuh kepada magnum dan juga sebuah Uzi lipat berserta satu kotak kecil peluru pelurunya.