
Tepat jam 17.30 Wib Sean Arthur terbangun dari tidurnya dan dia langsung membersihkan badannya lalu keluar dari dalam kamarnya menuju ke ruang tamunya, ada satu kebiasaannya meskipun dia perokok aktif namun dia tidak pernah merokok di dalam kamar tidurnya.
"Kalian berdua sudah bangun ternyata, kebetulan aku memiliki tugas untuk kalian" ucap Sean Arthur ke Doni dan Roni sambil duduk di sofa yang biasa dia duduki.
"Bos, apa yang bisa saya lakukan untuk anda" ucap Doni sambil mendekatkan rokok Sean Arthur yang ada di atas meja.
Sean Arthur tidak langsung menjawabnya melainkan mengambil rokoknya dan langsung menyalakannya.
"Aku ingin kalian mencari orang di belakang layar penyekapan Rico dan Ardhi, dan membawa orang itu kesini, masukan dia ke penjara bawah tanah dan interogasi dia" ucap Sean Arthur dengan santai namun tetap terlihat tegas.
"Bos anak buah saya sudah standby di dekat persembunyian mereka berdua, karena mereka bersembunyi di satu Villa di daerah Parongpong Bandung Barat, berdasarkan informasi jika ada dua puluh orang yang mengamankan Villa tersebut namun anak buah saya masih mampu untuk mengatasinya" ucap Roni.
"Tunggu malam saja, dan sampaikan aku tidak ingin ada saksi mata seorang pun, jadi lakukan dengan baik" ucap Sean Arthur.
"Baik Bos" ucap Roni sambil mengirimkan pesan singkat ke anak buahnya.
"Doni dan Roni apakah kalian sudah tahu masalah yang sebenarnya terjadi dan siapa yang ada di balik semua ini" ucap Sean Arthur.
"Bos, maaf informasi yang saya dapatkan hanya terputus ke ayah angkat Rico dan Ardhi saja, mereka yang masih kita tahan saat ini hanya sampai ke mereka berdua saja, baik dari hasil interogasi maupun dari pemeriksaan terhadap ponsel mereka" ucap Roni.
"Selama ini aku kira musuh ku adalah Anton alias pemimpin geng serigala namun sepertinya masih ada orang kuat di belakang Anton dan hal ini harus kita cari tahu dengan sebenar benarnya, kita jangan sampai salah melangkah" ucap Sean Arthur.
"Ayah angkat Rico dan Ardhi ada di dalam grup Naga, dan tidak menutup kemungkinan jika masih ada yang lainnya di grup naga yang terlibat dengan pengkhianatan ini, karena rencana ini sudah disusun sejak puluhan tahun" ucap Sean Arthur kembali.
"Jika demikian kami juga akan mengawasi semua yang ada di grup naga, bisakah bos memberikan saya datanya" ucap Roni.
Sean Arthur kemudian mengambil ponselnya dari dalam saku celananya dan langsung mengirimkan daftar nama struktural grup naga ke ponsel Roni.
"Itu semuanya, awasi dan pelajari mereka, lihat apakah ada salah satu dari mereka yang terlibat, jika ada langsung tangkap dan bawa ke penjara bawah tanah, ingat lakukan dengan sempurna dan jangan membuat kesalahan apapun" ucap Sean Arthur.
"Baik Bos, saya permisi sebentar untuk membuat pengaturan ini, dan saya akan memastikan mereka semua bekerja dengan sempurna, lalu apa yang harus saya lakukan dengan mereka yang masih ada di penjara bawah tanah" ucap Roni.
"Kita sudah tidak memerlukan mereka, jadi kau tahu apa yang harus kau lakukan bukan" ucap Sean Arthur.
"Baik Bos, saya mengerti maksud anda dan akan saya pastikan jika mereka semua benar benar bersih" ucap Roni dengan sangat hormat lalu meninggalkan ruang tamu itu.
"Bos sepertinya masih ada yang anda pikirkan" ucap Doni.
"Masih Bos, kan ada pernah mengajak saya ke sana" jawab Doni.
"Semuanya berawal dari sana, jadi coba perintahkan divisi cyber untuk memeriksa dengan teliti semua pekerja di sana, lihat background semua pekerja dan juga aliran dana yang masuk juga, aku entah kenapa merasa ada yang aneh dengan rumah itu dan satu hal lagi, minta divisi cyber untuk memeriksa historis ayahku, cari siapa wanita yang pernah dekat dengan ayahku dan berikan aku informasinya dengan detail, jika masih hidup ada dimana dia sekarang, jika sudah wafat dimana makamnya" ucap Sean Arthur.
"Baik Bos, saya akan meminta mereka mengerjakannya dengan cepat dan detail, jika demikian saya permisi dulu" ucap Doni sambil kemudian berdiri dan langsung melangkah menuju ke ruang divisi cyber yang sebelumnya sempat di pimpin oleh Gunawan.
Sean Arthur hanya duduk di sofa itu dan menikmati rokoknya sambil membaca beberapa email masuk dan juga pesan pesan singkat yang masuk.
Sean Arthur melihat jika Gunawan dan Alex sempat menghubungi nya saat dia tertidur.
"Gunawan ada apa kau tadi menghubungi ku" ucap Sean Arthur yang melakukan panggilan telepon kepada Gunawan.
"Bos, maaf mengganggu anda, namun Michael menyampaikan kepada saya jika dalam waktu tiga bulan ini dia akan kembali ke Amerika dan katanya dia sudah menyebar anak buahnya di kota seluruh Indonesia jika anda membutuhkan mereka maka anda bisa mengirimkan datanya kepada saya" ucap Gunawan.
"Oke, sementara cukup dengan pembersihan hasil print out saja dulu, yang lainnya nanti aku kabari, namun sampaikan tidak menggunakan sniper aku ingin semuanya tampak alami jadi tidak mengundang pertanyaan banyak pihak" ucap Sean Arthur.
"Baik Bos, saya akan menyampaikan kepada mereka yang ada di kota Bandung karena selama Michael pergi saya yang memimpin mereka sementara" ucap Gunawan.
"Oke, lalu apakah ada hal lain yang ingin kau sampaikan kepada ku" ucap Sean Arthur.
"Satu hal lagi Bos, saya minta Izin untuk melakukan penyadapan terhadap semua orang di grup naga karena saya tidak ingin ada lagi kasus yang terjadi seperti kasus penyekapan Rico dan Ardhi yang telat kita ketahui" ucap Gunawan.
"Ya, dan lacak dimana Anton lalu lihat siapa saja tamu rutinnya dan kirimkan kepadaku photonya" ucap Sean Arthur.
"Siap Bos, saya akan melakukan penyadapan terhadap Anton dan jika perlu saya akan memasang kamera di seberang rumahnya jika saat ini belum ada." Ucap Gunawan.
"Gunawan apakah kau tidak bisa mengetahui nomor nomor ponsel dari rumah nya" tanya Sean Arthur.
"Bisa Bos, namun saya harus di dekat lokasi, jika demikian nanti saya akan kirimkan anak buah saya untuk mengeceknya kesana memangnya kenapa Bos ingin tahu semua nomor ponsel yang ada di rumahnya.
"Gunawan, selama kau menyadap ponselnya kita tidak mendapatkan apapun bukan, jadi aku yakin dia bawahanya yang selalu melakukan komunikasi dengan pihak lain atas kuasanya" ucap Sean Arthur.
"Benar Bos, jika demikian saya akan menyadap semuanya saja nanti jika sudah mengetahui nomor ponsel mereka" ucap gunawan.
"Ya lakukanlah aku juga tidak ingin kita kecolongan lagi, kita harus satu langkah di depan jangan lagi satu langkah di belakang" ucap Sean Arthur.