
Rico dan Ardhi terdiam terlihat seperti sedang memikirkan ucapan Sean Arthur.
"Kalian berdua kenapa?" Ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Bos jika saya hanya sedang berpikir kira kira ada tidak ya penyusup di saya" ucap Rico sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.
"Saya juga sama, dan cara yang bos sampaikan kepada saya tadi sepertinya akan akurat untuk membersihkan benalu di grup naga kita, Rico sebaiknya kau lebih hati hati jangan asal mempekerjakan orang, lebih baik memiliki sedikit anak buah yang loyal dari pada ribuan namun hanya ingin uang mu saja" ucap Ardhi dengan ramah.
"Bos Ardhi benar, saya juga sebaiknya mulai mengetes mereka, nanti saya akan tarik semua mobil Jip mereka dan kita lihat apakah mereka masih mau bekerja atau hanya ingin bergaya saja dengan mobil jip itu" ucap Rico dengan sangat sopan.
"Bagus jika kau paham, contoh Alex dia yang paling sedikit memiliki anak buah namun dia tidak pernah menambahnya, aku tahu dia sangat takut untuk menambah anak buah" ucap Sean Arthur sambil melihat ke arah monitor cctv dan melihat jika alex sudah datang ke rumah nya itu.
Keduanya kembali terdiam dan terlihat sedang berpikir, memikirkan ucapan Sean Arthur kembali.
"Sore Bos, Wah ternyata kalian berdua ada disini juga" ucap Alex yang sudah sampai di ruang kerja Sean Arthur.
"Alex duduklah ada hal ingin aku tanyakan kepadamu" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Ada apa Bos sepertinya ada masalah serius" ucap Alex dengan sangat hormat sambil duduk di sebelah kanan Ardhi.
"Alex kau bisa secepat ini sampai sini bagaimana caranya" ucap Sean Arthur dengan ramah dan nampak jika dia sangat ingin tahu.
"Bos aku kan pakai motor, dari Villa Ciwidey kan ada jalur khusus untuk motor dan menjadi jalur pelarian jika di butuhkan, makanya aku bisa cepat sampai kesini dan juga cepat sampai villa Ciwidey juga" ucap Alex dengan hormat.
"Mereka berdua ini lagi bingung saat aku bilang kau paling sedikit memiliki anak buah dan juga kau sangat susah untuk menerima anak buah baru, sebaiknya kau jelaskan kepada mereka agar mereka bisa lepas dari pemikiran mereka ini" ucap Sean Arthur dengan santai sambil bersandar di kursinya.
"Aku sengaja hanya mempekerjakan orang yang sudah aku kenal baik saja dan mereka yang bekerja padaku rata rata sudah terbukti kesetiaannya, aku sering mengetes mereka dengan cara berpura pura gaji dari bos tertunda dan mereka tetap bekerja tidak pernah komplain sedikit pun kepada ku, kalian berdua kan tahu jika anak buahku hanya mengambil dua unit Jip saja saat bos memberikan seratus unit kepadaku, namun mereka malah memakai motor, jika tidak karena tugas dari bos bisa jadi Jip mewah itu tidak akan terpakai sama sekali oleh kami" ucap Alex menjelaskan kepada Rico dan Ardhi.
"Ini yang selama ini tidak aku sadari dari mu Lex, aku akan membersihkan anak buahku dan hanya mempekerjakan orang yang benar benar loyal saja kedepannya" ucap Rico dengan tenang dan masih sangat sopan.
"Situasi seperti ini memang berat untuk kita hadapi, namun pengkhianatan yang di lakukan oleh delapan serigala kepadaku membuka mataku, aku terlalu mudah percaya dengan orang yang ku kenal selama bertahun tahun tapi itulah dia pembelajarannya, ke depan kita harus memiliki orang orang yang loyal dan akan selalu bersama kita saat kita susah dan Alex ada apa kau kesini" ucap Sean Arthur dengan sangat santai.
"Alex apakah kau memiliki datanya, biar aku saja yang mengurusnya" ucap Ardhi dengan ramah sambil menoleh ke Alex.
Alex hanya tersenyum dan mengeluarkan beberapa lembar kertas lalu meletakkannya di atas meja kerja Sean Arthur itu.
Ardhi mengambil kertas kertas itu dan membacanya dengan teliti lalu memberikannya kepada Sean Arthur.
Sean Arthur menerima kertas kertas yang bawa oleh alex dan langsung membacanya dengan sangat teliti tanpa melewatkan satu kata pun.
"Jadi ada seratus anak perusahaan ku yang sahamnya dimiliki oleh mereka semua, bahkan jika mereka menggabungkannya saham mereka ada yang mencapai delapan puluh persen, itu sama saja dengan merekalah pemiliknya" ucap Sean Arthur sambil menarik nafas dalam dalam dan menyimpan kembali kertas kerja yang dibawa oleh Alex itu di atas mejanya.
Ketiga bawahan setianya itu juga terlihat ikut memikirkan solusi atas masalah yang ditemukan oleh Alex.
"Apakah ada yang memiliki saran atas masalah ini" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil kemudian meminum air mineral yang ada di meja kerjanya itu.
Tidak ada seorang pun yang berkomentar dan terlihat mereka bertiga benar benar sedang berpikir untuk mencari solusi atas masalah ini.
"Ardhi bangkrutkan seratus anak perusahaan ini dan stop semua project yang sedang di kerjakan oleh mereka, jadikan ini juga alasan nanti untuk berita kebangkrutan ku" ucap Sean Arthur dengan tegas.
"Baik Bos saya akan mengurusnya, saya permisi dulu dan Alex, Rico besok pagi anak buahku akan mengantarkan dana yang kalian berdua butuhkan untuk masalah mobil dan motor kalian ambil saja di showroom seperti biasa, nanti aku akan menghubungi mereka untuk menyiapkan unitnya, kalian berdua kirimkan saja data mobil yang kalian inginkan." Ucap Ardhi sambil berdiri.
"Ardhi berhati hatilah dan sebisa mungkin kurangi dulu bepergian sendiri aku tidak mau kau dijadikan incaran mereka, meskipun mereka belum mengetahui siapa kau sebenarnya tapi lebih baik berhati hati." Ucap Sean Arthur mengingatkan Ardhi.
"Baik bos, saya nanti akan mengaktifkan lagi para pengawal saya meskipun saya tidak nyaman jika membawa banyak orang kemana mana" ucap Ardhi sambil tersenyum hangat ke semuanya lalu meninggalkan ruangan kerja Sean Arthur.
"Alex apalagi yang kau dapatkan kan aku tahu masih ada yang kau sembunyikan dariku" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Ini bos datanya, dan sudah sangat valid karena sudah saya cek sendiri namun aku takutkan saudaraku ini tidak bisa menerima kenyataan ini" ucap Alex sambil memberikan sebuah amplop besar berwarna coklat dari balik jaketnya ke Sean Arthur.
Sean Arthur dengan santai menerima dan membuka amplop coklat itu lalu membaca beberapa kertas yang ada dan melihat beberapa photo yang sudah di cetak lalu memberikannya ke Rico, agar Rico juga melihatnya.