
"Bos berapa banyak waktu yang anda berikan kepada saya untuk ini" ucap pemuda itu dengan hormat.
"Gunawan, berapa lama waktu yang kau perlukan maka kau ambillah karena aku tidak terburu buru untuk ini, aku ingin menghancurkan mereka perlahan dan aku juga persilahkan kau untuk membantu menghancurkan mereka namun ingat kehancuran perlahan akan lebih menyakitkan dari pada hancur sekaligus, ini nomor telepon ku yang baru karena yang lama entah kemana hubungi aku jika kau sudah mendapatkan jawaban dari permintaan ku" ucap Sean Arthur sambil memberikan secarik kertas yang bertuliskan nomor telepon nya.
Gunawan langsung menerima kertas itu dan menyalin nomor telpon Sean Arthur ke ponselnya lalu membakar kertas itu di asbak yang ada di dekatnya.
"Bos saya memberikan data yang anda butuhkan se detail detailnya dan saya juga akan memastikan semua pengambilan data ini aman, jika anda perbolehkan saya akan menyadap semua komunikasi mereka" ucap Gunawan dengan hormat.
"Apa bisa kau cari tahu keberadaan mereka saat ini" ucap Sean Arthur dengan santai sambil menyalakan rokok nya.
"Bos itu sangat mudah sebentar saya ambil laptop saya dahulu" ucap Gunawan sambil berdiri dan melangkah menuju ruang kerjanya yang ada di bagian belakang kafe itu.
Sean Arthur hanya duduk menikmati kopinya dan juga rokok kreteknya, tidak lama kemudian gunawan kembali dan membawa sebuah laptop di tangannya lalu duduk kembali di depan Sean Arthur dan menyalakan laptopnya lalu memberikan sebuah buku kecil dan juga penanya.
"Bos, bisa berikan saya nomor ponsel mereka jika ada, jika tidak saya akan mencarinya dulu" ucap Gunawan dengan sangat hormat.
Sean Arthur kemudian menulis delapan nomor telepon milik delapan serigala dan memberikannya kembali kepada Gunawan.
Gunawan langsung bekerja dan hanya membutuhkan waktu lima menit sampai delapan pesan masuk ke ponsel Sean Arthur yang langsung di lihat oleh Sean Arthur yang ternyata adalah link website dari lokasi delapan serigala itu.
"Bos dengan link itu anda akan selalu tahu dimana lokasi mereka, jika ada nomor lain yang anda ketahui maka saya akan melacaknya juga" ucap Gunawan dengan hormat.
"Rico cukup nomor nomor ini saja, karena ini nomor pribadi mereka dan nomor ini juga tidak akan mereka ganti, apakah ada cara untuk melihat melalui kamera ponsel mereka tanpa mereka sadari" ucap Sean Arthur dengan sangat penasaran.
"Bos sebentar saya aktifkan dahulu fitur itu dan anda tinggal melihat melalui website yang akan saya kirimkan sebentar lagi" ucap Gunawan dengan hormat sambil kedua tangannya terus bekerja pada laptop itu.
Dan tidak memerlukan waktu lama delapan pesan singkat kembali masuk ke ponsel Sean Arthur yang juga langsung dilihat oleh Sean Arthur.
"Bos sekarang bisa melihat dari kamera depan dan belakang ponsel mereka tanpa mereka ketahui sedikit pun, gambar yang atas adalah kamera depan dan gambar yang bawah adalah kamera belakang, namun sebaiknya bos membukanya melalui laptop saja jadi bisa melihat delapan nya sekaligus seperti ini" ucap Gunawan sambil membalikan laptopnya ke hadapan Sean Arthur.
"Apa kau tidak memiliki layar yang lebih besar lagi" ucap Sean Arthur yang melihat ada enam belas gambar disana dan semuanya kecil kecil sehingga susah untuknya melihat dengan jelas gambar yang ada di laptop itu.
Mereka berdua kemudian berdiri dan melangkah menuju ruang kerja Gunawan, di ruang kerjanya Gunawan kemudian kembali menghidupkan laptopnya dan dia langsung menghubungkan dengan sebuah monitor besar yang memenuhi dinding ruangan kerjanya itu.
Kini terlihat jelas hasil penyadapan kamera milik delapan serigala itu.
"Gunawan gambar ketiga coba kau besarkan dan apakah bisa kau ambil suaranya juga" ucap Sean Arthur terus melihat layar besar itu.
"Bisa bos namun gambarnya tidak bisa terlalu besar" ucap Gunawan sambil memainkan mouse dan keyboard laptopnya.
Kini setengah layar fokus melihat gambar nomor tiga dan terdengar suara dari speaker yang ada di atas meja kerja Gunawan.
Gambar ketiga itu tidak memperlihatkan gambar manusia melainkan gambar plafon sebuah ruangan dan terlihat jika ponsel itu sedang di simpan di atas meja karena Sean Arthur mengenali plafon ruangan itu.
"Kakak, Arthur ini masih hidup dan jika tidak kita matikan maka dia akan terus berusaha menghancurkan kita" ucap salah seorang laki laki yang terdengar oleh Sean Arthur dan juga Gunawan.
"Adik ketiga aku juga tahu hal ini namun dia tidak keluar dari dalam rumahnya di Setiabudi jadi kita tidak mungkin menyerangnya disana" ucap seorang laki laki lagi.
"Kakak anak buah ku juga mengawasi yang di Sukajadi apa kau yakin dia di Setiabudi karena di Sukajadi juga mobilnya hanya terparkir saja." Suara dari laki laki yang pertama kembali terdengar dan sepertinya disana hanya ada dua orang saja.
"Dia memang memiliki banyak rumah namun kita berdua tahu jika hanya dua rumah ini saja yang biasa dia isi, apakah anak buahmu yang mengikuti ketiga jip putih itu sudah ada kabarnya" ucap laki laki satunya.
"Kakak benar semoga saja dia ada di salah satu rumah itu dan anak buahku sejak beberapa jam yang lalu tidak dapat aku hubungi sepertinya mereka keluar kota dan aku belum tahu siapa saja yang ada di tiga Jip putih yang keluar dari Villa milik anak buah Arthur itu" ucap laki laki satunya lagi.
"Kita tidak bisa bergerak gegabah kehancuran sepuluh ruko kita itu benar benar membawa banyak kerugian untuk kita, jadi jangan hanya fokus dengan mencari keberadaan Arthur saja namun terus awasi semua tempat usaha kita jangan sampai ada anak buah Arthur yang menghancurkannya lagi" ucap laki laki satunya.
"Kakak jangan khawatir dengan hal itu karena kini anak buahku sudah aku perintahkan untuk mengawasi semua properti kita dan aku yakin anak buah Arthur tidak bisa lagi menghancurkannya, lalu bagaimana dengan grup naga apakah kita akan membeli saham perusahaan perusahaan kecil mereka lagi" ucap laki laki satunya itu yang selalu di panggil adik oleh laki laki lainnya.
"Adik kita harus membeli saham perusahaan perusahaan kecil milik grup naga karena dengan begitu kita bisa menjadi bagian dari grup naga, dana kita berdelapan tidak cukup untuk membeli saham perusahaan besar milik grup naga namun jika hanya anak perusahaan kita pasti bisa, masing masing seperti biasa saja membeli sepuluh persen saja, jadi mereka tidak akan menyadari hal ini dan dengan ini juga kita akan bisa membeli saham perusahaan perusahaan besar mereka nantinya" ucap laki laki lainnya.