
“Bos kenapa situasinya sangat sepi ya disana, bahkan villa ciwidey lebih ramai dari tempat itu.” Ucap Alex.
“Aku juga tidak tahu, namun sepertinya mereka semua sedang menyerang sesuatu.” Ucap Sean Arthur.
“Bos, bahaya mereka semua bentrok dengan pihak kepolisian, sebentar saya merubah dulu arah drone nya.” Ucap Gunawan yang nampak sangat galau.
Mereka kini melihat jika monitor drone drone itu berubah gambarnya demikian channel televisi yang kini menayangkan berita mengenai serombongan mobil yang menutup jalan dan sedang adu tembak dengan pihak Kepolisian.
Tidak lama kemudian drone drone pengawasan itu pun sampai di lokasi itu dan kini semuanya melihat dengan jelas jika pasukan dari grup serigala asia menyerang pihak kepolisian dan mereka seakan tidak mau jika sampai pihak kepolisian menggerebek markas mereka itu.
“Bos apakah kita akan membantu pihak kepolisian, sepertinya mereka membutuhkan bantuan.” Ucap Doni.
“Roni, mana jusnya lama sekali ini.” Ucap Sean Arthur.
“Sebentar Bos, sya tanyakan dulu, jangan jangan malah tidak dibawa kesini sama mereka.” Ucap Roni bersamaan dengan di buka nya pintu ruangan itu dan masuk lima orang wanita yang membawakan jus dan cemilan untuk mereka.
“Akhirnya kalian datang juga.” Ucap Sean Arthur.
“Maaf Bos Besar, kami tidak tahu jika Bos Besar disini, kami kira masih di taman belakang belakang dan tadi kami ke taman belakang ternyata sudah kosong.” Ucap salah seorang wanita itu.
“Maaf saya lupa bilang jika dibawakan kesini.” Ucap Roni sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Roni, kau ini mengerjai mereka saja, hukumannya lari keliling taman belakang lima putaran.” Ucap Sean Arthur.
“Siap Bos beres saya akan melaksanakannya, eh kalian tolong masakkan aku nasi goreng seafood ya dua porsi, makasih ya.” Ucap Roni sambil berdiri lalu berlari ke arah pintu keluar yang masih terbuka.
“Dasar badak gila, lari malam langsung makan dua porsi.” ucap Doni yang membuat semua tertawa.
“Bos Besar kami permisi dulu karena harus menyiapkan nasi goreng seafood untuk Bos Roni.”: Ucap salah seorang wanita itu.
“Diantara kalian siapa yang mau nasi goreng seafood?.” Tanya Sean Arthur.
“Kamiiiiii.” Ucap semuanya kompak.
“Tolong buatkan untuk kami juga ya.” ucap Sean Arthur.
“Baik Bos Besar, akan kami bawakan kesini.” Ucap Wanita itu lagi.
“Terima kasih, dan sekalian bawakan air putih serta kopinya ya, kami sepertinya akan begadang lagi malam ini.” Ucap Sean Arthur.
“Baik Bos Besar.” Ucap wanita itu lagi sambil kemudian meninggalkan ruang kerja gunawan bersama dengan teman temannya.
Sean Arthur dan yang lainnya pun tidak ada berbicara melainkan menikmati semua cemilan itu sambil meminum jus mereka, dan Michael bersama Gunawan juga mendapatkan jus jambu sesuai yang dimintakan oleh Roni.
“Michael apa pendapat mu.” Ucap Sean Arthur.
“Bos, jika menurut saya kita sebaiknya jadi penonton saja dulu, karena jika kita ikut campur akan membuat pihak kepolisian curiga dengan kita dan menjadikan kita musuh juga, saat seperti ini memang dilema untuk kita, namun tidak ada yang bisa kita lakukan.” Ucap Michael memberikan pendapatnya.
“Kau benar, kita tidak bisa berbuat apa apa, kita hanya bisa menunggu dan menunggu saja.” Ucap Sean Arthur.
“Bos apa tidak sebaiknya kita juga meningkatkan penjagaan, lihatlah itu sangat dekat dengan kita.” Ucap Doni yang menunjuk salah satu monitor.
“Doni, kau benar sampaikan ke semuanya untuk lebih bersiap lagi, karena biar bagaimanapun juga kita harus waspada.” Ucap Sean Arhur.
“Bos gawat, lihatlah.” Ucap Gunawan sambil menghidupkan satu monitor yang sebelum nya belum menyala.
Di monitor itu terlihat jika kondisi kota bandung saat ini sedang kacau karena terlihat pihak kepolisian sedang adu tembak dengan rombongan mobil mobil dodge journey di beberapa tempat jalanan utama Kota Bandung.
“Alex hubungi Rico agar lebih meningkatkan kewaspadaan dan juga suruh Ardhi untuk tidak keluar rumah dulu, anak itu sungguh membuat aku khawatir.” Ucap Sean Arthur.
“Baik Bos.” Ucap Alex sambil berdiri dan keluar dari dalam ruangan itu untuk menghubungi Rico dan juga Ardhi.
Demikian juga Doni yang ikut keluar untuk mengecek anak buahnya agar mereka meningkatkan kewaspadaan jangan sampai ada yang menyerang villa naga tanpa mereka ketahui.
“Bos, anak buah saya mengabari jika terjadi kerusuhan di dekat kantor anda, dan mereka sudah saya siapkan untuk mengamankan kantor anda.” Ucap Michael yang dari tadi sibuk dengan ponselnya.
“Bagus, Gunawan, bagaimana dengan kondisi villa dago apakah aman.” Ucap Sean Arthur.
“Bos, sementara aman, namun anak buah saya yang disana melaporkan jika saat ini jaringan internet kota bandung sedang mati dan sepertinya ada yang merencanakan perang disana.” Ucap Gunawan.
“Awasi semuanya dengan jelas, dan jangan sampai ada masalah apapun disana, aku tidak ingin ada korban di pihak kita, gunakan semua sumber daya dan senjata yang kita miliki, jika mereka sampai masuk ke pekarangan kita maka kematian hadiahkan untuk mereka, Gunawan dan Michael perintahkan anak buah kalian untuk menjadi algojo untuk mereka.” Ucap Sean Arthur.
“Baik Bos.” Ucap keduanya kompak dan langsung mengambil ponsel mereka lalu keluar dari ruangan itu untuk menghubungi anak buahnya.
Sean Arthur yang seharian tidak melihat ponselnya kemudian memeriksa pesan pesan masuk ke ponselnya dan melihat ada pesan masuk dari Pak Rachman yang merupakan seorang Kapolres di kota Bandung dan isinya adalah ucapan terima kasih atas diterimanya anak Pak Rachman serta anak anggota kepolisian lainnya bekerja di perusahaan milik Sean Arthur, pesan ini sendiri dikirim tadi jam dua belas siang namun ada satu lagi dari pesan dari pak Rachman yang berisi peringatan agar tidak ke kota Bandung pada malam ini karena kondisi sedang kacau akibat banyaknya kerusuhan di kota Bandung dan pesan peringatan ini dikirim oleh Pak Nathan setengah jam yang lalu.
Sean Arthur kemudian menghubungi Pak Rachman melalui panggilan telepon dan langsung di terima oleh Pak Rachman.
“Pak Sean terima kasih atas bantuan anda, anak saya dan anak anak anggota saya kini sudah bekerja di perusahaan anda.” Ucap Pak Rachman membuka percakapan telepon seluler itu dan terdengar suara suara letusan senjata api.
“Sama sama pak, maaf Bapak lagi dimana sekarang, kenapa saya mendengar suara letusan senjata.” Ucap Sean Arthur.
“Pak Sean, saya sedang ada di dekat kantor bapak, karena disini juga ada kerusuhan yang di lakukan oleh orang orang yang menggunakan mobil dodge journey warna hitam Pak, saya sengaja memimpin disini karena takut mereka sampai merusak kantor Bapak.” Ucap Pak Rachman menjelaskan.