Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Ardhi Libur tiga hari



"Bos, jika senggang ada berita bagus di televisi di jamin Bos akan sangat gembira" tulis Gunawan di pesan singkat itu.


"Rico nyalakan televisi mobil dan putar channel berita" ucap Sean Arthur meminta Rico menyalakan televisi karena memang di SUV itu semua kontrol ada di depan tidak seperti Bentley miliknya yang memiliki kontrol di belakang.


Rico langsung menyalakan televisi mobil dan memutar channel berita sesuai perintah Sean Arthur.


"Bos, ternyata berita penangkapan Tomi" ucap Rico sambil membesarkan volume audionya dan memelankan laju mobilnya agar siaran televisi bisa stabil.


Berita itu memang siaran langsung tentang penangkapan Tomi oleh pihak kepolisian terkait dengan kepemilikan senjata api yang di temukan polisi semalam saat penangkapan tangan kanannya Tomi.


"Di tambah dengan bukti bukti yang dikirim oleh Gunawan maka Tomi akan lama di penjara, Rico apa kau membawa senjata api" ucap Sean Arthur dengan santai.


"Tidak Bos, kan bos menyampaikan ke saya untuk tidak membawa senjata api untuk sementara, semua senjata api sudah aman Bos, jadi jika ada suara sumbang dari Tomi atau anak buahnya kita aman Bos" ucap Rico sambil mempertahankan laju mobil di lima puluh kilometer per jam.


"Sudah matikan lagi saja" ucap Sean Arthur sambil kembali menyalakan sebatang rokoknya.


Rico langsung mematikan televisi mobil itu dan kembali mempercepat laju mobil suv itu.


Tidak ada gangguan apapun selama mereka dalam perjalanan dan sekarang mobil mereka sudah sampai di perkantoran megah milik Sean Arthur.


Rico langsung berhenti di depan lobi dan turun untuk membukakan pintu Sean Arthur.


"Rico biarkan saja mobil disini, kau ikut aku ke atas" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil tersenyum melihat pihak keamanan gedung yang memberi hormat kepadanya.


"Baik Bos" ucap Rico sambil menutup pintu lalu bergegas mematikan mobilnya itu dan menguncinya kemudian menyusul Sean Arthur yang sudah memasuki pintu masuk lobi.


Sean Arthur hanya tersenyum melihat semua orang yang ada di lobi menghentikan pekerjaannya mereka untuk menghormatinya dan langsung berjalan menuju ke arah lift khusus lalu memasukinya bersamaan dengan Rico yang sudah datang kembali.


Lift khusus itu melesat dengan cepat menuju lantai teratas yang menjadi kantornya bersama Rico karena memang dia meminta Rico yang mengisi kantor itu untuk memudahkan pengawasan pekerjaan mereka.


Pintu Lift itu terbuka setelah sampai di lantai atas dan hal pertama yang mereka lihat ada Ardhi duduk di sofa berhadap hadapan dengan seorang wanita muda sedangkan tidak seorang pun karyawan perusahaan selama ini yang diperbolehkan menaiki lantai teratas itu selain mengirim berkas atau makanan dan minuman saja.


"Bos anda sudah datang kenalkan ini Intan" ucap Ardhi dengan hormat dan sedikit kaget dengan kedatangan Sean Arthur bersama dengan Rico.


"Intan senang bertemu dengan mu, namaku adalah Sean Arthur, aku adalah orang yang berhutang nyawa kepada ayahmu" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil duduk di kursi kerjanya.


"Intan duduklah, saya sudah menganggapmu sebagai adik saya sendiri namun saya ingin kau untuk bekerja dengan Giat dari nol disini, dan juga saya harap kau mau sekolah lagi agar lebih menguasai ilmu bisnis, semua biaya hidupmu akan saya tanggung termasuk biaya sekolahmu nantinya" ucap Sean Arthur dengan ramah ke Intan yang sudah duduk di depannya itu sedangkan Rico dan Ardhi duduk di sofa.


"Bos, saya sungguh berterima kasih namun saya tidak berhak mendapatkan semua kebaikan ini, budi baik ayah saya kepada anda tidak perlu anda balaskan kepada saya, saya akan bekerja dengan giat di perusahaan anda ini dan mengenai sekolah tadi Bos Ardhi sudah mendaftarkan saya di salah satu perguruan tinggi" ucap Intan dengan sangat hormat.


"Intan seperti yang sudah aku sampaikan aku menganggap mu sebagai adikku jadi sudah sepantasnya aku menanggung biaya hidupmu, aku dengar ada tanah dan rumah yang ingin kau beli apakah sudah berikan datanya ke Ardhi" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Maaf Bos, saya belum memberikan datanya karena biar saya menabung saja untuk tanah dan rumah di kota Garut itu" ucap Intan dengan hormat.


"Sudahlah berikan datanya ke Ardhi biar dia yang mengurus semuanya, Ardhi mau kau dengan Intan ke Garut atau Rico dengan Intan yang kesana" ucap Sean Arthur.


"Bos saya saja, Rico sudah banyak kerjaan jadi biar saya saja yang menemani Intan" ucap Ardhi yang berdiri dan mendatangi Sean Arthur dengan cepat.


"Intan, Ardhi kalian berdua sudah aku anggap sebagai adik adikku dan aku lihat kalian berdua cocok satu sama lain, dan Intan aku yakin ayahmu disana akan sangat bahagia jika kalian berdua bisa menikah nantinya" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil melihat intan yang pipinya memerah sedangkan Ardhi menjadi salah tingkah.


"Ardhi aku sudah lama mengenalmu dan aku tahu kau jatuh cinta kepada intan yang baru kau kenal ini, lanjutkanlah dan bahagiakan adik perempuan ku satu satunya ini" ucap Sean Arthur kembali sambil berdiri demikian juga Rico.


Ardhi dan Intan tidak berbicara sedikit pun melainkan hanya ikut berdiri dan saling memandang satu sama lain.


"Baiklah sudah tidak ada yang ingin aku kerjakan di sini dan Ardhi aku hanya berikan kamu waktu off tiga hari saja jadi manfaatkan dengan baik perjalanan kalian ke kota Garut, Rico ayo kita pergi" ucap Sean Arthur sambil melangkah menuju lift.


"Baik Bos, dan Bos Ardhi juga Intan selamat ya, kalian berdua adalah manusia pertama yang pernah di berikan Restu oleh Bos" ucap Rico sambil kemudian bergegas menuju lift karena Sean Arthur sudah memasuki lift itu.


"Bos, terima kasih" ucap Ardhi dan Intan dengan kompak sesaat sebelum pintu lift itu tertutup.


"Rico bagaimana menurut mu" ucap Sean Arthur.


"Sangat serasi bos, mereka berdua benar benar cocok dan saya yakin mereka bisa sampai pelaminan" ucap Rico dengan hormat sambil memijat tombol lift karena mereka sudah sampai di bawah.


"Ya semoga saja" ucap Sean Arthur sambil tersenyum hangat dan melangkah keluar dari dalam Lift itu lalu menuju kembali ke mobilnya dan Rico bergegas mendahului untuk menyalakan mobil terlebih dahulu.


Sean Arthur dan Rico langsung meninggalkan perkantoran megah itu dan mereka tetap di kawal oleh dua mobil yang kini sudah berbeda lagi jenis mobilnya.