
Tidak lama kemudian Sean Arthur sudah melihat jika mereka sudah mulai menulis sesuai permintaannya itu dan dengan sabar dia menunggu mereka semua selesai.
Sean Arthur kemudian mengambil ponselnya dan langsung menghubungi Ardhi karena hal ini sangat berkaitan dengan Ardhi.
"Bos ada yang bisa saya bantu" ucap Ardhi melalui ponselnya yang terdengar sangat sopan.
"Ada lima ratus sepuluh orang yang sebelumnya merupakan tenaga keamanan diskotik kita dan sekarang aku ingin memberikan pekerjaan kepada mereka sesuai dengan keinginan mereka, saat ini mereka sedang menuliskan apa yang mereka inginkan jadi nanti malam kau datang ke rumah untuk mengambil datanya" ucap Sean Arthur melalui ponselnya itu.
"Siap Bos, saya memang berencana ke rumah Bos sekalian mengambil surat surat kepemilikan Villa yang baru untuk di gabungkan menjadi satu surat kepemilikan saja dengan bangunan inti agar tidak repot kedepannya" ucap Ardhi melalui ponselnya yang tetap terdengar sangat sopan.
"Oke dan bawakan lima miliar rupiah dalam pecahan satu juta ke rumah sekalian" ucap Sean Arthur kembali.
"Siap Bos, saya akan membawakannya" ucap Ardhi melalui ponselnya dan Sean Arthur pun langsung mematikan sambungan telepon itu sambil melihat kedatangan Alex dan Rico.
"Bos ini mereka semua sudah menulisnya dan ini tas anda" ucap Alex sambil memberikan as kecil yang berisi uang tunai pecahan satu juta rupiah itu dan tumpukan kertas yang digunakan oleh semua anak buahnya untuk menulis data diri dan keinginan mereka.
"Alex Bubarkan mereka dan pastikan tidak ada yang bercerita tentang orang orang tadi dan Rico, bawakan kertas kertas ini jangan sampai ada yang hilang, berikan nanti saat Ardhi datang ke rumah" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil mengambil tas kecil itu.
"Siap Bos" ucap Alex dan Rico dengan kompak.
Rico langsung mengambil kertas kertas itu dan memasukkannya ke dalam tas ransel yang sebelumnya digunakan untuk membawa uang tunai sedangkan Alex langsung membubarkan mereka yang masih duduk di halaman belakang dekat helipad.
Mereka semua tidak langsung meninggalkan villa itu namun menemui Sean Arthur untuk berpamitan dengan sangat hormat.
"Bos anda benar benar berubah" ucap Alex setelah semuanya meninggalkan halaman belakang itu.
"Alex jika kita bisa berubah kenapa tidak selama perubahan itu membawa kebaikan" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Bos saya jadi semakin bangga dengan anda, semoga semua kebaikan anda ini tidak di lupakan oleh mereka semua" ucap Alex dengan sangat hormat.
"Ponsel mereka semua yang tadi dimana apa sudah kau matikan" ucap Sean Arthur.
"Beres Bos, sudah saya simpan di helikopter" ucap Alex dengan sangat hormat.
"Bagikan masing masing satu juta rupiah untuk yang ada di villa ini jika kurang ambil lagi di brankas jika sisa maka simpan lagi saja di brankas lalu beritahu Ardhi berapa uang yang aku keluarkan di sini hari ini" ucap Sean Arthur sambil memberikan tas kecil berisi uang tunai itu.
"Baik Bos" ucap Alex dengan sangat hormat sambil menerima tas berisi uang tunai itu.
"Bos sudah sangat siang dan anda belum makan siang sama sekali apa perlu saya meminta mereka memasak dulu untuk anda" ucap Rico dengan sangat hormat mengingatkan Sean Arthur.
Rico yang melihat rokok Sean Arthur hampir habis langsung memberikan sebungkus lagi yang dia ambil dari tas kecil yang selalu dia bawa.
"Terima kasih, seperti batal aku menyuruhmu berlari ke bawah untuk membeli rokok" ucap Sean Arthur sambil tertawa ringan.
"Hadeeeeeh Bos anda ini, saya ini sudah tua dan tidak mampu untuk berlari naik turun gunung" ucap Rico sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali lalu menyalakan sebatang rokoknya.
"Rico, nanti biasakan bawa uang tunai minimal seratus juta jika keluar rumah ya, jadi jika kita pergi keluar Perut dan perut anak buahmu tidak kelaparan lagi seperti kemarin" ucap Sean Arthur yang teringat lahapnya anak buah Rico menyantap makanan eropa.
"Waduh Bos, padahal mereka sudah dua kali makan di kafe kantor eh ketemu restoran eropa malah pada kesurupan" ucap Rico sambil menundukkan kepalanya.
"Ya mungkin mereka memang baru makan masakan eropa terbaik se kota Bandung ini" ucap Sean Arthur sambil tersenyum ramah.
"iya bos saya yakin sepenuhnya seperti itu" ucap Rico dengan hormat dan Sean Arthur hanya tersenyum saja.
"Bos apa anda tidak ingin membuat kafe di rumah untuk kita mereka bersantai bersama" ucap Rico yang teringat kafe kopi Gunawan.
"Rico oh Rico kau sepertinya masih suka suasana kafe milik Gunawan" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Bos di Villa Dago ada lebih dari lima ratus keluarga dan mereka pasti suka jika ada tempat seperti itu untuk hiburan mereka juga kan Bos" ucap Rico sambil tersenyum hangat dan nada suara yang sangat sopan.
"Nanti aku pikirkan jika memang diperlukan maka tidak masalah bagiku" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil melihat jam tangannya dan sudah jam 16.00 wib tepat.
"Ternyata sudah sore pantas saja kau teriak lapar" ucap Sean Arthur kembali.
"Bos kita semua baru sarapan saja di rumah jadi wajar kalau saya merasa lapar" ucap Rico sambil tersenyum lebar sambil melihat kedatangan Alex.
"Bos sudah selesai semuanya sudah saya bagikan masing masing satu juta rupiah" ucap Alex dengan sangat hormat.
"Oke ayo kita pulang, saudaramu ini sudah kelaparan dan aku takut jika dia pingsan" ucap Sean Arthur sambil berdiri dan melihat ke arah Rico yang hanya menggaruk kepalanya saja mendengar ucapan Sean Arthur.
Mereka bertiga langsung menaiki helikopter pribadi Sean Arthur itu dan langsung terbang menuju villa Dago tempat kediaman Sean Arthur selama ini.
Setibanya di Villa Dago mereka bertiga langsung menuju ruang makan dan makan dengan lahap bahkan Rico dan Alex sampai nambah dua kali, Sean Arthur hanya menggelengkan kepalanya saja melihat kedua bawahan setianya itu.
"Kalian berdua lanjutkan saja aku akan mandi karena tidak enak badan lengket seperti ini dan Alex berikan ponsel ponsel itu ke Gunawan biar dia yang urus siapa tahu ada bukti kerjasama mereka dengan geng serigala, karena meskipun sudah di hapus Gunawan masih bisa mengambil cadangan pesannya" ucap Sean Arthur sambil berdiri dan mulai meninggalkan ruang makan.
"Siap Bos, setelah ini saya langsung ke tempat Gunawan mengantarkan ponsel ponsel itu" ucap Alex dengan sangat hormat sedangkan Rico masih asyik dengan makanannya.