
"Ayolah Alex aku yakin kau pasti bisa" ucap Michael membujuk Alex dengan ramah.
Seorang anak buah Michael datang dan membawakan kopi hitam tanpa gula untuk mereka berempat berikut beberapa kue sebagai pelengkap kopi tersebut.
"Maaf Hantu Hitam, saya tau batasan saya dengan senjata api namun saya yakin jika untuk Bos maka ini perkara mudah" ucap Alex sambil tersenyum hangat ke semuanya.
"Bos ayolah, Alex sangat yakin dengan mu" ucap Michael membujuk Sean Arthur untuk memperlihatkan kemampuan menembaknya.
Sean Arthur hanya tersenyum dan mengambil kembali senjata api miliknya lalu dengan tanpa membidiknya.
Dor
Sebuah letusan senjata api teredam terdengar oleh semua yang ada di sana padahal mereka baru melihat jika Sean Arthur mengangkat senjatanya saja.
Sean Arthur menyimpan kembali senjata api miliknya dan menyalakan sebatang rokoknya tanpa melihat jika semua orang melihat ke puncak pohon terjauh itu dimana lampu kedip yang ada disana sudah padam.
"Benar benar tidak berubah kemampuan mu Bos, setelah sekian lama anda masih tetap hebat" ucap Michael sambil berdiri dan membungkukkan badannya demikian juga dengan semua bawahan Michael.
"Sudahlah ayo duduk kita nikmati kopi ini" ucap Sean Arthur dengan ramah.
Michael langsung duduk kembali dan seorang bawahannya terlihat datang dan membawa sebuah laptop lalu membukanya dan dan memperlihatkan beberapa gambar secara otomatis kepada mereka berempat dan setelah selesai langsung membawa kembali laptop itu.
"Sudah jam 23.35 wib ternyata, Gunawan itu lembar pertama, jadi kapan lembar kedua aku kerjakan, aku tidak ingin mengecewakan Bos kita ini" ucap Michael dengan sangat hormat.
"Michael kenapa tidak ada pembersihan, kenapa kau biarkan mayat mayat itu dapat di temukan" ucap Sean Arthur dengan santai karena gambar yang tadi mereka lihat di laptop itu adalah gambar ratusan anak buah Rico yang telah berkhianat dan menjadi anak buah dari serigala pertama.
"Bos, saya sengaja seperti ini, saya tidak suka anda sampai di ganggu seperti sekarang, prinsip kerja saya mudah saja, mereka diam saya diam, mereka mengusik maka saya menghentikan mereka" ucap Michael dengan sangat hormat.
"Apakah kau tidak berpikir dampaknya kepadaku" ucap Sean Arthur.
"Bos anda tenang saja, saya yakin anda tidak akan mendapatkan masalah" ucap Gunawan menengahinya.
"Ya semoga saja demikian" ucap Sean Arthur sambil melihat jika ada dua orang yang meletakkan daging rusa yang selesai di bakar itu.
"Michael lembar kedua bagaimana bos saja jika menurut ku jam 09.00 wib" ucap Gunawan lagi.
"Bos bagaimana?" Ucap Michael.
"Bagaimana apanya? Aku ini lapar jadi aku mau makan, ayo Alex jangan sungkan kita habiskan saja daging rusa bakar ini" ucap Sean Arthur sambil mendekatkan piring besar berisi daging rusa bakar itu lalu mengambilnya dan memakannya dengan lahap di ikuti oleh Alex.
Mereka berempat kemudian bersama sama memakan daging rusa bakar itu dengan lahap sambil bersenda gurau dan tanpa batasan apapun namun semuanya tetap berlaku sopan kepada Sean Arthur.
"Bos, bagaimana jika aku memberikan sepuluh anak buahku untuk menjadi pengawal mu saja" ucap Michael setelah daging rusa bakar itu habis mereka nikmati dan piring piring kosong juga sudah di angkat oleh anak buahnya.
"Bos saya tidak ingin ada orang yang menyakiti anda lagi apalagi sampai ingin membunuh anda" ucap Michael dengan sangat hormat.
"Oke jika itu keinginanmu, tapi aku tidak ingin ada yang membawa senjata api ilegal" Ucap Sean Arthur dengan ramah dan kembali menyalakan sebatang rokoknya.
"Bos, sepuluh orang yang akan menjadi pengawal anda memiliki izin untuk senjata api mereka dan mereka semua juga terlatih di medan perang sehingga bisa membunuh dalam diam, saya memberikan anda sepuluh orang terbaik saya namun saya juga memberikan lima puluh orang untuk menjadi bayangan anda" ucap Michael dengan sangat hormat.
"Oke namun mereka harus mau bekerja di bawah perintah Alex" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Panggilkan mereka" ucap Michael ke anak buahnya yang berdiri di dekatnya.
"Siap Bos" ucap anak buahnya itu dengan sangat hormat.
"Bos, semua perusahaan geng serigala sudah saya jatuhkan dan kini mereka semua juga sudah tidak memiliki saldo rekening atas nama mereka dan perusahaan mereka" ucap Gunawan yang terlihat sedang memegang ponselnya.
"Semoga ikan besar datang" ucap Sean Arthur dengan santai.
Enam puluh orang berpakaian serba hitam terlihat datang dan langsung berbaris di depan mereka berempat dan Alex sangat jeli melihat mereka.
"Michael apakah dia harus ikut juga, saat ini pihak kepolisian sedang mengejarnya jadi sebaiknya dia tidak ikut dalam pengawalan Bos Sean" ucap Alex sambil kembali menghisap rokoknya.
"Alex kau sangat jeli, oke kau gantikan dia" ucap Michael ke anak buahnya yang terus berdiri di belakangnya.
Pergantian orang itu terjadi dan kini Alex tersenyum puas melihat enam puluh orang tersebut.
"Bos, mereka semua orang terbaik saya, dan sementara hanya ini saja yang dapat saya berikan sebagai bantuan untuk anda, namun mengenai daftar yang diberikan anda jangan khawatir saya akan menyelesaikannya setelah anda memberi saya perintah" ucap Michael dengan sangat hormat sambil berdiri dan melangkah menuju enam puluh orang bawahannya yang akan bertugas mengawal Sean Arthur.
"Kalian semua adalah saudara ku dan saudara menjaga saudara lainnya, jadi sesuai dengan apa yang aku ucapkan tadi, tugas kalian menjaga kakak pertama ku dan kalian semua ingat hanya empat orang yang bisa memerintahkan kalian yang pertama aku, kedua kakak pertama ku Sean Arthur, ketiga tangan kanan kakak pertama ku Alex dan terakhir adikku gunawan, apa kalian mengerti" ucap Michael dengan sangat lantang dan tegas yang terdengar jelas oleh mereka bertiga.
"Siap kami paham" ucap mereka semua berteriak dengan lantang dan kompak sehingga suaranya terdengar sangat mendominasi di tengah malam itu.
"Sekarang kalian bersiaplah dan silahkan pilih kendaraan yang akan kalian gunakan namun khusus senjata hanya boleh membawa senjata api yang sesuai dengan buku kepemilikan kalian" ucap Michael kembali dengan sangat lantang.
"Siap" ucap mereka semua kompak dan langsung membubarkan diri mereka.
"Bos, anda jangan khawatirkan apapun sekarang, mereka akan membereskan semua masalah anda" ucap Michael sambil duduk kembali di kursinya.
"Michael terima kasih" ucap Sean Arthur sambil memberikan sebuah kartu debit yang tidak berlimit sehingga bisa di tarik berapa pun yang Michael inginkan.
"Bos, anda kakak pertama saya, jika bukan karena anda maka saya tidak akan bisa seperti sekarang, jadi maaf saya menolaknya" ucap Michael sambil mengembalikan kartu debit tersebut dan Sean Arthur tahu pribadi Michael jadi dia tidak memaksa dan menyimpan kembali kartu debit miliknya itu.