Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Tugas Kasar



"Bos sudah beres semua, pakaian mereka juga sudah ada di mobil kami" ucap salah seorang anak buahnya sambil tersenyum lebar.


"Oke, bawa juga dua mobil sedan listrik itu, apa kuncinya sudah kau ambil" ucap Rico sambil menunjuk dua mobil sedan listrik yang terparkir di dekatnya.


"Beres Bos, kunci sudah ada demikian juga surat suratnya, tapi kemana kami membawa mobil itu, karena ada gps nya" ucap salah seorang anak buah Rico sambil memperlihatkan dua remote mobil.


"Jika demikian tinggal saja, bawa saja remote itu dan surat2nya, nanti bakar saja semuanya jika sudah sampai rumah, kita lanjutkan perjalanan kita" ucap Rico dengan ramah sambil melangkah keluar menuju mobilnya.


Semua anak buah Rico melihat Rico meninggalkan mereka langsung naik ke dalam mobil mereka sendiri dan memajukannya mendekati pintu gerbang.


"Bos, semuanya beres, namun mobil mereka memiliki GPS jadi tidak saya bawa" ucap Rico saat sudah di kursi pengemudi.


"Oke, ayo kita lanjutkan perjalanan kita masuk Tol Padalarang saja dan keluar pintu Tol Pasteur" ucap Sean Arthur dengan santai sambil kemudian menghisap rokoknya kembali.


Rico langsung memajukan mobil di ikuti oleh mobil mobil anak buahnya sambil mengambil radio komunikasinya.


"Tim motor silahkan ke Pasteur kita akan masuk tol Padalarang keluar pintu Tol Pasteur" ucap Rico melalui radio komunikasi miliknya dan anak buahnya langsung menjawab tanda mereka mengerti.


Mobil mereka memasuki pintu Tol Padalarang dan Sean Arthur kembali mengambil ponselnya untuk menghubungi Gunawan.


"Gunawan bagaimana apakah aman" ucap Sean Arthur melalui ponselnya itu.


"Beres Bos, tidak ada satu cctv pun yang merekam anda dan yang lainnya, anda bisa tenang keluar tol Pasteur nya" ucap Gunawan menjawab melalui ponselnya dan Sean Arthur memang sebelumnya sudah mengirimkan pesan singkat yang memberitahukan ke Gunawan bahwa mereka akan memasuki pintu tol Padalarang dan keluar di pintu tol Pasteur.


"Oke, setelah ini kami akan ke Cicendo dan hapus juga rekaman perjalanan kami sampai kembali ke rumah karena aku tidak ingin ada bukti yang memberatkan ku nantinya" ucap Sean Arthur kembali.


"Siap Bos, beres namun kecepatan maksimal di lima puluh kilometer saja bos jika di luar Tol agar kami mudah menghapus jejak rekaman anda jika di dalam Tol silahkan sampai seratus kilometer per jam" ucap Gunawan.


"Oke, terima kasih" ucap Sean Arthur sambil mematikan panggilan telepon itu.


"Rico maksimal seratus di dalam Tol dan maksimal lima puluh di luar Tol" Ucap Sean Arthur mengingatkan Rico.


"Siap Bos, beres kita delapan puluh kilometer per jam kok dari awal masuk Tol Padalarang tadi" jawab Rico dengan hormat.


"Rico di Cicendo lokasinya sangat strategis untuk mereka jadi kita hanya akan melintasi saja melihat situasinya jika memang kita tidak bisa berhenti maka langsung pulang saja" ucap Sean Arthur sambil kembali menyalakan sebatang rokoknya.


"Siap Bos" ucap Rico sambil terus mengendalikan laju mobilnya.


Tidak memerlukan waktu lama mereka sudah kelihatan keluar dari pintu tol Pasteur dan langsung lurus menuju daerah Cicendo.


"Rico depan belok kanan saja kita lewat samping rel kereta" ucap Sean Arthur yang meski terlihat sangat santai dia selalu mengawasi jalanan.


Mobil mobil itu terus melaju dengan kecepatan lima puluh kilometer per jam dan Sean Arthur sudah melihat targetnya.


"Rico pelan saja dan lihatlah sebelah kanan kita nanti ada sebuah ruko lihat jika kafenya kosong atau tutup langsung berhenti saja, target ada di sebelah kiri ruko itu" ucap Sean Arthur dengan santai.


Rico langsung memelankan laju mobilnya namun ternyata kafe yang dimaksudkan oleh Sean Arthur sangat ramai sekali sehingga dia tidak menghentikan laju mobilnya melainkan hanya mengawasi ruko yang menjadi target mereka.


"Bos sangat ramai" ucap Rico.


"Aku juga melihatnya jadi langsung pulang saja setidak tidaknya kita sudah melihat situasinya dan bisa mencari waktu lain dimana kafe itu kosong, jadi kita langsung pulang saja" ucap Sean Arthur sambil mematikan rokoknya karena memang sudah habis.


"Baik Bos" jawab Rico sambil menambah kecepatan mobil.


"Rico suruh anak buahmu yang mengendarai motor dua orang berhenti dan mengirim lokasi ruko tadi kepada mu lalu kirimkan kepadaku" ucap Sean Arthur dengan santai.


"Baik Bos, tapi saya sudah memiliki koordinat GPS nya tadi pas melintas saya mengambilnya tepat di depannya, sebentar saya kirimkan ke Bos" jawab Rico sambil mengirimkan koordinat GPS ruko yang tadi mereka lewati ke Sean Arthur.


Sean Arthur kemudian mengirim lokasi ruko itu ke Gunawan. Lalu menghubungi Gunawan melalui panggilan telepon.


"Gunawan, simpan lokasi itu dan jika bisa ambil rekaman cctv yang mengarah ke ruko sebelah kafe, aku tidak ingat nama kafenya namun ruko sebelah kirinya adalah lokasi tim cyber ketiga milik geng serigala jika bisa kau sadap juga semua yang terjadi di ruko tim cyber itu" ucap Sean Arthur melalui panggilan telepon itu.


"Beres Bos, segera saya kerjakan, saya akan upayakan melacak mereka jadi kita bisa mengambil semua data di komputer dan ponsel mereka" jawab Gunawan melalui ponselnya juga.


"Terima kasih atas kerja kerasmu, apakah geng serigala sudah menyadari jika satu lagi tim cyber mereka yang di kota Cimahi menghilang" ucap Sean Arthur kembali.


"Belum Bos namun saya mendengar dari ponsel Serigala pertama jika mereka berencana mengurus agar serigala ke tiga bisa bebas melalui jaminan uang" ucap Gunawan yang terdengar sangat hormat melalui ponsel itu.


"Oh, jika menurut mu apakah itu mungkin?" Ucap Sean Arthur


"Mungkin saja bos karena saya tidak mengetahui detailnya" jawab Gunawan melalui ponselnya.


"Biarkan saja jika demikian, terus cari hal hal bisa membuat mereka masuk penjara, dan hancurkan saham salah satu perusahaan mereka untukku" ucap Sean Arthur sambil kembali menyalakan sebatang rokoknya.


"Siap Bos, tim cyber saya sudah memiliki data akurat untuk semua perusahaan mereka di bursa saham jadi bisa dengan mudah menurunkan angka saham mereka" ucap Gunawan.


"Oke lanjutkanlah kemungkinan setengah jam lagi aku sampai rumah" ucap Sean Arthur sambil mematikan panggilan telepon itu.


"Rico sepertinya kita harus mulai cara kasar, apakah kau bisa menggunakan anak buah mu untuk membuat keributan malam ini" ucap Sean Arthur dengan santai.


"Bos anak buah saya yang sekarang sudah sangat terlatih untuk itu, dan mereka juga rata rata memiliki anak buah yang bisa mengerjakan tugas kotor mereka" ucap Rico dengan sangat hormat.