
Semuanya tampak menganggukkan kepalanya demikian juga dengan Rico mereka kini paham dengan tujuan dari Sean Arthur.
Satu jam berlalu dengan cepat dan semua kopi dan snack mereka juga sudah habis mereka kemudian meninggalkan restoran eropa itu dan langsung pulang ke villa Sean Arthur.
Sean Arthur disambut hangat oleh Alex yang memang sudah menunggu kepulangannya.
"Alex apakah ada sesuatu sampai kau menungguku" ucap Sean Arthur dengan ramah sesaat setelah dia turun dari mobilnya.
"Bos saat ini Bayu sudah di tahan oleh pihak kepolisian terkait kasus pemberian suap, saya menunggu anda untuk menyampaikan hal ini" ucap Alex dengan sangat hormat.
"Baguslah jadi dua sudah masuk penjara dan waktunya membuat mereka berdua semakin pusing, ayo kita ke tempat gunawan" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Bos, kita gunakan mobil golf saja kesana jika jalan lumayan jauh" ucap Alex sambil menunjuk sebuah mobil golf yang terparkir di dekat mereka.
"Oke, dan Rico kau istirahat saja" ucap Sean Arthur sambil berjalan menuju mobil golf itu.
"Siap Bos" ucap Rico sambil berjalan kembali memasuki mobil untuk memarkirkannya di gedung parkiran mobil Sean Arthur.
Alex langsung mengemudikan mobil golf itu dan mereka langsung menuju villa kanan yang sudah menjadi tempat kerja Gunawan dan anak buahnya.
Lima menit berlalu dan keduanya sampai di villa kanan yang menjadi tempat kerja Gunawan kedatangan mereka disambut hangat oleh Gunawan dan anak buahnya.
"Bos mari di lantai dua saja" ucap Gunawan dengan sangat hormat sambil meminta Sean Arthur mengikutinya ke lantai dua.
Sean Arthur dan Alex pun mengikuti Gunawan dan memasuki sebuah ruangan besar dengan banyak monitor terpasang di dinding ruangan itu, selain itu juga ada beberapa sofa dan beberapa meja disana dengan sebuah meja kerja yang diatasnya terdapat sebuah laptop yang menyala.
Sean Arthur dan Alex langsung duduk di sofa itu sedangkan Gunawan duduk di kursi kerjanya sambil mengawasi laptopnya.
"Bos apakah ada yang bisa saya bantu untuk anda" ucap Gunawan dengan sangat hormat.
"Tomi dan Bayu sudah di tahan oleh pihak kepolisian jadi aku minta bantuan mu untuk menurunkan saham saham perusahaan mereka berdua, bangkrutkan saja" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil kemudian menyalakan sebatang rokoknya.
"Siap Bos tengah malam nanti semua perusahaan mereka akan bangkrut dari data yang saya miliki dari Cicendo kemarin saya sekarang mengetahui dengan jelas data perusahaan delapan serigala jadi mudah untuk kami membuat mereka bangkrut atau semakin kaya" ucap Gunawan dengan sangat hormat.
"Gunawan bisa kau ambil cctv dari diskotik Komori" ucap Sean Arthur lagi.
"Sebentar Bos saya coba cek dulu" ucap Gunawan dengan sangat hormat sambil memainkan mouse dan keyboard laptopnya itu.
Sepuluh menit berlalu dan kini delapan monitor menyala dan memperlihatkan area dalam dan area luar diskotik Komori.
Sean Arthur dan Alex langsung melihat ke monitor monitor itu dan dari salah satu monitor terlihat tempat spa milik Sean Arthur yang ramai pengunjung.
"Bos, dua diskotik ini yaitu Quantico dan Komori juga masuk ke bursa saham apakah perlu saya menurunkan saham mereka juga" ucap Gunawan sambil pandangannya terus ke laptopnya.
"Turunkan saja hari ini yang diskotik Quantico dan untuk diskotik Komori besok saja agar tidak mencolok perhatian banyak pihak" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil kemudian menghisap rokoknya kembali.
"Baik Bos saya akan melakukan sesuai perintah Bos" ucap Gunawan dengan sangat hormat.
"Gunawan apakah kalian nyaman tinggal di sini" ucap Sean Arthur dengan santai namun sangat serius.
"Sangat nyaman dan betah Bos semuanya karena kebutuhan kami sudah dipenuhi dan kafe kopi saya juga tetap berjalan kok Bos jadi jangan khawatirkan kami" ucap Gunawan yang terdengar sangat sopan.
"Baguslah jika demikian, jika ada yang di butuhkan maka jangan sungkan untuk memintanya ke Alex atau kepadaku, dan terus cari bukti kejahatan dari delapan serigala itu" ucap Sean Arthur kembali.
"Saya memiliki video perselingkuhan antara Tomo serigala ke empat dengan sekretarisnya dan sepertinya istrinya tidak mengetahui perselingkuhan ini" ucap Gunawan.
"Tomo kurang terkenal oleh publik demikian juga sekretarisnya jadi apa ide mu untuk video perselingkuhan itu" ucap Sean Arthur ke Gunawan.
"Kita kirim saja ke publik bos, jadi kan viral setidaknya pihak media akan menyukai hal ini jika sudah viral dan akan menurunkan martabat Tomo tentunya baru nanti saya turunkan saham saham perusahaannya, bagaimana menurut Bos" ucap Gunawan.
"Jika demikian maka kerjakan saja, tetap cari lagi kasus lainnya biar lebih ramai" ucap Sean Arthur.
"Sebenarnya ada satu lagi video seperti itu bos milik Tomi serigala ketiga yang sedang di tahan oleh polisi namun jika berita ini sampai ke media akan sangat heboh nantinya karena lawannya salah seorang istri pejabat" ucap Gunawan sambil tersenyum hangat ke Sean Arthur dan juga Alex.
"Simpan saja dulu, jika nantinya Tomi keluar penjara dengan jaminan maka masukan lagi dengan video itu jika kau naikkan sekarang akan percuma bukan" ucap Sean Arthur sambil kembali menyalakan sebatang rokoknya karena yang sebelumnya sudah habis.
"Siap Bos, saya akan menaikkan berita itu nanti jika demikian" ucap Gunawan.
"Dika sangat play boy apakah kau tidak menemukan bukti apapun tentang dia" ucap Sean Arthur.
"Maaf Bos belum sempat mencari kelemahan Dika, nanti saya akan mencarinya setelah membersihkan rekaman video diskotik Komori saja ya Bos jika anda tidak keberatan" ucap Gunawan dengan sangat hormat.
"Atur saja oleh mu tidak perlu terburu buru namun sebaiknya fokuskan saja dulu ke Tomo, siapa tahu ada kasus lainnya tentang dia" ucap Sean Arthur sambil kemudian menghisap rokoknya.
"Siap Bos saya akan mengabari anda perkembangannya" ucap Gunawan dengan hormat dengan kedua tangannya yang masih terus sibuk oleh mouse dan keyboard laptopnya itu.
"Oke Aku malam ini mau istirahat jadi jika ada apa apa kirim pesan singkat saja kepadaku dan jika ada yang urgent langsung ke Alex saja ya" ucap Sean Arthur sambil berdiri di Ikuti oleh Alex.
"Siap Bos, nanti saya juga akan membangkrutkan satu lagi anak perusahaan anda" ucap Gunawan
"Kau atur saja sebaik mungkin apa yang kau bisa lakukan, dan terima kasih atas kerja keras kalian semua" ucap Sean Arthur sambil melangkah keluar dari ruang kerja gunawan itu bersama dengan Alex tentunya.