Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Pembersihan 2



"Baik Bos saya minta izin anda untuk mengaktifkan pasukan khusus saya dan hanya mereka yang bisa saya andalkan saat ini" ucap Rico dengan sangat hormat sambil duduk di samping kiri Sean Arthur lalu mengambil satu minuman kaleng bersoda dan meminumnya sampai habis.


Sean Arthur kemudian mengambil salah satu ponsel yang ada di dalam kardus itu dan melihat jika ponsel itu sudah dimatikan lalu melihat yang lainnya dan ternyata sama semua ponsel di dalam kardus sudah dimatikan semuanya.


Tiga puluh menit lagi berlalu dan kini lima Bus besar nampak memasuki halaman depan rumah itu dan nampak juga alex mendatangi Sean Arthur di ruang tamunya itu.


"Bos, mereka akan berjalan jalan dulu ke penangkaran buaya kita" ucap Alex setelah duduk di depan Sean Arthur dan Rico.


"Sudah kau pastikan anak buahmu tidak meninggalkan jejak bukan" ucap Sean Arthur memastikan tindakan Alex.


"Sudah bos, yang pertama tadi juga sudah dibungkus rapi koq bos, saat ini ruang bawah tanah anda sudah bersih semua, bahkan jejak semut pun tidak ada, nanti anak buahku akan membersihkan juga semua barang barang mereka dan menghapus beberapa rekaman cctv rumah anda ini" ucap Alex dengan santai namun tetap hormat.


"Baguslah jika demikian dan amankan dalam radius dua kilometer dari sini, dengan menghilangnya mereka maka akan banyak yang mencari tahu jadi amankan semuanya sementara kau tinggal disini saja dan Rico bawa dus ini sepertinya Ardhi sudah datang" ucap Sean Arthur sambil berdiri dan melangkah keluar dari dalam rumahnya karena dia mendengar suara dua sedan Lamborghini yang memang memiliki suara yang sangat khas.


Rico langsung berdiri dan membawa dus karton itu lalu mengikuti Sean Arthur demikian juga dengan Alex.


Di teras rumahnya dia melihat ada dua Lamborghini terparkir dan ada lima bis yang sedang menaikan penumpang dengan tangan para penumpang yang terikat di belakang.


"Bos mereka semua" ucap Ardhi dengan hormat sambil melihat ke arah bis bis itu.


"Ardhi nanti Alex yang akan menjelaskannya dan mana yang ku minta" ucap Sean Arthur dengan sangat santai.


"Maaf Bos, ini kunci mobil anda dan uangnya ada di tas ransel di dalam" ucap Ardhi dengan hormat sambil memberikan sebuah remote yang merupakan remote Lamborghini yang parkir di depan.


"Ardhi siapa dia?" Ucap Sean Arthur sambil menerima remote Lamborghini itu dan melihat ke arah pemuda yang ada di dalam Lamborghini milik Ardhi.


"Bos dia bawahan saya dan anda tidak perlu khawatir dia aman bos, tidak akan menceritakan apa yang dilihatnya disini ke siapapun nantinya" ucap Ardhi menjelaskan dengan hormat.


"Rico ikut dengan ku, Alex pastikan semuanya sempurna, Ardhi segera ganti semua mobil dan motor yang ada di sini" ucap Sean Arthur sambil memberikan remote Lamborghini ke Rico lalu membuka pintu penumpang Lamborghini dan duduk di kursi penumpang, dia sengaja meminta Rico yang menyetir agar bisa menenangkan amarah Rico atas pengkhianatan anak buahnya.


Rico langsung membuka bagasi Lamborghini dan memasukan dus karton yang berisi ponsel anak buahnya lalu masuk ke dalam mobil Lamborghini itu.


Lamborghini itu langsung melesat keluar dari halaman rumah besar itu dan terus melesat menuju kota lembang untuk menemui Gunawan.


"Bos, kita ke kota Lembang ada apa"ucap Rico sambil terus mengendalikan laju Lamborghini itu.


"Nanti juga kau akan tahu, dan pasukan khusus mu apa kau yakin mereka bersih" ucap Sean Arthur sambil mengambil ponselnya dan membaca pesan singkat yang baru saja masuk ke ponselnya itu.


"Bos sebenarnya bos besar memiliki banyak anak buah bahkan jumlahnya sampai ratusan ribu orang yang tersebar seluruh negara ini, namun bos besar memberikan mereka semua tempat usaha yang menjadi hak milik mereka sehingga kini semuanya vakum namun bisa di aktifkan kembali" ucap Rico kembali.


"Rico jika mereka sudah hidup normal maka biarkan saja seperti itu namun jika mereka memang ingin kembali ya kau terima mereka" ucap Sean Arthur sambil menulis pesan singkat di ponselnya untuk di kirimkan ke Alex dan Ardhi yang isinya agar menunggu kepulangannya.


"Gara gara masalah anak buah mu aku sampai lupa memberi tahu Ardhi untuk masalah yang lebih penting" ucap Sean Arthur dalam hatinya sambil menyimpan ponselnya kembali ke saku celananya.


"Baik Bos jika di ijinkan oleh Bos, nanti malam saya akan keluar menemui beberapa orang lama saya" ucap Rico kembali.


"Ya pergilah namun jangan membuat masalah ingat masalah ku sudah banyak dan jangan kau tambah lagi" ucap Sean Arthur dengan sangat tegas.


"Siap Bos, saya sudah sangat malu dengan anda dan saya tidak akan lagi membuat anda kecewa" ucap Rico dengan sangat hormat.


Mobil Lamborghini itu melesat dengan cepat dan akhirnya sampai di parkiran sebuah kafe kopi yang sedang tutup.


"Rico bawa dus handphone dan tas ransel ini" ucap Sean Arthur sambil turun dari dalam mobilnya itu.


"Baik Bos" ucap Rico sambil mengambil tas ransel di belakang joknya dan kemudian membuka pintu bagasi Lamborghini itu.


Gunawan keluar dari dalam kafe dan menyambut kedatangan Sean Arthur dengan sangat hormat.


"Bos sampai anda lagi yang jauh jauh datang kesini, padahal saya juga bisa datang ke rumah anda atau kemana pun anda inginkan" ucap Gunawan dengan hormat.


"Ayo kita bicara di dalam, Rico ikuti kami" ucap Sean Arthur sambil melangkahkan kakinya menuju kafe kopi itu.


Mereka kemudian duduk di teras lantai dua karena memang Sean Arthur ingin duduk disana.


"Gunawan ini Rico bawahanku dan Rico ini Gunawan, dia ini sangat ahli dalam hal penyadapan dan dari dia juga aku mengetahui pengkhianatan anak buahmu" ucap Sean Arthur mengenalkan keduanya yang memang belum saling mengenal itu.


Keduanya langsung saling berjabat tangan dan berbasa basi lalu duduk kembali.


"Gunawan, ini uang operasional mu dan aku minta bantuan mu untuk melihat isi semua ponsel ini dan melihat apakah ada sesuatu yang disini atau tidak dan juga hancurkan semuanya karena para pemilik ponsel ini sebentar lagi bertemu dengan sang pencipta" ucap Sean Arthur dengan ramah dan sangat santai sambil memberikan ransel yang berisi uang tunai itu.


Gunawan langsung menerima ransel itu dan melihat isinya lalu melihat ponsel ponsel yang ada di dalam dus karton itu.


"Bos, saya minta waktu tiga hari untuk melihat isi ponsel ponsel ini dan saya akan mengubah posisi terakhir ponsel ponsel ini juga nantinya sehingga tidak dapat di lacak oleh siapapun kedepannya." Ucap Gunawan dengan hormat sambil menurunkan dus karton itu dari atas meja karena seorang wanita muda datang membawa tiga cangkir kopi tanpa gula untuk mereka.