Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Restoran Asia 11



"Bos maaf truck sudah dalam perjalanan ke Polres dan akan langsung mendropkan barangnya" ucap Alex dengan sangat hormat yang mendatangi Sean Arthur.


"Alex ikut dengan petugas medis dan urus jenazah pengawal ku itu" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Siap Bos" ucap Alex dengan sangat hormat dan langsung membalikkan badannya.


"Ini ada berapa kartu VVIP" ucap Sean Arthur ke manager restorannya.


"Bos itu masih utuh seratus kartu dan belum saya berikan kesiapapun kok" ucap manager restoran dengan sangat sopan.


"Pak Rachman ini kartu VVIP bisa anda gunakan jika makan di restoran restoran kami, di bagian belakang kartu ada nama nama restoran milik saya tempat penggunaan kartu ini, dan bapak bisa mengajak maksimal enam orang saja ya, bapak akan mendapatkan diskon sampai delapan puluh persen dari transaksi bapak dengan menunjukkan kartu ini" ucap Sean Arthur sambil memberikan setumpuk kartu VVIP itu berikut dengan kantong penyimpanan kertasnya.


"Pak Sean ini seratus kartu banyak sekali" ucap Pak Rachman yang nampak terkejut menerima pemberian Sean Arthur itu.


"Ya pastinya kebanyakan dan mubazir jika hanya untuk bapak, lain halnya jika satu bapak berikan ke Pak Freddy, satu untuk Pak Dani dan sisanya bagaimana baiknya bapak saja, jadi Bapak bapak bisa makan di restoran kami dengan harga jauh lebih murah dari harga kantin bukan, namun jangan bawa selingkuhan ya, ajaklah anak dan istri, agar bisa merasakan hidangan dari semua negara dan kartu itu tidak memiliki jangka waktu namun seperti yang saya sampaikan tadi kartu ini hanya bisa untuk enam orang saja, kecuali anda membawa dua kartu VVIP ya" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Pak Freddy dan Pak Dani ini untuk anda saya berikan lima lima saja ya, sisanya nanti saya pikirkan siapa yang kira kira cocok mendapatkan kartu VVIP restoran ini" ucap Pak Rachman sambil memberikan masing masing lima kartu VVIP restoran.


"Jadi selama tertulis di belakang kartu maka diskonnya sama, selain restoran juga ada beberapa supermarket namun untuk supermarket hanya maksimal satu kali belanja dalam sebulan sedangkan untuk restoran bisa datang setiap hari jika menginginkan" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil melihat jika semua orang di ruangan itu terlihat iri.


"Pak Sean, saya benar benar berterima kasih kepada anda, dan saya akan pastikan jika kartu kartu ini di dapatkan oleh orang orang yang cocok mendapatkannya, baiklah saya permisi dulu karena semua prosesnya sudah selesai dan juga saya harus segera ke kantor untuk memproses para pelaku kerusuhan yang berhasil kami tangkap" ucap Pak Rachman sambil berdiri dan menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Sean Arthur.


"Senang bisa mengenal Bapak dan jika ada apa apa kabari saja ya Pak" ucap Sean Arthur sambil menjabat tangan Pak Rachman.


"Baik Pak, semuanya ayo kita kembali ke kantor" ucap Pak Rachman sambil melangkah meninggalkan ruangan itu.


"Pak Sean kami pamit" ucap Pak Freddy dengan sangat sopan.


"Iya Pak Freddy dan Pak Dani hati hati dijalannya ya, sehat selalu Pak" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Bapak juga ya Pak" ucap Pak Freddy.


Sean Arthur membiarkan pihak kepolisian untuk turun terlebih dulu dan setelah semuanya turun dia langsung berdiri kembali.


"Semuanya ayo kita pulang" ucap Sean Arthur sambil melangkah menuju ke tangga dan di ikuti oleh kedua anak buahnya serta kelima pengawal pribadinya itu.


"Sudah pulanglah lagi, kunci saja besok baru beres kan" ucap Sean Arthur ke manager restoran itu yang bertemu di lantai satu seorang diri.


"Siap Bos, saya juga sudah lelah, mari Bos, biar sekalian saya kunci pintunya" ucap manager restoran dengan sangat hormat.


Sean Arthur hanya tersenyum dan langsung keluar dari dalam restoran itu, dia melihat jika banyak sekali mobil polisi terparkir di luar parkiran tepatnya memenuhi jalanan sehingga mobilnya belum bisa keluar.


Manager restoran itu pun kemudian mengunci pintu restoran.


"Bos saya duluan ya" ucap manager restoran sambil menaiki motornya.


"Pulanglah dan beristirahatlah, ingat berhati hati" ucap Sean Arthur yang berdiri bersama kedua bawahannya dan para pengawalnya di samping mobilnya.


"Siap Bos" ucap manager restoran itu dengan sangat hormat sambil menjalankan motornya.


Sean Arthur hanya tersenyum sambil mengeluarkan bungkus rokoknya dari dalam celananya namun  koreknya terjatuh hampir masuk ke kolong mobilnya dan dia langsung mengambilnya.


Sean Arthur yang sedang mengambil koreknya melihat ke kolong mobil dan melihat ada bom waktu disana yang hanya tinggal Sepuluh detik berjalan mundur.


Teriakan Sean Arthur di dengar oleh beberapa anggota kepolisian yang hendak menaiki mobil mereka di jalan raya luar parkiran restoran.


Booooooooooom


Boooooooooooooooooom


Dua ledakan terdengar dengan keras saat mobil Sean Arthur dan mobil pengawalnya meledak hancur berkeping keping dan ledakan itu mengancurkan kaca bangunan dan kaca mobil sekitarnya bahkan restoran juga ikut terbakar dengan hebatnya.


Sean Arthur dan para pengawalnya terhempas dan jatuh ke aspal dengan kerasnya karena mereka pas sampai di jalanan.


Booooooooooom


Ledakan keras kembali terdengar saat sebuah bom kembali meledak di dalam restoran itu.


"Bos apakah anda tidak apa apa" ucap Doni yang melihat Sean Arthur masih tergeletak di aspal dengan luka terlihat di punggungnya karena sebelumnya dia sempat menarik tangan salah seorang pengawal pribadinya yang tertinggal paling belakang baru kemudian berlari kembali sehingga Sean Arthur menjadi yang terdekat dengan lokasi ledakan. 


"Bos"


"Bos"


"Bos"


Sean Arthur tetap tidak sadarkan diri dan terlihat jika wartawan dan pihak kepolisian langsung mendatangi tempat itu.


"Ambulan panggil ambulan" teriak Doni dengan sangat panik.


Roni terlihat berlari kesana kemari meskipun dia juga terluka mencari ambulans.


Lima orang pengawal pribadinya juga terluka namun mereka sibuk mencari ambulans sampai semuanya terjatuh dan pingsan.


Booooooooooom


Ledakan kembali terdengar dari dalam restoran itu dengan sangat kencang dan terlihat jika restoran itu kini benar benar hancur.


Booooooooooom


Pos parkir kini meledak dan mengakibatkan banyak media dan pihak kepolisian yang terluka terkena dampak ledakan itu.


Kepanikan terjadi di sana sana terlihat jika mereka semua kini menghindari gedung dan bangunan dan mobil yang tidak mereka kenali.


Boooooooooooooooooom


Ledakan keras kembali terdengar di gedung yang ada di samping kanan restoran dan menghancurkan gedung itu yang mengakibatkan Pecahan kaca kini ada dimana mana sampai ke jalanan.


Boooooooooooooooooom


Ledakan kembali terdengar di gedung samping kiri restoran dan gedung itu pun hancur berantakan.


Api terlihat dimana mana dan asap hitam juga menggumpal ke langit lepas.