Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
100 Dodge Journey



“Baguslah , kau sudah semakin terlatih dengan bidang mu, apa sudah ada data kelompok yang bekerja untuk ikan besar itu” ucap Sean Arthur.


“Maaf Bos, namun belum ada bos, masih diselidiki, jika kami bisa mengetahui jenis pelurunya kami bisa tahu mereka agensi mana” ucap Gunawan.


“Bukankah semuanya masuk rumah sakit, dan semuanya akan dilakukan visum, bukankah kau bisa masuk ke komputer rumah sakit itu” ucap Sean Arthur.


“Wah iya, maaf bos saya kelupaan akan hal itu, baik saya akan memeriksanya” ucap Gunawan.


“Kabari aku jika ada hal besar yang kau temukan” ucap Sean Arthur.


“Siap Bos pasti saya kabari” ucap Gunawan dan panggilan telepon itu pun langsung di putuskan oleh Sean Arthur.


“Roni dan Doni bawa mobilku ke titik temu ambil semua uang itu lalu kembali ke Villa Naga” ucap Sean Arthur.


“Lalu anda bagaimana Bos, jika hanya mengambil uang itu saya bisa kirim orang dari rumah saja” ucap Roni.


“Oke kirim orang dari rumah, ambil uang itu dan sampaikan yang bertugas malam ini untuk datang ke villa ku yang ada di daerah Plered Purwakarta saja, biarkan mereka tetap disana sampai kita memanggil mereka” ucap Sean Arthur.


“Baik Bos, pantas anda merubah titik temu ternyata agar mereka bisa mengambil jalan pintas ke Villa Plered Purwakarta” ucap Roni sambil mengirimkan pesan singkat ke anak buahnya, karena dia lebih nyaman untuk mengirim tugas melalui pesan singkat.


“Bos jika saya boleh tahu kenapa mereka diminta sembunyi, bukankah mereka bisa di villa naga saja” ucap Doni.


“Bisa namun kita tidak bisa mengambil resiko apapun saat ini” ucap Sean Arthur sambil kemudian meminum sedikit kopinya lalu menyalakan kembali sebatang rokoknya.


“Beres Bos, perintah sudah disampaikan dan mereka sudah monitor, target pertama yang rambut pendek juga selesai dan target kedua bersama pengawalnya sedang diselesaikan” ucap Roni.


“Bawa ponsel mereka semua nanti dalam kondisi mati ke Villa Dago lalu berikan ke Gunawan, agar kita bisa mengetahui apa dan siapanya, lalu mereka semua juga berkumpul di Villa Plered Purwakarta, khusus pengirim ponsel tetap bertahan di Villa Dago saja” ucap Sean Arthur.


“Baik Bos” ucap Roni sambil kembali mengirimkan pesan singkat ke anak buahnya.


Drrrrttttt Drrrrttttt Drrrrttttt Drrrrttttt  ponsel Sean Arthur bergetar mendapatkan panggilan masuk dari Gunawan dan langsung di angkat oleh Sean Arthur.


“Gunawan ada apa?” tanya Sean Arthur membuka percakapan panggilan telepon itu.


“Bos, ada lima puluh mobil dari kota purwakarta dan lima puluh mobil dari kota subang, mengarah ke lokasi anda, mereka akan sampai tempat anda dalam waktu dua puluh menit” ucap Gunawan.


“Apa ada anak buah mu yang di sekitar sini dan bisa menghentikan mobil mobil itu?” tanya Sean Arthur.


“Maaf Bos, mereka cukup jauh dan tidak akan tepat waktu sampai sana.” ucap Gunawan.


“Oke” ucap Sean Arthur sambil memutuskan panggilan telepon itu.


“Bos, target kedua sudah selesai” ucap Roni.


Roni tidak lagi mengirim pesan singkat namun dia menghubungi beberapa anak buahnya melalui panggilan telepon dan meminta mereka untuk cepat datang.


“Bos sudah saya hubungi dan mereka akan datang kurang dari sepuluh menit.” ucap Roni sambil kemudian membuka pintu penumpang belakang mobil, mempersilahkan Sean Arthur untuk masuk ke dalam mobil dan semua pengawal Sean Arthur berdiri membentuk dinding pertahanan berjaga apabila ada penembak jitu atau serangan lainnya.


Sean Arthur langsung masuk ke dalam mobil dan semuanya juga langsung masuk ke mobil mereka masing masing.


“Roni, ayo jalan, waktu kita terbatas, kita tidak bisa berperang dengan mereka di area penduduk” ucap Sean Arthur.


“Baik Bos” ucap Roni sambil menjalankan mobilnya dengan cepat diikuti oleh semua pengawal pribadi Sean Arthur.


Rombongan Sean Arthur meninggalkan parkiran rumah makan itu dan mereka melaju dengan sangat cepat lalu berhenti di pinggir jalan di kawasan hutan pohon karet yang memang cukup luas untuk memarkirkan semua mobil mereka.


“Bos, jalan ini sangat sepi bahkan tidak ada motor satu pun yang lewat atau pun kendaraan lainnya” ucap Doni.


“Sudah dimana anak buah kalian?” Tanya Sean Arthur dan saat ini mereka bertiga masih ada di dalam mobil namun mobil yang di naiki Sean Arthur kini terlindungi oleh mobil semua pengawal pribadinya, dan pengawal pribadi Sean Arthur juga sudah keluar dari dalam mobil mereka lalu membentuk perlindungan untuk Sean Arthur.


Sebagian Pengawal Sean Arthur juga sudah berlindung di antara pepohonan karet yang ada di hutan itu agar mereka bisa menyerang musuh dari sudut yang lain.


“Paling lama lima menit lagi Bos” ucap Doni.


“oke , kalian berdua keluarlah dan arahkan dua mobil untuk menutup jalan di depan dan belakang kita ini, karena mereka sepertinya sudah menutup jalan dalam perjalanan kesini, sampaikan ke semuanya agar bersiap dan jangan lengah.” ucap Sean Arthur.


“Baik Bos, saya akan segera menyiapkan strategi pertahanan untuk kita” ucap Doni dan keduanya pun langsung keluar dari dalam mobil itu.


Sean Arthur pun kemudian mengambil ponselnya dan langsung menghubungi Gunawan kembali.


“Bos anda dimana tidak ada cctv jalan yang melihat keberadaan mobil anda dan para pengawal anda” ucap Gunawan.


“Kami di hutan karet dan memang tidak ada cctv disini, bagaimana dengan para penyerang itu? Sudah sampai mana mereka?” ucap Sean Arthur.


“Mereka akan sampai sana kurang lebih dalam waktu lima belas menit mobil dan mereka menutup jalan, hanya untuk mereka saja.” ucap Gunawan.


“Iya aku sudah tahu hal itu, apa kau tahu siapa mereka?” ucap Sean Arthur.


“Bos tidak ada satupun plat nomor mobil mereka yang terdaftar jadi saya tidak mengetahui siapa mereka” ucap Gunawan.


“Oke jika demikian, nanti kita cari tahu siapa mereka, apakah ada lagi yang datang selain mereka dan mobil apa yang mereka gunakan agar aku tahu kekuatan mereka.” ucap Sean Arthur.


“Bos. mobil mereka semua sama, mereka menggunakan Dodge Journey warna hitam” ucap Gunawan.


“Cari tahu saja pemilik dari Dodge Journey, aku sangat yakin ini milik satu orang, jadi mudah bukan, seratus Dodge Journey jika dimiliki satu orang pasti terdata bukan di showroomnya” ucap Sean Arthur.