Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Kembalinya Michael



"Bos, saya pamit sebentar untuk menghubungi anak buah saya, karena untuk ini  pesan singkat akan kurang efektif." Ucap Alex sambil berdiri lalu melangkah meninggalkan Sean Arthur.


"Bos apakah kita hanya akan jadi penonton saja?." Tanya Roni.


"Iya benar namun bukan menjadi penonton beneran, melainkan kita akan bersiap untuk perang yang lebih besar lagi, sekarang kau bereskan semua senjata yang tidak berizin, aku tidak mau mereka menggunakan cara yang sama dan tempat kita di geledah oleh pihak kepolisian dan di temukan adanya senjata atau barang lain yang ilegal." Ucap Sean Arthur.


"Maaf Bos, namun sudah saya bereskan semuanya yang tidak berizin tadi sore." Ucap Doni yang berbicara mendahului Roni.


"Baguslah dan Roni sekarang tugasmu adalah melenyapkan ke empat orang itu, ingatlah jangan sampai ada bukti yang memberatkan kita, lalu kau bersihkan penjara bawah tanah dan rubah menjadi gudang." Ucap Sean Arthur.


"Siap Bos, saya permisi sebentar untuk menyelesaikan tugas saya." Ucap Roni sambil berdiri lalu berjalan dan meninggalkan Sean Arthur.


"Bos apa mungkin pihak kepolisian sampai kesini." Ucap Doni.


"Kita lebih baik waspada dari pada kita terlambat dan mendapatkan masalah, Doni kau pastikan radius lima kilometer dari sini aman, dan pastikan juga semua yang bertugas melaporkan setiap sepuluh menit, jika bisa pasang kamera kamera pengawas di semua jalan menuju kesini, aku tidak mau tempat ini di serang dan kita dalam posisi tidak siap, jadi tarik semua anak buah mu dan tempatkan di lokasi lokasi yang strategis, jadi bilamana ada penyerangan maka kita bisa mengepung mereka, kita tidak bisa lengah setelah bola panas ini kita lemparkan lagi." Ucap Sean Arthur.


"Baik Bos, saya permisi sebentar untuk menjalankan tugas dari anda ini." Ucap Doni sambil berdiri lalu melangkah meninggalkan Sean Arthur juga bersamaan alex yang datang kembali pendopo itu dan duduk di tempatnya semula.


"Bos, saya menyiapkan pasukan untuk meniup bara api, dan malam ini mereka akan menyebar di seluruh kota bandung." Ucap Alex.


"Bagus jika kau sudah selesai, sekarang kita tinggal menunggu hasil dari Gunawan." Ucap Sean Arthur sambil melihat kedatangan Michael.


"Malam Bos, maaf saya baru bisa datang kembali." Ucap Michael yang langsung duduk didepan Alex.


"Michael apa kau capai dan butuh istirahat?." Tanya Sean Arthur.


” Tanya Sean Arthur.


“Tidak Bos, saya sudah tidur di pesawat, karena ingin cepat sampai sini saya sengaja menyewa pesawat jet jadi bisa tidur dengan nyenyak.” Ucap Michael.


“Oh, jadi kau sudah tidur dengan nyenyak, oke aku ingin kau berlari keliling taman ini sepuluh kali, apa kau keberatan?.” Ucap Sean Arthur.


“Siap Bos.” Ucap Michael sambil berdiri dan langsung melangkah keluar dan berlari mengelilingi taman yang lebih luas dari lapangan bola itu.


“Bos, katanya anda tidak marah dengan Michael, tapi kenapa anda menghukumnya.” Ucap Alex.


“Aku hanya ingin dia olahraga malam saja, sudah lama aku tidak melihatnya berlari seperti itu, biarkan saja, kita lihat staminanya masih bagus atau tidak.” Ucap Sean Arthur sambil melihat ke arah Alex yang sedang berlari mengelilingi taman besar itu.


“Bos, kenapa dia berlari seperti itu?.” Tanya Gunawan yang sudah kembali lagi menemui Sean Arthur.


“Iya katanya dia kebanyakan tidur di pesawat Jet yang dia sewa.” Ucap Sean Arthur yang masih melihat ke arah Alex


“Bos, saya sudah menghubungi pihak kepolisian dan juga pihak media, jadi nanti kita tinggal menonton televisi saja.” Ucap Gunawan.


“Berapa tempat yang kau kasihkan ke pihak kepolisian?.” Tanya Sean Arthur.


“Lokasi mereka itu tidak mungkin hanya sepuluh bukan.” Ucap Sean Arthur.


“Benar Bos namun saya kehilangan jejak untuk melacak yang lainnya, mohon petunjuk anda Bos.” Ucap Gunawan.


“Pertama kau lacak saja pelarian uang perusahaan perusahaan itu pasti ada jejaknya dan kedua kau sadap saja semua komunikasi di markas mereka, aku yakin saat polisi datang mereka akan laporan.” Ucap Sean Arthur.


“Bos, soal perusahaan itu sudah saya periksa tidak ada yang aneh selain mereka sering menarik uang tunai jumlah banyak, soal komunikasi mereka saya sudah coba melacaknya menemui jalan buntu juga.” Ucap Gunawan.


“Jika begitu pakai cara lama saja, kirimkan masing masing sepuluh motor dan satu mobil dengan dua puluh empat orang kita untuk mengawasi lokasi itu secara langsung, pasti mereka akan menyimpan orang di luar markas untuk mengawasi situasi dan dari mereka juga kita bisa tahu lokasi lainnya.” Ucap Sean Arthur.


“Baik Bos, saya permisi dulu, saya akan membuat pengaturannya, dan biar anak buah saya saja yang bekerja jadi jika mereka ketahuan mereka bisa melumpuhkan musuh.” Ucap Gunawan.


“Iya Atur saja, bagusnya bagaimana namun ingat aku tidak ingin ada kesalahan apapun dari mereka, jika ada kesalahan maka kau yang akan berlari keliling villa ku  ini.” Ucap Sean Arthur.


“Siap Bos, beres, lagian Alex dah datang jadi kalau ada kesalahan maka dia saja yang menanggungnya/” Ucap Gunawan yang langsung berlari selesai dia berbicara karena tidak ingin kena semprot oleh Sean Arthur.


Sean Arthur pun meminum kembali bandreknya sampai habis dan menyalakan sebatang rokoknya lagi.


“Bos, apa mau saya ambilkan lagi bandreknya.” Ucap Alex.


“Tolong ambilkan aku kopi saja.” Ucap Sean Arthur.


“Siap Bos, sebentar saya ke dapur dulu.” Ucap Alex sambil berdiri dan langsung berjalan dengan cepat ke arah dapur.


Waktu berlalu dan kini semua anak buah Sean Arthur sudah kembali namun Michael masih menyelesaikan putaran terakhir nya hingga akhirnya dia selesai dan langsung duduk bersandar di tiang pendopo itu.


Michael tanpa bertanya langsung mengambil air mineral botol dan meminumnya sampai habis.


“Michael apa kau sudah stabil lagi.” Ucap Sean Arthur.


“Sudah Bos, jika ini karena saya yang tidak memberitahukan soal misi penjagaan anda saya mohon maaf Bos.” Ucap Michael.


“Tidak bukan soal itu, namun memang aku ingin mengerjai mu saja.” Ucap Sean Arthur dengan santai.


“Bos, bisa kita berbicara berdua sebentar saja.” Ucap Michael.


“Michael aku sudah menceritakan ke semuanya jadi kau bisa bercerita ke kami semua.” Ucap Gunawan.


“Baiklah ….. ….. Bos, saya dari awal memang datang dengan misi untuk menjaga anda namun saya di pesankan untuk tidak memberitahu anda soal ini, dan untuk semua kepentingan keamanan anda saya menyiapkan pasukan elite saya, karena saya yakin suatu saat kelak anda akan mengetahui kebenarannya dan menjadi pemimpin yang sebenarnya dari para Naga.” Ucap Michael.


“Michael, terima kasih, meskipun aku baru mengetahuinya dan merasa sedikit kau bodohi namun aku tidak bisa berkata apa apa selain terima kasih akan tetapi tugas seorang saudara adalah melindungi saudara lainnya.” Ucap Sean Arthur.