Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Serigala Asia



Tidak ada yang menjawabnya namun Sean Arthur melihat pergerakan dari anak buah nya dan juga para pengawal pribadinya yang kembali ke mobil dan motor mereka. 


Sepuluh menit berlalu dan kini semuanya sudah berada di mobil mereka dan mobil juga sudah di berada di jalanan pintas yang melintasi perkebunan teh karena memang hanya itu jalan satu satunya untuk keluar dari sana.


“Bos Sudah bersih.” Suara Doni terdengar melalui radio komunikasi.


“Ya, Aku juga sudah melihatnya.” Ucap Sean Arthur melalui radio komunikasi lagi.


Dooooor dooooor dooooor dooooor empat letusan senjata terdengar dan berasal dari senjata Steyr Sug Sean Arthur yang menembak empat tangki mobil di sebelah kanan, mobil mobil itu langsung meledak dan terbakar hingga membakar mobil lainnya.


Sean Arthur terus memperhatikan mobil mobil Dodge Journey sebelah kanan itu dan dia ingin memastikan jika semuanya terbakar.


Dooooor dooooor dooooor dooooor dooooor dooooor enam letusan senjata kembali terdengar yang berasal dari senjata Steyr Sug Sean Arthur yang kini menembak enam tangki mobil di sebelah kiri, mobil mobil itu juga langsung meledak dan terbakar hingga membakar mobil lainnya.


sean lima belas menit berlalu dan Sean Arthur kini berjalan ke mobilnya lalu memasuki mobilnya itu dengan santai dan menyimpan dua senjata Steyr Augnya di lantai mobil setelah mencopot magazinenya.


“Doni ayo jalan.” Ucap Sean Arthur.


“Siap Bos.” Ucap Doni sambil mengambil radio komunikasinya.


“Ayo kita lanjutkan kembali perjalanan kita, kita kembali ke rumah.” Ucap Doni melalui Radio komunikasinya.


“Baik Bos.” Ucap pengawal pribadi Sean Arthur yang berada di mobil paling depan dan mereka pun langsung melanjutkan perjalanan mereka menuju villa naga.


“Bos, malam ini sampai dua penyerangan kepada kita dan tadi saya lihat jika plat nomor merekas semuanya XTX bos belakangnya, saya sudah mengirimkan photo plat nomor mobil mereka ke Bos.” Ucap Doni.


Sean Arthur tidak menjawabnya melainkan langsung melihat ponselnya dan langsung mengirimkan photo photo itu ke gunawan agar gunawan bisa mengeceknya.


“Doni, bagaimana kondisi empat orang itu.” Ucap Sean Arthur sambil mengirimkan pesan singkat ke Gunawan.


“Masih hidup dan tidak terluka berat bos, dan bisa kami interogasi setelah kita sampai di villa naga.” Ucap Doni.


“Apakah Ponsel mereka sudah kalian matikan.” Ucap Sean Arthur.


“Sudah Bos, sudah aman.” Ucap Doni.


“Aku sudah membuat keputusan dan aku tidak akan mentolerir aksi mereka ini, siapapun mereka yang jelas hanya kematian yang harus mereka terima, jadi cari informasi sebanyak banyaknya.” Ucap Sean Arhtur.


“Siap Bos, nanti kami akan memastikan ke empatnya bersuara Bos.” Ucap Doni.


“Aku percaya dengan kalian berdua, karena tidak menutup kemungkinan akan susah lagi mendapatkan tangkapan.” Ucap Sean Arthur bersamaan ada panggilan masuk dari gunawan yang langsung di terima oleh Sean Arthur.


“Gunawan sudah dapat datanya.” Ucap Sean Arthur membuka percakapan telepon itu.


“Bos, lawan anda berbahaya.” Ucap Gunawan.


“Siapa mereka?.” Tanya Sean Arthur.


“Bos, mereka itu bukan dari Indonesia ini, namun mereka dipanggil sebagai serigala asia, mungkin anda pernah mendengarnya.” Ucap Gunawan.


“Yang menyerang anda itu, apakah anda berhasil mengamankan ponselnya Bos agar saya bisa tahu lokasi mereka markas.” Ucap Gunawan.


“Ya, Doni dan Roni berhasil mengamankan banyak ponsel mereka dan sudah dimatikan jadi kamu nanti bisa memeriksanya.” Ucap Sean Arthur.


“Siap Bos, saya sudah dalam perjalanan ke tempat anda.” Ucap Gunawan.


“Kau berhati hati di perjalanan jangan sampai ada yang menyerangmu juga.” Ucap Sean Arthur.


“Saya membawa lima ratus orang bos, dan akan menjadi tenaga tambahan untuk anda.” Ucap Gunawan.


“Gunawan, apa kau tidak bisa mengetahui alamat mereka sama sekali.” Ucap Sean Arthur.


“Bos, mobil mobil dodge journey itu beralamat fiktif dan sudah cek jadi tidak mungkin saya berikan ke Bos, masa iya alamatnya rumah yang sudah hancur.” Ucap Gunawan.


“Sungguh mereka pintar dalam siasat, dan kali ini kita harus melangkah lebih maju.” Ucap Sean Arthur.


“Siap Bos, jika ponsel ponsel itu sudah di tangan saya maka saya pastikan kita akan bisa melihat pergerakan mereka kemana saja dan lama mereka disana jadi titik titik itu bisa kita cek bukan.” Ucap Gunawan.


“Oke jika demikian, apa ada lagi yang ingin kau sampaikan.” Ucap Sean Arthur.


“Soal mobil mobil anti peluru anda, saat ini sudah berangkat juga ke villa naga.” Ucap Gunawan.


“Gunawan, sudah ada dua penyerangan dan aku tidak ingin sampai mengarah kepada ku, jadi awasi dengan baik perkembangan perkaranya, jika ada yang sampai mengarah kepada ku maka segera selesaikan.” ucap Sean Arthur.


“Beres Bos anda jangan khawatir, jejak GPS ponsel anda sudah sudah saya rubah jadi aman untuk anda, nanti di villa naga saya akan merubah jejak gps semua yang ikut dalam rombongan anda agar sama dengan anda dan tidak melewati arena pertempuran.” ucap Gunawan.


“Baguslah jika demikian, karena mereka sangat licik dan bisa memutar balikan fakta dan apakah kau bisa meretas ke jaringan mereka.” Ucap Sean Arthur.


“Tentu saja bisa saya lakukan jika sudah sampai villa naga, saya akan membereskan mereka semua dan masuk ke jaringan mereka, jangankan hanya lokasi mereka, semua percakapan juga bisa dan selama mereka menggunakan jaringan internet maka mereka tidak akan berkuasa lagi.” Ucap Gunawan.


“Terus berapa lama kau sampai villa naga.” Ucap Sean Arthur.


“Sepertinya satu jam lagi bos, kami baru saja melintasi kota Lembang dan Bos Tenang saja, perjalanan saya aman kok bos, ini yang mengemudikan mobil juga Alex jadi apapun yang terjadi kami sudah siap berperang.” Ucap Gunawan.


“Baguslah, tapi ingat tetap waspada ya.” Ucap Sean Arthur.


“Siap Bos.” Ucap Gunawan dan panggilan telepon itu langsung diakhiri oleh Sean Arthur.


“Bos, kita mau lewat jalan perkebunan kita atau mau lewat jalan aspal.” Ucap Roni.


“Kita lewat perkebunan saja, lebih aman untuk saat ini, namun perintahkan yang di rumah agar keluar dan menyisir jalanan, aku minta radius satu kilometer benar benar aman dan jalan sejauh dua puluh kilometer ada dalam pengawasan kita.” Ucap Sean Arthur.


“Siap Bos.” Ucap Roni dan terlihat jika Doni mengambil ponselnya dan langsung menghubungi anak buahnya yang menggunakan sepeda motor dan jadi penunjuk jalan.


“Terus gunakan jalan perkebunan, kita akan masuk dari pintu perkebunan…… Oke terima kasih.” Ucap Doni sambil mengakhiri panggilan telepon itu dan kembali menghubungi anak buahnya yang ada di villa naga karena dia harus mengabari perintah terbaru dari Sean Arthur.