
"Michael terima kasih atas jamuan makan mu ini dan jika urusanmu sudah selesai kembalilah, aku akan sangat senang jika bisa berkumpul seperti dulu" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil mengambil ponsel dan rokoknya lalu berdiri diikuti oleh Alex dan Gunawan.
"Bos, saya hanya bisa di belakang bayangan anda saja, dan saya yakin anda mengetahui penyebabnya, namun saya akan hadir jika memang di perlukan, jaga diri anda baik baik dan singgahlah lagi jika anda senggang" ucap Michael dengan sangat hormat.
Mereka bertiga kembali menaiki mobil mereka di antar oleh Michael dan mereka melihat ada enam puluh mobil off-road yang berbaris rapi di belakang mobil mereka itu.
Rombongan itu langsung meninggalkan puncak gunung tempat markas Michael namun tidak menggunakan jalan yang tadi melainkan langsung menuju jalan raya yang menghubungkan antara kota subang dan kota Lembang.
"Gunawan kenapa aku tidak boleh menyetir" ucap Alex dengan ramah.
"Aku tidak suka di supiri oleh siapapun selama aku bisa menyetir sendiri" ucap Gunawan dengan ramah.
Rombongan besar itu terus melesat dengan cepat karena mobil mobil off-road yang di gunakan oleh para pengawal memang sudah di modifikasi sehingga bisa mengikuti kecepatan mobil Gunawan.
"Kita berhenti dulu, sudah lama aku tidak makan ketan bakar di kota Lembang ini" ucap Sean Arthur ketika mereka memasuki kota Lembang dan jam sudah menunjukkan jam 03.00 wib
"Iya bos, Colenak lembang memang makanan paling mantap, dan aku tahu tempat yang paling enak, yang sudah ada sejak zaman dulu" ucap Gunawan sambil mengarahkan laju mobilnya dengan kecepatan yang hanya empat puluh kilometer per jam saja saat ini.
Tidak lama kemudian mobil Gunawan berhenti demikian juga dengan enam puluh mobil lainnya yang langsung berhenti di belakang mobil Gunawan.
"Ayo turun" ucap Sean Arthur sambil membuka pintu mobil dan langsung turun mendekati pedagang Ketan bakar yang berderet sepanjang jalan utama kota Lembang itu.
"Alex suruh mereka turun dan menikmati makanan khas daerah Lembang ini" ucap Sean Arthur yang melihat jika para pengawalnya masih di atas mobil mereka.
"Baik Bos" ucap Alex sambil bergegas mendekati mobil anak buah barunya itu.
"Bos sebelah sini" ucap Gunawan yang sudah duduk di dalam salah satu warung pedagang ketan bakar dan Colenak itu.
"Bu, tolong ketan bakarnya lima untuk saya, dan bumbu kacang saja ya" ucap Sean Arthur dengan sangat sopan sambil duduk di sebelah Gunawan.
"Bu saya juga sama ya" ucap Gunawan dengan sangat ramah.
"Iya sebentar saya bakar dulu" ucap wanita berusia lima puluh tahunan yang merupakan pedagang ketan bakar dan Colenak itu.
Alex dan anak buahnya memilih warung lain karena jumlah mereka yang banyak sehingga hampir semua pedagang ketan bakar dan Colenak itu di isi oleh rombongan Sean Arthur.
"Bos, sudah lama sekali ya kita tidak seperti ini" ucap Gunawan sambil menikmati Teh tawar hangat yang ada di atas meja.
"Bos, apa yang anda lihat disini" ucap Gunawan dengan ramah.
"Kota Lembang ini setelah sekian lama masih mempertahankan bentuk dan budayanya, ini memberiku ide bisnis baru" ucap Sean Arthur sambil kembali menghisap rokoknya.
"Bos anda ini bisnis saja yang dipikirkan, maksudku lihatlah hanya di sini yang malamnya benar benar sunyi dan tenang, tapi jika pagi sampai sore selalu padat" ucap Gunawan.
"Maksudmu?" Ucap Sean Arthur yang kurang memahami apa yang ingin di sampaikan oleh Gunawan.
"Maksud saya, anda juga seharusnya seperti itu, jangan 24 jam memikirkan pekerjaan saja, tapi berikan tubuh anda istirahat yang tenang di malam hari, saya tidak keberatan setiap malam bekerja demikian juga dengan anak buah saya namun anda sebagai pemimpin kami sudah sewajarnya menyerahkan kepada bawahan anda semua masalah anda jadi anda bisa beristirahat dengan tenang" ucap Gunawan lagi dengan sangat sopan.
"Kau benar aku terlalu memikirkan masalah yang ku hadapi dan masalah tidak pernah akan hilang dari kita, kita lihat dalam tiga hari ini jika mereka bisa bekerja dan benar benar berpihak kepada kita maka hari ke empat kita off semua" ucap Sean Arthur dengan ramah dan tersenyum hangat melihat kekompakan Alex dan anak buah barunya di warung sebelah mereka.
"Bos, pagi ini sebaiknya kita tidak pulang dulu ke Villa anda saya rasa dalam satu dua hari ini sebaiknya anda tidak pulang, dengan begitu bisa melihat bagaimana mereka menyelesaikan masalah mereka bukan, karena jika ada ada di sana menurut saya hanya akan membuat tekanan mental saja secara tidak langsung" ucap Gunawan dengan ramah.
"Apa kau bisa tetap pantau mereka yang ada di rumah ku jika kita tidak di rumah" ucap Sean Arthur kembali.
"Bos semua dalam genggaman tangan kenapa harus pusing" ucap Gunawan.
"Oke jika demikian, kita akan ke salah satu villa ku yang dekat sini dan kebetulan tidak ada seorang pun yang mengetahui villa tersebut" ucap Sean Arthur sambil melihat jika wanita pemilik warung itu meletakkan dua piring di depan mereka yang merupakan ketan bakar pesanan mereka berdua.
Sean Arthur dan Gunawan menikmati ketan bakar bumbu kacang tersebut dengan lahap bahkan keduanya sampai dua kali nambah.
Alex terlihat mendatangi semua warung yang di isi oleh anak buahnya dan terakhir dia mendatangi warung dimana Gunawan dan Sean Arthur menikmati ketan bakar, kedatangannya tidak lain untuk membayar semua tagihan karena Alex tahu jika Sean Arthur tidak pernah membawa uang cash di dompet nya yang penuh dengan kartu debit.
"Alex kita akan melanjutkan perjalanan, sampaikan ke anak buahmu" ucap Sean Arthur sambil berdiri dan melangkah menuju mobilnya bersamaan dengan Gunawan.
"Baik Bos" jawab Alex dengan hormat sambil memberi kode ke anak buahnya untuk segera naik ke mobil mereka sendiri.
"Gunawan kita ke arah air terjun maribaya" ucap Sean Arthur dengan ramah setelah Alex naik ke mobil SUV Nissan milik Gunawan itu.
"Baik Bos" ucap Gunawan sambil memajukan mobilnya dengan perlahan agar enam puluh mobil di belakang mengikutinya dan tidak terputus.
Rombongan mobil mobil off-road besar dan gagah itu bergerak dan nampak jika banyak sekali pedagang dan penduduk yang memperhatikan pergerakan mereka namun ini hal biasa di kota Lembang mengingat kota Lembang sering menjadi perlintasan mereka yang hendak off-road setiap harinya.
"Lurus terus saja arah Cibodas dan nanti di persimpangan antara kota Sumedang dan kota subang maka ambillah yang arah kota Subang" ucap Sean Arthur yang melihat jika mereka sudah akan sampai di kawasan air terjun maribaya.