
“Pak Rachman, apakah anda membutuhkan bantuan saya, saya bisa menyuruh orang orang saya untuk membantu anda.” ucap Sean Arthur.
“Tidak perlu pak, kami masih sanggup dan kebetulan bala bantuan kami juga sudah dalam perjalanan, kira kira satu jam lagi juga ini semua akan selesai.” Ucap Pak Rachman.
“Baiklah jika demikian, lalu apakah ada anak buah anda yang terluka?.” Ucap Sean Arthur.
“Tadi ada yang kena luka tembak Pak, namun sudah kami evakuasi ke rumah sakit.” Ucap Pak Rachman.
“Pak Rachman, semua biaya rumah sakit akan saya tanggung dan anda jangan menolak untuk itu, jika situasi sudah kondusif maka langsung hubungi saya ya, saya akan menyuruh Ardhi untuk menyelesaikan semua biaya rumah sakit anak buah anda yang terluka.” Ucap Sean Arthur.
“Baik Pak Sean, terima kasih anda sudah banyak sekali membantu kami.” Ucap Pak Rachman.
“Sama sama Pak, dan sepertinya mereka itu membuat kekacauan dimana mana ya, jika boleh saya ketahui mereka itu siapa pak, apakah sudah bapak ketahui.” Ucap Sean Arthur.
“Maaf Pak Sean kami masih menyelidikinya dan jika sudah ada informasinya maka saya akan menyampaikannya kepada anda secepatnya agar anda bisa lebih waspada nantinya.” Ucap Pak Rachman.
“Oke Pak, Terima Kasih, tetap hati hati dan utamakan Bapak dan anak buah Bapak ya.” Ucap Sean Arthur.
“Baik Pak Sean.” Ucap Pak Rachman dan panggilan telepon itu kemudian diakhiri oleh Sean Arthur bersamaan dengan masuknya kembali semua anak buahnya termasuk dengan Roni yang sudah selesai berolahraga malam.
“Bagaimana apakah sudah beres semuanya.” Ucap Sean Arthur setelah semuanya kembali duduk di kursi yang sebelumnya mereka duduki.
“Bos, Roni sudah siap di villa naga namun Ardhi ternyata masih di kantor dan sudah saya perintahkan untuk tetap di kantornya saya tidak pulang.” Ucap Alex.
“Bos, semua anak buah kita sudah kembali berjaga dan kini saya menyiapkan lima ratus orang yang akan menjadi pasukan tambahan jika sampai ada yang menyerang villa naga ini, saya menyiapkan mereka satu kilometer dari villa naga jadi kita bisa menyergap para penyerang nantinya.” Ucap Doni.
“Bos, anak buah kami sudah siap juga dan sudah saya perintahkan menjadi algojo jika ada yang sampai masuk pekarangan.” Ucap Michael.
“Oke kita sekarang tetap disini saja melihat situasinya namun aku ingin tahu apakah mobil mobil anti peluru itu sudah siap digunakan, karena jika situasi benar benar darurat aku akan menggunakan mobil mobil itu.” Ucap Sean Arthur.
“Beres bos, semua mobil sudah siap digunakan barusan sebelum kesini saya sudah memerintahkan mereka untuk bersiap.” ucap Roni.
“Oke jadi semuanya kini sudah beres ya, kita tidak bisa menganggap hal ini remeh, Michael, tarik semua drone pengawasan dan standby kan saya disini dan Gunawan, apakah kau sudah membangkrutkan perusahaan perusahaan milik grup serigala asia ini.” Ucap Sean Arthur.
“Baik Bos, saya permisi dulu karena para pengendali drone ada di ruangan sebelah.” Ucap Michael sambil berdiri lalu keluar dari ruang kerja Gunawan.
“Sebentar Bos, saya pastikan dulu apakah semuanya sudah bangkrut atau belum jika ada yang belum maka sekarang juga saya akan bangkrutkan mereka.” Ucap Gunawan yang langsung kembali ke meja kerja nya.
“Roni kau mandi dulu sana, agar aku tidak bau keringat seperti ini dan suruh Michael juga mandi namun kalian jangan mandi berdua ya.” Ucap Sean Arthur.
“Bos masa iya saya mandi berdua dengan michael.” Ucap Roni sambil berdiri lalu keluar dari ruang kerja Gunawan itu.
“Doni, ini karena ada hal besar yang mereka lakukan dan aku belum tahu hal besar ini apa.” ucap Sean Arthur.
“Bos, gaya mereka ini sungguh sesat, mereka berani bentrok dengan pihak kepolisian berarti mereka sudah tidak ingin ada di indonesia ini.” Ucap Doni.
“Ini Benar, makanya aku harus mengetahui apa maksud mereka sebenarnya.” Ucap Sean Arthur sambil kemudian menyalakan sebatang rokoknya dan menghisapnya perlahan.
“Bos, sudah saya bereskan mereka, dan kini semua perusahaan mereka yang bermain saham sudah saya bangkrutkan, tinggal perusahaan perusahaan kecil saja, namun dana mereka sudah saya kosongkan semuanya, saya juga sudah memasukan lima puluh miliar atau setara sepuluh persen ke salah satu petinggi mereka.” Ucap Gunawan kemudian.
“Gunawan berikan data penerima aliran dana itu kepada Alex, dan Alex anak buahmu yang jadi peniup berita agar segera bekerja.” Ucap Sean Arthur.
“Siap bos.” Ucap keduanya dengan kompak dan bersamaan.
“Doni kau kenapa sepertinya sedang memikirkan sesuatu.” Ucap Sean Arthur yang melihat jika Doni terlihat sedang berpikir keras.
“Maaf bos hanya kepikiran saja, Gunawan bisakah kau buatkan peta lokasi pemblokiran jalan yang di lakukan oleh mereka.” Ucap Doni.
“Sebentar aku buatkan dulu.” Ucap Gunawan.
“Doni ada apa sebenarnya.” ucap Sean Arthur.
“Bos, mungkin kita bisa tahu apa yang menjadi target mereka, dan saya rasa ini bukan kebetulan sengaja dengan rencana penggerebekan markas mereka, karena hanya jalan jalan utama saja yang mereka incar.” Ucap Doni.
“Ya kita lihat saja hasil Gunawan jika demikian, semoga kita bisa selangkah lebih maju.” Ucap Sean Arthur.
Mereka kini hanya melihat ke layar monitor itu saja dan melihat jika pasukan serigala asia sudah semakin banyak lagi ada disana.
“Bos ini petanya dan sepertinya yang menjadi sasaran adalah kita bos, mereka memblokir semua akses usaha kita dan juga jalan menuju kesini.” Ucap Gunawan yang kini menyalakan sebuah monitor dan terlihat gambar peta yang sudah di berikan tanda olehnya.
“Mereka benar benar berniat untuk menghabisi kita namun berbarengan dengan pihak kepolisian yang sudah akan menangkap mereka”. Ucap Sean Arthur.
“Benar Bos, dan sepertinya mereka akan selesai kali ini.” Ucap Gunawan.
“Doni lihatlah seandainya mereka mundur pun mereka akan bentrok dengan kita dan kita juga sudah siap bukan, jadi inilah akhir dari grup serigala asia itu.” Ucap Sean Arhur.
“Bos, apakah ini akan mengakibatkan kemarahan dari serigala asia di luar indonesia.” Ucap Doni.
“Entahlah dan aku tidak peduli dengan ini, jika mereka marah maka aku akan menghabisi mereka juga pastinya, aku tidak ingin mereka selamat dan aku sudah membuat keputusan serigala asia harus musnah dimanapun mereka berada, dengan tangan ku atau tangan yang lainnya, aku tidak ingin ada lagi duri yang bisa menusukku dan melukai semua orang ku.” Ucap Sean Arhtur.