Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Mobil anti peluru



"Apakah bapak masih ingat plat nomor mereka?." Tanya Sean Arthur.


"Ujungnya XTX pak depannya plat jakarta, tapi angka berapanya saya lupa pak, apa bapak mengenal mereka?." Ucap Pria pedagang warung itu.


"Tidak pak, saya tidak mengenal mereka, maaf apa mobil mereka seperti ini." Ucap Sean Arthur sambil memperlihatkan gambar mobil Dodge Journey di layar ponselnya ke pria pedagang warung itu.


"Iya pak, sama, ini mobil mereka yang tadi pak." Ucap Pria pedagang warung itu.


"Makasih banyak ya pak, informasinya." Ucap Sean Arthur sambil tersenyum hangat ke pria pedagang warung itu.


"Sama sama pak." Ucap pria pedagang warung itu.


"Kalian cepat habiskan kita lanjutkan perjalanan kita." Ucap Sean Arthur ke Doni dan Roni yang sama sekali belum meminum bandrek mereka.


"Iya Bos." Ucap keduanya kompak.


"Pak, tadi orang orang yang bapak lihat itu masih muda apa sudah tua, apakah bapak bisa memberikan informasi tentang mereka, mungkin ada ciri ciri khususnya." Ucap Sean Arthur.


"Mereka berusia empat puluh tahunan, dan tubuh mereka kekar kekar pak, saya saja sedikit takut dengan mereka." Ucap pria pedagang warung itu.


“Bapak terima kasih ya informasi dari bapak sangat berharga untuk kami.” Ucap Sean Arthur sambil mengambil tas kecil yang dibawa selalu oleh Doni dan mengambil sepuluh juta rupiah dari dalam tas itu.


“Sama sama Pak.’ Ucap Pria pedagang warung itu.


“Bapak ini untuk bayar Bandreknya ya.” Ucap Sean Arthur sambil memberikan uang sepuluh juta rupiah itu.


“Pak ini banyak sekali.” Ucap Pria pedagang warung sambil memegang uang yang diberikan Sean Arthur dengan tangan bergetar.


“Iya Pak, tidak apa apa, anggap saja untuk bonus begadang Pak namun jangan ceritakan tentang kehadiran kami kesini ya ke pengunjung lain, saya permisi ya.” Ucap Sean Arthur sambil berdiri dengan membawa kotak rokok dan juga ponselnya.


“Bapak Terima kasih, saya tidak akan bercerita ke siapapun pak.” Ucap Pria pedagang warung itu sambil berdiri juga.


Sean Arthur dan yang lainnya langsung meninggalkan warung itu lalu memasuki mobil mereka dan langsung melanjutkan perjalanan mereka menuju ke Villa Naga.


“Doni mobil yang depan suruh pelan saja, dan sampaikan semuanya untuk menyiapkan senjata mereka, dan hubungi lagi anak anak buah mu untuk tetap dalam rombongan tidak perlu jauh jauh lagi karena kita akan berjumpa dengan musuh kita sepertinya.” Ucap Sean Arthur.


“Baik Bos.” Ucap Doni sambil mengambil radio komunikasinya.


“Kita jalan pelan saja, dan siapkan senjata kalian semua, informasi dari bos kita akan berperang kembali.” Ucap Doni melalui radio komunikasi.


“Siap Bos.” Ucap para pengawal pribadi Sean Arthur.


“Kalian semuanya amankan rombongan dan jangan jauh jauh, kita akan kembali berperang.” Ucap Doni melalui panggilan teleponnya, dia menghubungi anak buahnya yang mengendarai motor lalu menyimpan kembali ponselnya itu.


“Bos, apakah yang terjadi sebenarnya. Kenapa kita harus bersiap berperang, apakah pria pedagang warung itu musuh kita.” Ucap Doni.


“Tidak namun ini tadi ada menempel di bawah meja, tapi sekarang sudah tidak aktif karena sudah aku matikan dan aku buang tadi baterainya sebelum masuk mobil.” Ucap Sean Arthur sambil memberikan sebuah kotak kecil dan tipis yang merupakan alat penyadap pembicaraan yang bisa jarak jauh.


“Alat Penyadap.” Ucap Doni sambil memegang alat penyadap itu.


“Siap Bos.” ucap Gunawan.


“Gunawan, apakah ada drone siluman yang baterainya tahan lama.” Ucap Sean Arhur.


“Ada Bos, tapi milik militer luar negeri dan setahu saya masih tahap uji coba karena dari apa yang saya ketahui drone itu hanya bisa terbang selama satu jam saja dan hanya sempat di produksi lima buah saja.” Ucap Gunawan.


“Apakah ada cara melihat drone siluman itu, karena aku merasa jika mereka mengikutiku.” Ucap Sean Arthur.


“Bos, saya tidak mengetahuinya namun melihat apa yang terjadi sepertinya bukan drone siluman, melainkan kamera satelit yang mengawasi anda.” Ucap Gunawan.


“Bisa kau lumpuhkan agar tidak ada yang mengikuti ku.” Ucap Sean Arthur.


“Berikan saya waktu sebentar saja Bos. namun saya hanya bisa melakukan ini selama satu jam paling lama setelah itu mereka akan kembali bisa melacak anda terkecuali anda tidak terlihat dari pandangan seperti masuk  ke Basement atau garasi.” Ucap Gunawan.


“Kau lakukan dalam waktu tiga puluh menit lagi saja, jadi kami bisa sampai ke villa naga dalam waktu satu jam itu.” Ucap Sean Arthur.


“Siap Bos, izin saya akan ke Villa Naga juga bos setelahnya, karena saya lebih enak bekerja dengan akses langsung satelit seperti di villa naga.” Ucap Gunawan.


“Ya tidak masalah, kau datang saja ajak alex saja ke Villa naga, karena kini aku paham alur permainan mereka.” Ucap Sean Arthur,


“Baik Bos.” Ucap Gunawan dan panggilan telepon itu kemudian diakhiri oleh Sean Arthur karena ada panggilan masuk dari Michael.


“Kemana saja kau, lama sekali kau mengabariku.” Ucap Sean Arthur memulai percakapan telepon itu.


“Bos Maaf sinyalnya sangat susah jadi saya baru mengabari Bos, untuk barang barang yang Bos minta dalam satu minggu akan saya bawakan langsung ke tempat Bos.” Ucap Michael.


“Oke, namun carikan aku juga beberapa alat penyadap jarak jauh yang bagus dan juga gps tracker yang bagus, satu hal lagi, bawakan aku drone siluman.” Ucap Sean Arhur.


“Oke siap Bos, nanti saya usahakan meskipun yang terakhir sangat sulit, oh iya bos, di markas saya ada mobil anti peluru, jika bos mau biar nanti di antarkan saja sama anak buah saya.” Ucap Michael.


“Ada berapa unit?.” Tanya Sean Arthur.


“Maaf Bos hanya ada seratus unit saja Bos, dijamin sangat aman karena sudah saya test sendiri.” Ucap Michael.


“Oke perintahkan saja anak buah mu untuk sekarang juga mengantarkan mobil mobil itu untuk aku pakai.” ucap Sean Arthur.


“Siap Bos, Bereslah itu.” Ucap Michael.


”Michael, Berhenti bercanda, dan gunakan kontak mu untuk mencari pembeli drone pengawasan militer dan aku ingin orangnya kau bawa juga ke markas mu lalu interogasi dengan benar.” Ucap Sean Arthur.


“Soal Itu susah Bos, soalnya orangnya sudah mati, jadi nggak bisa kita interogasi lagi, dia ditemukan mengambang bos sehari setelah menerima drone drone itu.” Ucap Miachel.


“Jadi tidak ada data sama sekali yang bisa kita gunakan untuk mencari musuh ku ini.” Ucap Sean Arthur.


“Sedang saya usahakan Bos, namun sedikit menyita waktu karena permainan mereka semua sangat rapi.” Ucap Michael.