
"Ya, lakukan apa yang bisa kau lakukan serang saja para pengendara motor yang menutupi jalan itu" ucap Sean Arthur.
"Siap Bos, akan saya laksanakan" ucap Alex.
"Berhati hatilah" ucap Sean Arthur sambil memutuskan panggilan telepon itu.
"Bos anak buah saya semuanya sudah bergerak namun karena kemacetan panjang dimana mana sepertinya mereka akan sedikit terhambat" ucap Roni.
"Jadi sekarang kita hanya bisa duduk minum kopi bukan. Kalian berenam awasi jendela dan lihat apa yang terjadi lalu laporkan" ucap Sean Arthur sambil mematikan rokoknya yang sudah habis.
"Siap" ucap enam orang pengawal pribadinya itu.
Booooooooooom
Terdengar suara ledakan dari depan restoran dan mereka semua langsung berlari ke arah jendela kecuali Sean Arthur.
"Bos salah satu mobil di parkiran terbakar" ucap Doni berteriak.
"Dua orang berjaga di tangga dan kalian berempat amankan jendelanya, bunuh saja jika ada yang berusaha naik kesini jika bukan orang kita sendiri" ucap Sean Arthur sambil kemudian menyalakan sebatang rokoknya.
"Siap" ucap mereka berenam dengan kompak dan langsung menempati posisi mereka semua.
Doni dan Roni kemudian kembali duduk di meja mereka dan menyalakan rokok mereka.
Booooooooooom
Boooooooooooooooooom
Suara suara ledakan kembali terdengar
"Bos dua mobil lain juga terbakar, namun mereka masih menjaga jarak dengan restoran" ucap salah seorang pengawal pribadi Sean Arthur.
"Berikan peringatan dengan menembak mati mereka jika mereka memaksa masuk, ada berapa butir peluru kalian.
"Siap kami masing masing membawa tiga ratus butir Bos" ucap pengawal pribadi itu lagi.
"Oke, gunakan saja jika sampai mereka bergerak masuk" ucap Sean Arthur dengan tetap menikmati rokoknya dan kemudian meminum sedikit kopi di cangkirnya.
"Bos, saya hanya membawa sedikit peluru" ucap Doni sambil mengeluarkan sebuah senjata jenis Uzi dan senjata api jenis steyr aug dengan masing masing lima magazennya dari balik bajunya.
"Saya bawa Seratus lebih Bos" ucap Roni sambil mengeluarkan dua senjata api jenis Steyr Aug dan beberapa magazennya dari dalam jaketnya.
"Kalian berdua bantu mereka mengawasi jendela saja jika kopi kalian sudah habis" ucap Sean Arthur dengan sangat tenang dan mengeluarkan pistolnya lalu meletakkannya di atas meja.
"Siap Bos" ucap keduanya kompak sambil mengambil senjata api mereka lalu melangkah menuju jendela yang berlawanan.
"Gunakan peredam, jangan menarik perhatian orang lain" ucap Sean Arthur sedikit kencang agar semaunya mendengar suaranya.
"Siap" ucap mereka semua dengan kompak dan langsung memasang peredam di senjata api mereka.
Ponsel Sean Arthur kembali berbunyi dan panggilan telepon itu dari Alex.
"Bos kami terjebak kemacetan padahal jarak kami hanya tiga kilometer dari Bos, kami akan berjalan kaki kesana" ucap Alex melalui panggilan telepon itu.
"Oke, berhati hatilah karena sepertinya mereka memang berniat mencari perang terbuka" ucap Sean Arthur.
"Siap Bos" ucap Alex dan panggilan telepon itu kembali di putuskan oleh Sean Arthur.
Situasi malam hari itu sangat mencekam karena di luar sudah tiga mobil yang terbakar dan jalanan juga sudah di penuhi oleh orang orang yang menggunakan sepeda motor dan memakai helm full face dengan jaket hitam bergambar serigala.
"Bos ini ulah Anton, ada pesan keluar dari Anton untuk menghabisi anda di restoran itu, jadi ternyata petugas parkir adalah anak buahnya dan mengenali anda memasuki restoran, ini saya dapatkan melalui penyadapan ponselnya Anton" ucap Gunawan yang menghubungi Sean Arthur melalui panggilan telepon.
"Mohon petunjuk anda Bos" ucap Gunawan kembali melalui panggilan telepon itu.
"Sudah dimana pasukan khusus Michael" ucap Sean Arthur.
"Bos mereka terjebak kemacetan namun sudah berjalan kaki kesana, untuk membantu anda" ucap Gunawan kembali.
"Oke lalu apa kau sudah tahu tindakan pihak kepolisian seperti apa" ucap Sean Arthur.
"Bos, pihak kepolisian saat ini sedang di sibukkan dengan banyaknya kerusuhan yang terjadi di kota Bandung ini, sepertinya mereka membuat banyak kekacauan sebagai pengalihan tindakan mereka di Cihampelas itu" ucap Gunawan.
"Ya sudah jika demikian, maka tidak salah jika aku membantai mereka" ucap Sean Arthur.
"Bos jangan khawatir saya nanti akan menghapus jika ada rekaman video tentang anda" ucap Gunawan.
"Ya terima kasih" ucap Sean Arthur sambil kemudian mematikan panggilan telepon itu dan menyimpan kembali ponselnya di saku celananya.
Sean Arthur kemudian berdiri dan berjalan mendekati Roni untuk melihat keluar restoran melalui jendela namun belum sampai dia tempat Roni sebuah peluru menembus jendela dan mengenai cangkir kopi Sean Arthur hingga hancur.
Mereka semua langsung bersembunyi di balik tembok demikian juga dengan Sean Arthur.
"Roni cari penembak jitu itu dan habisi dia" ucap Sean Arthur sambil menarik nafas dalam dalam karena telat beberapa detik saja nyawanya yang melayang.
"Siap Bos, dia ada di atas gedung di seberang kita, dan akan saya habisi" ucap Roni sambil tersenyum dan mengarahkan senjatanya ke arah snipers tersebut dengan posisi masih berlindung di balik tembok.
Dooooor terdengar suara ledakan teredam dan senjata Roni meletus menembus kaca jendela dan langsung melesat mengenai kening penembak jitu yang ada di atas gedung seberang restoran.
"Bos masih ada dua lagi" ucap Roni sambil terus membidik musuhnya.
Dor
Dor
Letusan teredam dari senjata Roni terdengar oleh mereka semua.
Dor
Dor
Ledakan teredam senjata Doni juga terdengar.
"Bos beres yang dua lagi sudah saya habisi" ucap Roni.
"Bos saya juga sudah di gedung belakang juga ada dua penembak jitu" ucap Doni.
"Selalu waspada dan awasi dengan teliti, Doni dan Roni fokus dengan mencari penembak jitu dan kalian amankan restoran ini" ucap Sean Arthur sambil berdiri dan melihat ke luar jendela lalu membidikkan pistolnya yang sudah menggunakan peredam.
Sean Arthur membidik tangki bensin motor yang ada di tengah kerumunan orang orang geng serigala itu.
Dor
Pistol Sean Arthur meletus dan booooom ledakan terdengar saat tangki motor itu meledak dan terbakar demikian juga dengan motor motor di dekatnya.
Booom boooom boooom booom booom lima motor kembali meledak dan membuat suasana di luar semakin mencekam namun belum ada seorang pun yang memasuki area depan restoran itu.
"Ingat, hemat peluru kalian semua karena jumlah mereka lebih banyak dari kita, kita harus pulang dengan selamat malam ini" ucap Sean Arthur sedikit berteriak agar semuanya bisa mendengarnya.
"Siap Bos" ucap mereka berdelapan dengan sangat kompak dan hormat.
Sepuluh motor dan tiga mobil kini terbakar di luar restoran itu namun beruntung karena mobil Sean Arthur terpisah parkirnya sehingga api ketiga mobil itu tidak membakar kedua mobil mereka.