
"Roni kepala ku pusing mendengar saudara mu ini, kau percepat saja mobilnya" ucap Sean Arthur sambil menaikkan kaca jendela mobilnya.
"Hahahahaha baik Bos" ucap Roni sambil tertawa terbahak bahak mendengar ucapan Sean Arthur yang mengumpati Doni.
"Haissssss kau ini, kau juga lapar bukan" ucap Doni sambil menyalakan sebatang rokoknya.
"Iya tapi perutku tidak seperti perut mu yang seperti ibu melahirkan itu" ucap Roni sambil menambah kecepatan mobil menjadi delapan puluh kilometer per jam.
Tiga puluh menit berlalu dan kini rombongan Sean Arthur sudah berhenti di depan sebuah restoran tradisional namun tidak semuanya ikut turun karena seperti pengalaman sebelumnya jadi dua puluh orang pengawal pribadinya ditugaskan untuk berjaga di luar restoran mengamankan situasinya.
Restoran tradisional itu semuanya menggunakan bambu dan juga kayu dengan tema rumah dan bangunan masa lalu masyarakat sunda sehingga sungguh terasa nyaman, dan di restoran itu juga terdengar alunan musik suling khas sunda yang pelan sehingga menambah kenyamanan para pengunjung yang ada di dalam restoran.
“Bos, ternyata sate biawak ini sungguh nikmat ya” ucap Doni yang mencoba memakan sate biawak yang di pesan oleh Sean Arthur.
“Iya benar Bos, badan kita jadi hangat” ucap Roni.
“Iya sekarang ayo makan jika kalian berbicara terus bisa hilang nafsu makan ku, dan kalian jika sudah silahkan bergantian dengan yang di luar ya, ingat mereka juga ingin merasakan masakan restoran ini” ucap Sean Arthur.
“Siap Bos” Ucap semuanya dengan sangat kompak karena mereka memang mengisi satu ruangan besar sehingga bisa bersama sama.
Mereka menikmati hidangan itu bersama sama layaknya keluarga besar dan beberapa pengawal yang telah selesai pun langsung keluar untuk bergantian dengan yang lainnya.
“Bos, boleh saya memesan untuk di bawa pulang, agar yang lainnya juga bisa merasakannya” ucap Doni dengan sangat hormat setelah mereka semua selesai menikmati hidangan lezat di restoran itu.
“Doni, bungkus saja dan hubungi satu orang dari rumah untuk datang kesini mengambilnya, karena belum tentu kita pulang cepat” ucap Sean Arthur.
“Baik Bos, saya akan memesannya dulu sekaligus menghubungi orang rumah untuk mengambilnya” ucap Doni.
Sean Arthur kemudian memberikan lokasi kasino tujuan mereka melalui pesan singkat ke Roni dan Roni pun langsung melihatnya.
“Itu lokasi Tujuan tujuan kita, ingat nanti lakukan dengan sempurna ya, jangan membuat kesalahan kita hanya akan mengurangi beban mereka saja kasian jika mereka bingung dengan uang uang itu” ucap Sean Arthur.
“Siap Bos, jika demikian maka saya akan membuat beberapa pengaturan dulu untuk para pengawal pribadi anda agar semuanya berjalan cepat dan aman” ucap Roni.
“Ya lakukan saja, ingat aku tidak ikut turun jadi kalian berdua nanti yang memimpin” Ucap Sean Arthur.
“Siap Bos, namun maaf ada ratusan anak buah saya dekat lokasi lokasi ini, saya mohon izin untuk melibatkan mereka juga agar semuanya berjalan maksimal” ucap Roni.
“Siap Bos” Jawab Roni bersamaan dengan ponsel Sean Arthur yang disimpan di atas meja bergetar karena ada panggilan masuk.
Sean Arthur langsung melihat ponselnya dan ternyata panggilan masuk itu dari Gunawan sehingga dia langsung menerimanya.
“Gunawan ada apa?” tanya Sean Arthur menjawab Panggilan Telepon itu.
“Bos, semua CCTV Jalan sudah saya matikan termasuk juga dengan cctv milik pribadi, jadi anda dan rombongan sudah sangat aman untuk melintas, dan saya juga sudah mengacaukan jaringan komunikasi di sana sehingga hanya ponsel anda saya yang dapat bekerja maksimal” ucap Gunawan.
“Bagus, bagaimana dengan Pihak Kepolisian” ucap Sean Arthur.
“Aman Bos, saya sudah menyiapkan pengalihan jika ada yang menghubungi pihak kepolisian, sehingga anda akan memiliki waktu untuk bekerja dan meninggalkan lokasi itu” ucap Gunawan.
“Itu bagus, lalu ada berita apa lagi” ucap Sean Arthur.
“Polisi menembak mati ayah angkat Ardhi dan juga Rico, karena mereka memberontak saat di dalam penjara, hal ini sungguh di luar dugaan, namun pihak kepolisian juga sudah memproses hal ini dan menyelidiki apakah ada orang di belakang layar kejadian ini” ucap Gunawan.
“Ya hal ini sungguh di luar dugaan, pihak kepolisian tidak mungkin menembak mereka meskipun mereka memberontak, ini sepertinya sudah direncanakan dengan baik dari jauh jauh hari, jadi kau terus ikuti perkembangannya dan bagaimana reaksi Rico dan Ardhi?” Ucap Sean Arthur.
“Rico ada di Villa Dago bersama dengan Alex dan di lihat dari wajahnya sepertinya dia tidak memikirkan hal ini, namun saya tidak mengetahui mengenai Ardhi, jika bos izinkan saya akan menyadap rekaman cctv kantor dan rumahnya juga” ucap Gunawan.
“Lakukan saja dan lakukan untuk mereka berdua, minta Alex untuk memanggil Ardhi ke Villa Dago dan biarkan Alex mencari alasan yang tepat, jika ternyata mereka berdua ternyata masih memikirkan ayah angkatnya maka aku akan sangat kecewa dan aku serahkan ke tanganmu saja, lebih baik aku kehilangan dua orang dari pada kehilangan lebih banyak orang oleh pengkhianatan” ucap Sean Arthur.
“Siap Bos saya akan melaksanakannya, jika anda sudah memerintahkan saya seperti ini maka saya tidak akan sungkan memeriksa semua orang yang bekerja kepada kita, semua pengkhianat harus mati” ucap Gunawan.
“Ya benar tidak ada lagi kata manis, pilihannya sekarang bina atau binasakan, kita tidak perlu lagi bertanya cukup ambil bukti yang kuat tentang pengkhianatan maka langsung saja binasakan, jangan ragu karena ini perintah langsung dari ku, ingat kau sekarang sudah menjadi pasukan pembunuh bayaran terbaik di dunia jadi jangan buatku malu” ucap Sean Arthur.
“Siap Bos, sekalian saya laporkan jika agensi yang mengirim pasukan penembak jitu sudah kami habisi semua demikian juga dengan pelaku pengeboman itu, sampai agensinya kami hapus” ucap Gunawan.
“Ya kau memang harus seperti itu, kau harus tega, kau harus menghilangkan semua kerikil, jika perlu cukup kalian saja satu satunya yang ada, ambil alih semuanya akan lebih baik dari pada mendapatkan banyak kerikil tajam ke depannya” ucap Sean Arthur.
“Siap Bos, Saya paham apa yang bos maksudkan, saya pastikan kerikil di bersihkan, dan maaf saya sudah menyiapkan lima penembak jitu di lokasi kasino untuk mengamankan anda jika ada situasi di luar dugaan nantinya dan di rumah makan tempat anda sekarang juga radius lima ratus meter sudah kami amankan” ucap Gunawan.
“Baguslah jika kau sudah mulai menguasai tugas dan tanggung jawab mu itu, ternyata harus aku masuk rumah sakit dulu ya untuk membuka sisi gelap mu” ucap Sean Arthur sambil kembali menyalakan sebatang rokoknya dengan santai.