Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Rapat Direksi 2



"Maaf Bos Besar, ini kesalahan kami karena terlalu membuka pasar saham kami akan lebih berhati hati kedepannya dan jika demikian maka kami juga akan mulai membeli kembali saham saham perusahaan kita yang di beli oleh geng serigala" ucap pria sepuh itu dengan sangat hormat dan terlihat jika sembilan belas orang lainnya menganggukkan kepalanya tanda menyetujuinya.


"Aku minta hentikan kontrak kerja dengan semua yang berkaitan dengan geng serigala, jangan sampai aku temukan ada salah satu anak perusahaan kalian yang masih bekerja sama dan kalian aku berikan waktu tiga hari terhitung besok apakah ada yang menolak permintaan ku ini" ucap Sean Arthur dengan sangat tegas.


Semua terdiam dan tampak menggelengkan kepalanya pertanda mereka tidak melawan keputusan Sean Arthur.


"Oke jika demikian aku juga meminta agar kalian semua lebih berhati hati kedepannya karena geng serigala tidak akan diam saja dengan pemutusan hubungan kerja ini namun ingat Grup Naga tidak akan bisa bangkrut atau hancur hanya karena memutuskan kontrak kerja dengan geng serigala" ucap Seam Arthur kembali.


"Bos, maaf berdasarkan data yang saya miliki ada sepuluh perusahaan kita yang memiliki kerjasama dengan geng serigala saat ini dan nilai kontraknya juga cukup besar apakah langsung kita putuskan atau kita mainkan saja mereka sehingga kerugian ada di pihak mereka, karena jika kita langsung memutus kontrak maka kita yang membayar penalti kepada mereka namun jika kita mainkan dan kesalahan ada sama mereka maka mereka yang harus membayar penalti kepada kita" ucap salah seorang pria sepuh yang dari tadi diam.


"Tujuanku membuat mereka bangkrut jadi silahkan kalian gunakan kepintaran kalian, aku rasa aku tidak harus mengajari kalian bukan, ingat juga jika aku tidak ingin kita sampai terjerat proses hukum jadi jangan sampai gegabah dalam mengambil keputusan dan tindakan, sampaikan kepada anak buah kalian semua bahwa aku akan sangat kecewa jika ada salah satu dari mereka yang membuat kita berurusan dengan pihak kepolisian" ucap Sean Arthur dengan ramah namun tetap tegas.


"Siap Bos besar" ucap semuanya dengan kompak dan tetap Hormat.


"Oke rapat kali ini cukup disini apakah ada yang ingin disampaikan sebelum aku hentikan rapat ini" ucap Sean Arthur sambil melihat ke mereka semua.


"Maaf Bos Besar saya ingin meminta pendapat anda mengenai usaha hiburan kita apakah kita tetap akan melanjutkan usaha seperti itu" ucap Salah satu pria sepuh yang dari tadi diam.


"Bisnis legal teruskan, bisnis ilegal hentikan lalu ubah menjadi bisnis legal" ucap Sean Arthur sambil menyalakan sebatang rokoknya.


"Baik Bos saya paham namun bidang jasa keamanan kita banyak di tempat hiburan malam apakah kita juga akan menghentikannya" ucap pria sepuh lainnya.


"Panggil semua pengawas mereka dan suruh mereka menanyakan kepada para pekerja apakah mereka mau bekerja di perkantoran kita jika tidak maka biarkan saja dulu, karena kita semua juga berasal dari sana bukan dan kita sama sama tahu susah untuk kita berhenti jika bukan dari hati kita, kalian semua ingatlah aku bukan ayahku dan aku hanya ingin kita semua bisa hidup tenang dengan apa yang kita miliki saat ini" ucap Sean Arthur sambil kemudian kembali menghisap rokoknya dan dia tahu jika dua puluh pria sepuh ini adalah anak buah ayahnya yang juga ikut ayahnya sejak ayahnya masih merintis dan masih menjadi preman jalanan sama seperti Rico dan Alex berbeda dengan Ardhi yang memang dari awal dia yang merekrut nya.


"Baik Bos Besar" ucap semuanya dengan sangat kompak dan hormat.


"Satu lagi mumpung kita bertemu seperti ini, mulai saat ini laporkan kepadaku jika ada informasi tentang geng serigala yang berniat jelek kepada kita, ini kesalahan ku karena berpikir mereka bisa menjadi orang sukses namun ternyata mereka semua hanya pengkhianat saja, kalian semua juga ingat aku akan lebih kejam jika dibandingkan dengan ayahku jika sampai kalian ada yang berkhianat kepadaku" ucap Sean Arthur dengan sangat tegas.


"Siap Bos Besar" ucap mereka semua kompak dan hormat.


"Oke, pertemuan kita sampai disini dan semua urusan kedepannya silahkan melalui Ardhi saja untuk detailnya" ucap Sean Arthur sambil berdiri dan diikuti oleh semuanya tanpa terkecuali ikut berdiri lalu membungkukkan badannya untuk menghormati Sean Arthur.


"Rico naiklah kesini" ucap Sean Arthur melalui panggilan telepon ke Rico.


"Siap Bos" Jawab Rico melalui ponselnya itu.


Sean Arthur kemudian menghidupkan televisi besar yang ada di ruang kerjanya dan langsung memutar channel berita dan ternyata berita yang di tayangkan oleh channel berita itu mengenai kebakaran ruko dan kafe daerah Cicendo tadi malam.


"Sepertinya Berita ini akan terus selama beberapa hari kedepan" ucap Sean Arthur sambil kemudian memindahkan siaran televisi itu ke channel bisnis dan melihat jika kini saham saham perusahaannya berada di atas perusahaan lain bahkan menjadi sepuluh tertinggi di Asia.


Lima menit berlalu dan Sean Arthur tetap mengawasi tanyakan channel bisnis itu sambil melihat jika Rico sudah datang dan duduk di depannya dengan sopan.


"Rico, apakah kau sudah bosan disini" ucap Sean Arthur dengan ramah karena hari sudah mulai malam.


"Tidak Bos, kemana pun anda pergi saya akan selalu mendampingi Bos Besar" ucap Rico dengan sangat hormat.


"Oke jika demikian bawakan laptop ku, kita ke restoran ku saja, aku sudah sangat lapar dan sangat ingin masakan Eropa untuk saat ini" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil mematikan televisi besar itu.


"Baik Bos, jadi kita ke Cihampelas ya Bos" ucap Rico sambil berdiri lalu mengambil laptopnya Sean Arthur yang ada di meja itu.


"Benar" ucap Sean Arthur sambil berdiri dengan membawa ponselnya lalu berjalan menuju lift di ikuti oleh Rico yang membawakan laptopnya.


Mereka berdua memasuki Lift dan langsung keluar di lobby lalu berjalan dan memasuki mobil mereka yang sudah di parkirkan oleh anak buah Rico sebelumnya.


Tiga mobil itu melesat keluar dengan sedan Bentley itu yang paling depan di ikuti oleh dua SUV Mitsubishi yang berisi anak buah Rico.


Mereka tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di restoran milik Sean Arthur yang berada di jalan Cihampelas Bandung dan mereka langsung masuk ke ruangan VVIP yang khusus untuk Sean Arthur demikian juga dengan anak buah Rico yang di minta oleh Sean Arthur ikut.


Mereka menikmati makan malam mereka di restoran itu dan terlihat semuanya kekenyangan bahkan anak buah Rico sampai memegangi perutnya.