Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Restoran Asia 8



Sean Arthur kemudian berdiri perlahan dan mencoba mencari lokasi penembak jitu tersebut dan dia menemukan Lokasinya berada di salah satu gedung di seberang restoran itu.


Dia langsung membidiknya dan menekan picu secara perlahan.


Dor suara ledakan teredam terdengar dan satu butir peluru keluar dengan sangat cepat dari moncong peredam Steyr Aug itu melesat dan mengenai kening penembak jitu tersebut.


Dor Dor dor


Tiga suara tembakan teredam terdengar lagi mengenai kening tiga orang penembak jitu lainnya.


Dan Sean Arthur masih terus memeriksa gedung gedung bertingkat yang ada di seberangnya itu dengan teliti karena selain jarak kini sudah sangat malam meskipun teropong Steyr Aug itu bisa melihatnya karena bisa modus malam hari.


Dor dor dor Tiga suara tembakan teredam terdengar kembali terdengar dan setiap peluru mengenai dengan tepat ke kening tiga orang penembak jitu lainnya.


Sean Arthur yang sudah yakin tidak ada lagi disana kemudian berjalan dengan cepat ke sebelah jendela yang menghadap ke belakang lalu mencari penembak jitu dengan bantuan teropong Steyr Aug itu.


Dor dor dor dor dor dor dor dor dor dor


Sepuluh suara letusan teredam kembali terdengar oleh mereka semua dan Sean Arthur tetap memeriksa semua gedung di belakang restoran itu.


Sean Arthur kembali bergerak dan menuju ke arah depan restoran lagi lalu mencari lokasi penembak jitu lagi namun dia tidak menemukan seorang pun.


"Nyalakan kembali lampu dan ambil semua selongsong peluru" ucap Sean Arthur sambil bersandar di dinding restoran.


Lampu ruangan kembali menyala dan lima orang pengawal pribadinya beserta Doni dan Roni langsung mengambil selongsong peluru yang berserakan lalu menyatukannya dan Roni i membawanya ke toilet untuk membuangnya agar tidak ada alat bukti yang memberatkan mereka.


Sean Arthur kemudian menyerahkan kembali Steyr Aug ke Doni dan Doni Langsung melepas peredam lalu menyimpan kembali Steyr Aug itu di dalam jaketnya.


"Apa kalian mengenal keluarganya" ucap Sean Arthur sambil berjalan lalu menutup mata jenazah pengawal pribadinya itu.


"Bos, kami semua yatim piatu, kami di ambil dari panti asuhan oleh Bos Michael lalu di latih" ucap salah seorang pengawal pribadinya itu.


"Maafkan aku" ucap Sean Arthur sambil menutup mulut jenazah pengawal pribadinya itu.


"Bos ini bukan salah anda dan ini sudah bagian dari tugas kami" ucap salah seorang pengawal pribadinya.


"Tetap saja aku merasa bersalah" ucap Sean Arthur sambil kembali duduk di kursi yang terlindung oleh dinding.


Mereka semua kembali duduk semuanya namun memilih duduk di area yang jauh dari jendela restoran.


"Bos semuanya sudah saya buang" ucap Roni yang sudah kembali dan langsung duduk di dekat Sean Arthur.


"Doni dan Roni, cari informasi terkait kejadian ini, gunakan semua sumber daya yang kita miliki dan saya harap kalian bisa menemukan siapa dalang kejadian hari ini, aku ingin dalangnya dan juga ingin orang yang menyewa para penembak jitu itu" ucap Sean Arthur dengan sangat tegas.


"Siap Bos, saya akan mencari informasinya itu dengan baik, semoga kita bisa segera mengetahui siapa orang di balik layarnya" ucap Doni sambil mengambil ponselnya dan langsung menghubungi anak buahnya.


Roni tidak seperti Doni melainkan mengirimkan pesan singkat ke beberapa grup anak buahnya agar mereka bisa bekerja dengan optimal.


Sean Arthur tampak memegang keningnya dan tampak berpikir dengan keras sampai ponselnya berdering dan langsung dia lihat ternyata Alex yang menghubunginya.


"Alex ada apa?" Ucap Sean Arthur.


"Bos, saya dan pihak kepolisian ada di bawah" ucap Alex.


"Kami di lantai tiga" ucap Sean Arthur sambil langsung memutuskan panggilan telepon itu dan menyimpan kembali ponselnya.


Tidak sampai sepuluh menit Alex pun tiba bersama dengan sepuluh orang pihak kepolisian dan tampak ada Pak Freddy dan Pak Dani disana yang kaget dengan adanya jenazah dari pengawal pribadinya Sean Arthur.


"Bos Sean, ini anak buah anda" ucap Pak Freddy.


"Pak Freddy senang berjumpa anda, pengawal pribadi saya terbunuh oleh penembak jitu beberapa waktu lalu" ucap Sean Arthur sambil berdiri dan berjalan mendekati Pak Freddy.


"Maaf Pak Sean, kami harus olah Tempat kejadian perkara ini" ucap salah seorang petugas kepolisian dan Sean Arthur melihat jika petugas yang berbicara itu seorang perwira menengah kepolisian.


"Silahkan, kami tidak akan kemana mana selama proses nya, namun bisakah anda menyisir daerah ini terlebih dulu agar benar benar aman untuk kami" ucap Sean Arthur.


"Kalian perintahkan anak buah di bawah untuk menyisir semua gedung bertingkat dalam radius lima ratus meter dan ambil rekaman cctv jika ada" ucap perwira menengah kepolisian itu.


"Pak Sean, bisa kita berbincangnya sebentar" ucap Perwira menengah kepolisian itu dengan ramah sambil mengarahkan tangannya agar Sean Arthur kembali duduk di kursinya


Sean Arthur kemudian duduk kembali di kursinya demikian juga dengan semua anak buahnya itu namun di meja yang berbeda dan perwira menengah kepolisian itu duduk di depannya.


"Pak Sean, bisakah anda ceritakan apa yang terjadi disini" ucap Perwira menengah kepolisian itu.


"Jadi kami semua sedang makan di sini, dan tiba tiba ada mobil yang terbakar di parkiran sehingga kami tidak bisa pergi seperti yang bapak lihat di parkiran jika mobil kami depan Lobby restoran, dan tadi ada peluru yang mengenai gelas kopi saya dan juga ada satu peluru lagi mengenai kening pengawal pribadi saya, hanya itu saja yang dapat saya informasikan ke Bapak" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Apakah bapak memiliki musuh sehingga ada yang ingin membunuh bapak" ucap Perwira menengah kepolisian itu.


"Pak, saya ini seorang pengusaha, bapak bisa tanyakan ke Pak Freddy kebetulan anaknya salah satu manager di perusahaan milik saya, jadi wajar jika saya memiliki musuh meskipun saya tidak pernah bermusuhan dengan siapapun bukan" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Pak Freddy bisa anda kesini duduk bersama kami" ucap Perwira menengah kepolisian itu.


"Siap Komandan" ucap Pak Freddy yang berdiri tidak jauh dari mereka dan langsung duduk di kursi yang kosong semeja dengan Sean Arthur dan perwira menengah kepolisian itu.


"Pak Freddy apakah benar anak bapak bekerja di kantor Pak Sean" ucap Perwira menengah kepolisian itu.


"Siap Betul komandan, kedua anak saya memang bekerja di perusahaan pusat milik Pak Sean" jawab Pak Freddy dengan sangat hormat.