
"Gunawan, aku tidak menyalahkan Michael meskipun dia tidak jujur kepadaku, nanti aku akan menanyakan langsung kepada dia apakah dia tahu soal ayah ku atau tidak, ini untuk menjawab rasa ingin tahu ku saja." Ucap Sean Arthur.
"Iya Bos." Jawab Gunawan sambil kemudian menarik nafas dalam dalam.
"Gunawan, berapa lama kau bisa mengetahui lokasi markas mereka.
"Bos, malam ini sudah selesai semuanya, dan maaf saya tidak bisa mengerjakannya sekarang karena saya sudah sangat mengantuk." Jawab Gunawan.
"Oke, jika demikian kita istirahat saja dulu." Ucap Sean Arthur.
"Siap Bos." Ucap mereka berempat dengan kompak dan langsung berdiri lalu meninggalkan ruang kerja Sean Arthur.
Sean Arthur tidak langsung ke kamarnya melainkan mengambil ponselnya dan langsung mengirimkan pesan singkat kepada Michael.
"Datang segera ke Villa Naga dan aku tidak mau dengar alasan mu sedikit pun." Tulis Sean Arthur melalui pesan singkat itu.
Sean Arthur kemudian berdiri dan langsung melangkah ke kamarnya lalu memilih untuk beristirahat.
Suasana Villa Naga pagi ini sangat sepi karena hampir semuanya kecuali yang bertugas berjaga memilih untuk beristirahat.
Jam menunjukkan jam 19.00 Wib dan Sean Arthur pun sudah terbangun dari tidurnya, dia juga sudah selesai membersihkan badannya lalu melangkah menuju ke ruang makan, untuk makan bersama dengan ke empat bawahannya serta para pengawal pribadinya.
Seperti biasa tidak ada yang berani berbicara saat mereka makan bersama Sean Arthur dan semuanya memilih untuk menikmati makanan mereka saja.
Semua makanan itu pun habis dan kini semuanya menikmati bandrek, minuman khas tradisional sunda yang bisa menambah stamina dan juga menghangatkan tubuh mereka.
Sean Arthur dan yang lainnya pun sudah mulai berbincang satu dan lainnya sambil semuanya merokok juga.
"Bos, ponsel anda dimana?." Tanya Gunawan.
"Masih di ruang kerjaku, memangnya ada apa, apakah kau sudah mengetahui lokasi dari kelompok serigala asia.
"Benar Bos, dan semuanya lokasi hasil pemeriksaan di ponsel mereka sudah saya kirimkan ke Bos." Ucap Gunawan.
"Oke terima kasih, lalu jam berapa Michael akan datang kesini." Ucap Sean Arthur.
"Bos, paling jam sembilan malam ini dia akan sampai." Ucap Gunawan.
"Doni badanmu kan paling besar jadi kau yang memerlukan olahraga setelah makan, aku meminta bantuan mu untuk mengambil ponsel ku dan bawa ke pendopo taman belakang, Roni pesankan ke bagian dapur untuk membuatkan bandrek ini lagi dan bawakan juga kesana." Ucap Sean Arthur sambil berdiri dan dia memang yang sudah menghabiskan bandrek nya.
"Bos anda beneran mau bandrek lagi?." Tanya Roni.
"Iya benar, Alex dan kau Gunawan ayo kita ke pendopo taman belakang." Ucap Sean Arthur sambil berdiri dan langsung melangkah meninggalkan ruang makan.
Ketiganya pun langsung ikut berdiri namun hanya Alex sana yang langsung mengikuti Sean Arthur karena Roni langsung ke dapur sedangkan Gunawan memilih untuk ke ruang kerjanya terlebih dulu untuk mengambil berkas yang sudah disiapkan olehnya sebelum menikmati sarapan untuk menjadi bahan pembicaraan Sean Arthur.
"Alex, bagaimana dengan perusahan yang kau dirikan?" Ucap Sean Arthur.
"Masih proses Bos, karena yang agak sedikit susah adalah menyortir orang orang yang akan bekerja kepada saya bos, saya ingin mencari orang orang yang benar benar bisa setia kepada saya dan anak saya bukan hanya sekedar membutuhkan pekerjaan dan uang.” Ucap Alex sambil berjalan di sebelah kiri Sean Arthur.
“Alex, kita memutar saja ya, tidak apa apa kan sedikit berolahraga terlebih dulu.” Ucap Sean Arthur sambil melangkah berbelok ke arah ruang tamunya dan bukan belok kiri menuju taman belakang.
“Siap Bos, selama bersama dengan Bos saya siap kok Bos, dan saya harap anda tidak lagi meminta saya pulang ke villa dago ya bos, saya tidak mau seperti kemarin dimana anda mendapatkan penyerangan dan saya berada jauh dari anda.” Ucap Alex.
“Alex, kalian bertujuh ini sudah seperti saudaraku dan aku tidak ingin kita semua celaka, setidaknya jika aku celaka masih ada kalian yang bisa menuntut balas untuk kematian ku.” Ucap Sean Arthur.
“Bos, anda tidak boleh berbicara dan berpikiran seperti itu, yang benar adalah jika ada yang menyerang anda maka kita hancurkan bersama, aku sudah lama mengalah bos, namun jujur aku sudah jenuh dan aku tidak ingin lagi ada yang menyerang anda, kini gantian aku akan menyerang mereka seperti waktu aku menghabisi geng serigala.” Ucap Alex yang terdengar sangat bersemangat.
“Kau ini selalu begini, dan inilah kenapa aku mengirimmu ke villa dago, kau akan membabi buta jika ada yang melukaiku dan hanya mau mendengarkan ku saja, Alex malam ini tidak ada seorang pun dari kita yang akan turun menyerang mereka, namun aku akan mengirim pihak kepolisian kesana karena senjata mereka tidak legal dan aku sangat yakin ada banyak senjata di markas mereka, toh jika mereka tertangkap mereka juga akan tetap mati bukan namun dengan tangan kita.” Ucap Sean Arthur.
“Bos rencana anda ini sungguh brilian, jika seperti ini rencana anda maka saya sangat setuju.” Ucap Alex.
“Ada kalanya kita menggunakan otak dan bukan otot, jadi semua bisnis mereka akan kita hancurkan dan lokasi markas mereka akan kita bocorkan, disini perpecahan akan terjadi dan kita hanya tinggal menghabisi mereka secara perlahan.” Ucap Sean Arthur.
“Bos, maaf tapi apakah menurut anda akan ada pihak lain yang memanfaatkan kekacauan ini?.” Tanya Alex.
“Iya benar, itu pasti ada dan disinilah tugas anak buah mu sebagai pembuat kekacauan, saat perusahaan mereka bangkrut maka anak buah mu harus memancing mereka untuk melakukan kerusuhan atau unjuk rasa menuntut hak mereka, di satu sisi pasukan perang mereka kan sedang dalam tahap kehancuran jadi mereka tidak akan bisa mengerahkannya untuk menghentikan kekacauan di kantor dan perusahaan mereka, dan jika ini bisa kita jalankan dengan baik maka pihak ketiga akan datang berpura pura sebagai penolong, dan anak buah mu hembuskan lagi berita jika pihak ketiga itu akan memakan uang perusahaan yang menjadi hak mereka, buat mereka menyerang semua pihak.” Ucap Sean Arthur.
“Bos ini sungguh brilian, jadi kita bisa menonton kehancuran mereka.” Ucap Alex.
“Benar namun jika sampai anak buahmu gagal maka ini akan sangat bahaya, dan sebagai rencana kedua maka aku akan menyiapkan sebanyak mungkin penembak jitu untuk memulai kerusuhan.” Ucap Sean Arthur.
“Bos, kapan rencana ini akan kita jalankan?.” Tanya Alex.
“Semakin cepat semakin baik dan aku ingin ini terjadi malam ini dan besok pagi.” Ucap Sean Arthur.