
Mereka semua menikmati waktu kebersamaan mereka dengan sangat ceria sampai seorang anak buah Roni datang dan menyerahkan sebuah flash disk ke Roni.
"Bos ini rekaman dari hasil interogasi mereka semua, dan saat ini semuanya sudah selesai di interogasi" ucap Roni sambil menyerahkan flash disk tersebut ke Sean Arthur.
"Ayo kita lihat isinya" ucap Sean Arthur sambil menerima flash disk tersebut lalu berdiri di ikuti oleh empat anak buahnya itu.
Mereka kemudian berjalan menuju kantor Gunawan untuk melihat rekaman video proses interogasi tersebut.
"Gunawan, putar satu persatu saja, agar kita mengetahui kejadian yang sebenarnya dan siapa otak di belakang semua ini" ucap Sean Arthur sambil duduk di sofa bersama dengan tiga anak buahnya itu sedangkan Gunawan sudah di meja kerjanya dan flashdisk juga sudah ada pada Gunawan yang di berikan oleh Sean Arthur saat dalam perjalanan menuju ruang kerja itu.
"Baik Bos" ucap Gunawan dengan sangat hormat sambil memutar rekaman video tersebut dan langsung terputar di monitor terbesar.
Satu persatu rekaman video tersebut di putar dan rekaman video tersebut beberapa kali di percepat oleh gunawan sesuai arahan dari Sean Arthur sampai semua rekaman tersebut selesai di tonton oleh mereka berempat.
"Jadi otak di belakang layar ini adalah ayah angkat dari Ardhi dan juga Anton sang serigala pertama, namun ayah angkat Ardhi yang memberi arahan untuk menangkap Ardhi dan Rico agar mereka berdua bisa dijadikan sandera dan bisa menekanku untuk membebaskan tujuh serigala yang sudah di tahan oleh pihak kepolisian" ucap Sean Arthur sambil menyalakan sebatang rokoknya.
"Bos, jika berdasarkan rekaman video hasil interogasi ini maka Rico dan Ardhi tidak bersalah apakah anda akan membebaskan mereka" ucap Alex dengan sangat hormat.
"Roni, bebaskan keduanya dan bawa kesini" ucap Sean Arthur dengan santai.
"Baik Bos, saya akan bawa keduanya kesini dan bagaimana dengan tahanan lainnya apakah sudah bisa saya hapus keberadaan mereka atau hendak anda serahkan ke pihak kepolisian" ucap Roni dengan sangat hormat.
"Biarkan saja dulu mereka di sana, bawa saja kedua anak buah ku itu" ucap Sean Arthur
"Siap Bos" ucap Roni sambil mengambil ponselnya lalu menghubungi anak buahnya meminta anak buahnya membawa Rico dan Ardhi ke ruang kerja Gunawan.
Lima belas menit mereka menunggu dan dua orang anak buah Roni datang membawa Rico dan Ardhi dengan kondisi badan yang sangat lemas dan juga penuh luka memar.
Rico dan Ardhi yang melihat Sean Arthur langsung berlutut di depan Sean Arthur karena mereka menyadari kesalahan mereka.
"Bos saya mohon ampunan anda, saya sudah berbuat salah dan menyusahkan anda" ucap Rico sambil berlutut di depan Sean Arthur dengan kepala menunduk.
"Saya juga mohon pengampunan dari Bos, ternyata benar ayah angkat saya bekerja sama dengan Anton dan maaf jika sebelumnya kami berdua meragukan perintah Bos untuk menghabisi ayah angkat saya" ucap Ardhi dengan sangat hormat dan dalam posisi yang sama seperti Rico.
"Ardhi apa yang ayah angkat mu sudah berikan kepadamu selain hanya status ayah dan anak saja, dari awal apa pernah dia memberikan hartanya kepadamu?" Ucap Sean Arthur dengan sangat tegas.
"Tidak Bos, andalah yang selalu memberikan semua yang saya butuhkan selama ini, anda juga yang selalu memenuhi kebutuhan hidup saya" ucap Ardhi dengan sangat hormat.
"Apakah mata kalian berdua sudah terbuka sekarang, jika hanya status ayah dan anak, banyak yang mau jadi ayah angkat kalian apalagi dengan semua harta yang aku berikan untuk kalian berdua" ucap Sean Arthur.
"Kalian berdua tidak berhutang apapun kepada mereka dan kalian juga tidak pernah di perlakukan sebagai anak bukan?" Ucap Sean Arthur dengan santai namun tegas.
"Benar Bos"ucap keduanya dengan sangat kompak dan juga hormat.
"Mana yang kalian berdua pilih, ikut dengan ku atau dengan orang yang kalian jadikan ayah angkat bohongan itu, pilihlah" ucap Sean Arthur dengan sangat tegas.
"Saya akan mengikuti Bos saja" ucap Rico dengan sangat hormat sambil tetap menundukan kepalanya.
"Saya juga akan mengikuti Bos, saya menganggap orang tua itu ayah namun hatinya sangat busuk dan hanya memanfaatkan kedekatan saya dengan Bos saja selama ini" ucap Ardhi dengan sangat hormat sambil tetap menunduk juga.
"Oke jika demikian maka saya akan memberikan kalian kesempatan satu kali lagi, jika kalian bisa mulai sekarang hanya bertindak sesuai arahanku dan tidak memiliki inisiatif sendiri seperti kemarin aku akan menerima kalian namun jika kalian berbuat ulah maka aku akan melupakan mempunyai bawahan seperti kalian" ucap Sean Arthur dengan sangat tegas.
"Kami siap Bos, kami tidak akan lagi bertindak tanpa izin anda" ucap Ardhi.
"Saya juga siap Bos" ucap Rico.
"Doni, bawa mereka berdua dan obati luka mereka jika sudah aku tunggu kalian di ruang makan untuk sarapan" ucap Sean Arthur sambil melihat jam dinding yang menunjukkan waktu sudah jam 07.00 wib.
"Siap Bos, ayo kalian berdua berdiri dan ikut dengan ku" ucap Doni.
Rico dan Ardhi langsung berdiri dan melangkah mengikuti Doni keluar dari dalam ruang kerja Gunawan itu.
"Ayo semuanya kita sarapan dulu sebelum kita tidur, lebih baik kita tidur dengan perut kenyang bukan dari pada tidur dengan masalah perut kosong" ucap Sean Arthur sambil berdiri dan langsung melangkah keluar dari dalam ruang kerja Gunawan di ikuti oleh mereka berempat.
Mereka langsung ke ruang makan dan disana sudah tersaji berbagai macam hidangan lezat untuk sarapan mereka, para pengawal Sean Arthur juga sudah ada di sana dan belum berani untuk makan.
Lima belas kembali berlalu dan kini Doni sudah datang bersama dengan Rico dan Ardhi, mereka bertiga langsung duduk di kursi yang kosong semeja dengan Sean Arthur.
"Kalian berdua bagus juga dengan badan penuh perban seperti itu, ayo semuanya kita sarapan" ucap Sean Arthur sambil mulai mengambil lauk pauk yang sudah di sajikan.
Mereka semuanya makan dengan lahap padahal semalaman mereka mengkonsumsi jagung bakar namun karena makanan itu sangat lezat mereka seolah lupa jika perut mereka semua sudah terisi dengan jagung bakar.
Satu jam berlalu dengan cepat dan mereka semua Sudah menghabiskan semua hidangan yang disajikan untuk sarapan mereka bahkan banyak yang menambah dan kini mereka semua sedang menikmati bandrek yang memang akan menjadi minuman wajib untuk mereka mulai pagi ini.
Sean Arthur juga sudah kembali menyalakan sebatang rokoknya sambil menikmati bandreknya.