Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Mencari Sumber Masalah



"Rico, dari mana kau mendapatkan Sony" ucap Sean Arthur sambil menarik nafas dalam dalam.


"Bos dia sudah ikut saya sejak sepuluh tahun yang lalu demikian juga dengan pengawal anda yang lainnya" ucap Rico dengan sangat hormat.


"Aku tidak tahu bagaimana cara ku berbicara kepada mu lagi, aku bahkan tidak tahu apakah aku masih akan memakai mu atau tidak" ucap Sean Arthur sambil menarik nafas dalam dalam.


"Bos jika saya salah saya siap dengan hukuman Bos" ucap Rico dengan sangat hormat sambil berlutut dan menundukkan kepalanya.


"Duduklah lagi sebelum aku berubah pikiran" ucap Sean Arthur lagi.


"Baik Bos" ucap Rico dengan sangat hormat dan langsung duduk kembali.


"Hasil print out ini adalah kontak kalian berdua ini kontak Rico dan Ini kontak mu Ardhi jadi silahkan kalian periksa" ucap Sean Arthur sambil memberikan masing masing satu print out hasil penyamaan nomor ponsel tersebut.


"Gunawan tolong segelas kopi untukku" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Baik Bos" ucap Gunawan sambil berdiri dan melangkah keluar dari dalam ruang kerjanya itu.


Rico dan Ardhi terdiam melihat betapa banyak kontak mereka yang tercantum di hasil print out itu.


"Semua itu adalah pengkhianat yang sebenarnya" ucap Sean Arthur sambil tersenyum hangat ke mereka bertiga namun ketiganya melihat kematian di senyuman Sean Arthur.


"Rico kau sudah tiga kali kecolongan seperti ini dan aku minta kau tidak mengambil anak buah lagi untuk sementara waktu sampai aku mengijinkan" ucap Sean Arthur kembali.


"Maafkan saya Bos saya ternyata masih kurang jeli dalam melihat kesetiaan mereka" ucap Rico dengan sangat hormat sambil menundukkan kepalanya.


"Ardhi apa ada dari nomor itu yang di kantor pusat" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Ada lima puluh orang Bos jabatan manager semua termasuk manager keuangan yang lama, sedangkan sisanya hanyalah rekanan bisnis saja yang bisa saya stop kapanpun juga namun ada satu kontak direksi Bos" ucap Ardhi dengan sangat hormat sambil menundukkan kepalanya juga karena kelima puluh manager itu dia yang merekrutnya.


"Manager keuangan ya pantas aku sangat ingin memberikan jabatan ini ke Yuni tadi, ya sudahlah mau kau yang bereskan atau aku yang membereskannya" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil tersenyum ke mereka semua.


"Bos saya mampu membersihkan benalu benalu ini dengan baik" ucap Ardhi dengan sangat hormat.


"Ya saya percaya itu kau bisa, lalu Rico bagaimana, apa kau mampu atau harus aku sendiri yang membersihkan masalah ini" ucap Sean Arthur.


"Saya sanggup Bos" ucap Rico dengan sangat hormat.


"Ada berapa orang seluruhnya yang kau bawa ke rumahku ini yang terdaftar di hasil print out itu" ucap Sean Arthur kembali.


"Siap tiga ratus lima puluh orang Bos" ucap Rico dengan sangat hormat sambil menundukkan kepalanya.


"Dan ada berapa orang yang di luar" ucap Sean Arthur lagi.


"Enam ratus orang bos" ucap Rico kembali.


Dug dug dug


Detak jantung ketiga nya kini semakin cepat mendengar perkataan Sean Arthur dan melihat sorot mata Sean Arthur.


"Sanggup Bos" ucap Rico sambil menundukkan kepalanya..


"Alex saat ini kontak mu bersih namun tidak berarti selamanya bersih ingat itu, oke Ardhi dan Rico aku berikan waktu tiga hari terhitung besok pagi jika memang tidak sanggup maka minta bantuan Alex, apa kalian paham" ucap Sean Arthur dengan sangat tegas.


"Siap paham Bos" ucap ketiganya dengan sangat hormat dan tetap menundukan kepalanya.


"Rico dan Ardhi silahkan kalian kembali dan beristirahatlah, besok kalian akan sedikit sibuk bukan" ucap Sean Arthur dengan santai bahkan sambil menyalakan sebatang rokoknya lagi.


"Baik Bos kami pamit" ucap keduanya dengan sangat kompak lalu berdiri dan meninggalkan Sean Arthur berduaan dengan Alex di ruang kerja Gunawan itu.


"Bos, sebenarnya apa yang terjadi" ucap Alex sambil menyalakan sebatang rokoknya untuk menstabilkan pikirannya yang sedang bercabang.


"Intinya tujuh Serigala hanya pion tidak berarti dan otak di belakang layar adalah Anton namun ternyata semua yang ada di print out ini adalah anak buah Anton bahkan tadi kau dengar bukan jika ada yang sudah bekerja sepuluh tahun bahkan lebih, ini berarti mereka sudah sangat lama merencanakan hal ini" ucap Sean Arthur sambil memberikan hasil print out itu ke Alex baik milik Rico maupun Ardhi, dua duanya dia berikan ke Alex.


Alex melihat hasil print out itu dengan teliti dan langsung menarik nafas dalam dalam karena banyak sekali yang dia kenal baik bertahun tahun lamanya.


"Kau kenapa" ucap Sean Arthur


"Bos pantas anda sangat marah, pengkhianatan ini sudah berlangsung sejak ayah anda masih ada ternyata" ucap Alex dengan sangat hormat sambil menyimpan berkas print out itu ke saku dalam jaket kulit yang sedang dia gunakan.


"Ini ternyata tidak semudah yang kita bayangkan, jadi benar benar perketat penjagaan rumah dan kawal anak anak saat ke sekolah dengan baik cukup dari jauh saja agar mental mereka semua tidak terganggu, seperti dulu kau mengawalku saat aku kecil" ucap Sean Arthur sambil tersenyum hangat ke Alex.


"Baik Bos, besok saya rapikan semuanya" ucap Alex dengan sangat hormat.


"Alex bagaimana pengaturan yang aku minta tentang aset aset ku" ucap Sean Arthur dengan ramah mencoba mengalihkan pikirannya.


"Semuanya beres bos, anak buah saya yang menjaga semua aset anda itulah kenapa saya tahu anda tadi ke Sukajadi" ucap Alex dengan sangat hormat.


"Besok aku minta delapan orang untuk menjadi pengawal ku dan satu orang untuk menjadi supirku" ucap Sean Arthur lagi.


"Siap Bos, sebenarnya sudah saya siapkan namun saya tidak enak dengan Rico, namun jika situasinya seperti ini maka keamanan anda saya yang ambil alih saja" ucap Alex dengan sangat hormat.


"Satu hal yang menjadi tanda tanya ku, siapa sebenarnya orang di belakang mereka semua ini" ucap Sean Arthur dengan penuh kebingungan.


"Bos sebaiknya kita mengurut dari awal lagi saja, mungkin bisa ketahuan siapa otak di belakang layarnya" ucap Alex.


"Alex, pelajari print out itu dengan baik, terus ingat ingat semua yang terjadi di masa lalu sebelum ada aku dan sampai aku ada, sepertinya ini memang terkait masa lalu ayah" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Iya Bos, saya juga sangat penasaran dengan otak di belakang layar semua ini dan anehnya kenapa hanya anak buah Rico dan anak buah ardhi ya bos, kenapa tidak menyusup ke barisan saya, ini juga tanda tanya besar untuk saya" ucap Alex.