
“Bos, maaf apa sebaiknya anda beristirahat dulu saja sementara di Villa Naga beberapa minggu, karena saya yakin jika Ikan Besar ini adalah orang yang memiliki kekuasaan besar sehingga tidak ada datanya sama sekali, dan juga perlu tim cyber dengan akses satelit untuk bisa mematikan semua cctv, dan saya sendiri meskipun bisa mendapatkan akses satelit tidak bisa mematikan semua cctv sampai berjam jam seperti mereka, jadi saya sangat yakin mereka adalah orang yang mempunyai kekuasaan.” Ucap Gunawan.
“Aku juga berpikiran seperti itu, makanya kalian juga harus selalu waspada.” Ucap Sean Arthur.
“Baik Bos.” Ucap Gunawan dan panggilan telepon itu pun di putuskan oleh Sean Arthur.
“Roni berapa lama kita akan sampai di jalan raya, dan lain kali ingat pakai sedan lagi ya. Sungguh tidak fleksibel.” Ucap Sean Arthur sambil menyimpan Ponselnya di sampingnya.
“Lima kilometer lagi Bos, dan dengan kecepatan sekarang kurang lebih lima belas sampai dua puluh menit kita sampai jalan raya, karena hanya ini jalur yang aman Bos untuk kita.” Ucap Roni sambil mengendalikan laju mobil agar tetap bisa melaju dengan nyaman karena jalan yang mereka lintasi itu adalah jalan tanah dan berbatu.
“Bos itu apa.?” ucap Doni sambil menunjuk sesuatu yang berkedip merah di depan mereka dan melayang ke arah mereka.
Sean arthur tidak menjawabnya melainkan mengambil senjata api Steyr Augnya lalu memasang magazine nya, Sean Arthur juga dengan cepat berdiri karena memang sunroof mobil itu sudah terbuka.
Doooor Doooor Doooor Doooor Doooor lima suara ledakan senjata yang teredam terdengar saat Sean Arthur menembak.
Sean Arthur yang masih berdiri keluar melalui sunroof mobil kemudian memeriksa sekelilingnya dan memastikan tidak ada lagi Drone Drone yang mengarah ke arah mereka lalu duduk kembali di kursinya.
“Kalian buka sunroof mobil kalian dan masing masing mobil agar satu orang berjaga melalui sunroof, jatuhkan apabila ada Drone lagi yang terbang di atas kita atau mengarah ke kita.” Ucap Sean Arthur melalui Radio komunikasi agar semua pengawalnya mendengarnya.
“Baik Bos.” Ucap para pengawal pribadi Sean Arthur secara bergantian melalui radio komunikasi juga.
“Kalian yang menggunakan motor di depan maju sampai ke jalan raya dan periksa disana, sisanya menyebar pastikan dalam radius satu kilometer dari kami aman.” Ucap Doni melalui radio komunikasi juga.
“Doni, hubungi anak buah mu yang masih di obyek dan tanya perkembangannya.” Ucap Sean Arthur yang masih memegang Steyr Aug nya.
“Baik Bos” Ucap Doni sambil mengambil ponselnya dan menghubungi salah seorang anak buah nya yang bertugas mengawasi lokasi pertempuran.
“Siap Bos, baru saya hendak menghubungi Bos, PIhak kepolisian yang menggunakan motor sudah mulai berdatangan Bos, kami saat ini sedikit menjauh,” Ucap Anak buah Doni membuka pembicaraan telepon itu.
“Awasi terus dan jangan sampai lengah, biasakan kirim pesan singkat apapun yang terjadi.” Ucap Doni.
“Baik Bos.” Ucap anak buahnya itu dan panggilan telepon itu pun langsung dimatikan oleh Doni.
“Bos, pihak kepolisian yang menggunakan motor mulai berdatangan ke lokasi tadi.” Ucap Doni melaporkan.
“Terlalu cepat Pihak kepolisian ini, siapa sebenarnya Ikan Besar ini, strateginya sangat matang.” Ucap Sean Arthur.
“Iya, Bos, karena bukankah mereka tadi menutup jalan dan membuat jalan kedua arah macet total, namun kenapa mereka bisa sampai dengan cepat, bahkan anak buah saya saja harus melalui jalan ini tadi agar bisa sampai tepat waktu.” Ucap Doni.
“Aku juga tidak tahu, berhenti sebentar, disini lokasi drone drone itu jatuh.” Ucap Sean Arthur dan Roni langsung menghentikan mobil.
“Baik Bos.” Ucap keduanya kompak dan langsung keluar dari dalam mobil.
Sean Arthur pun sama dia keluar dari dalam mobil sambil membawa Steyr Aug nya lalu berdiri di samping mobilnya sambil menyalakan sebatang rokoknya, para pengawal pribadinya juga turun dari dalam mobil itu dan mengamankan area itu.
“Bos ini Drone drone nya, ada lima drone yang kami temukan temukan.” Ucap Doni yang membawa dua drone yang sudah rusak dan Roni membawa tiga drone.
“Letakkan di tanah saja.” Ucap Sean Arthur.
Doni dan Roni langsung menyimpan drone drone itu di depan Sean Arthur dan Sean Arthur kemudian berjongkok lalu melepas semua baterai drone drone itu dan ternyata ada modul gps yang terpisah serta memiliki baterai cadangan sehingga dia pun melepasnya.
Sean Arthur kemudian mengambil ponselnya yang tertinggal di dalam mobil dia lalu mengambil photo detail drone drone itu dan mengirimkan photo photo tersebut melalui pesan singkat ke Gunawan.
“Doni Panggil satu anak buah mu yang mengendarai motor lalu bawa kelima modul gps ini ke arah pantura lalu lemparkan ke atas bak truk saja, lakukan dengan cepat.” ucap Sean Arthur sambil memberikan lima modul GPS Tracker ke Doni.
“Baik Bos” Ucap Doni sambil menerima modul GPS Tracker tersebut lalu berlari ke anak buahnya.
“Roni masukkan ke dalam bagasi semua drone ini, kameranya semuanya sudah rusak namun modul penyimpanannya masih utuh dan bisa kita lacak.” Ucap Sean Arthur.
“Baik Bos” Ucap Roni sambil berlari ke pintu pengemudi lalu membukanya dan membuka pintu bagasi mobil, dia pun langsung memasukkan semua drone drone itu lalu kembali ke depan Sean Arthur.
“Ayo kita lanjutkan perjalanan, namun tunggu Doni kembali dulu.” Ucap Sean Arthur sambil naik ke dalam mobil kembali dan saat dia duduk di dalam mobil ponselnya bergetar karena mendapatkan panggilan telepon dari Gunawan.
“Gunawan apa yang berhasil kau temukan?.” Tanya Sean Arthur memulai percakapan telepon itu.
“Bos, itu drone militer luar negeri, dan hanya beberapa negara saja yang memilikinya, di indonesia drone seperti itu sangat susah ditemukan bahkan militer kita juga tidak memiliki drone secanggih itu. Karena drone drone itu bisa di kontrol melalui satelit dan bisa terbang sangat lama dan jauh juga jarak tempuhnya.” Ucap Gunawan.
“Seberapa Jauh jarak tempuhnya?” Tanya Sean Arthur.
“Bos, paling jauh seratus kilometer dan ini jarak bolak baliknya, jadi pengendalian terjauh sampai lima puluh kilometer.” Ucap Gunawan.
“Cari dalam Jarak lima puluh kilometer dari lokasi tadi ke arah Kota Bandung, lihat apa ada yang memungkinkan menjadi markas mereka atau tidak.” Ucap Sean Arthur.
“Baik Bos, saya akan mencari semua kemungkinan markas mereka.” Ucap Gunawan.
“Oke, lalu cari juga data orang asing yang tinggal dalam radius itu.” ucap Sean Arthur.
“Baik Bos, akan segera saya kerjakan dan akan langsung saya laporkan ke Bos jika ada yang saya dapatkan.” Ucap Gunawan dan panggilan telepon itu pun langsung diputuskan oleh Sean Arthur bersamaan dengan masuknya Doni dan Roni kedalam mobil.