Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Penyerangan 1



“Kalian lihat ke atas, siapa yang menjaganya, bukan kah tidak ada sama sekali bukan, jadi perintahkan anak buah kalian untuk menjaga menara pengawas dan juga tempatkan beberapa penembak jitu, sampaikan juga kesemuanya jika ada drone yang terbang selain milik kita agar di jatuhkan saja, dan berikan ke gunawan agar bisa di pelajari oleh Gunawan nantinya.” Ucap Sean Arthur.


“Siap Bos, jika boleh kami ingin meminta bantuan Michael saja untuk menyiapkan anti drone dan juga rudal mini untuk lebih mengamankan kawasan villa naga ini.” Ucap Doni lagi.


“Tentu saja, silahkan kalian atur sebaik baiknya nanti, yang jelas aku ingin tempat kita ini menjadi tempat yang paling aman untuk kita tempati, Alex apakah kau dan keluarga mu mau tinggal di sini juga?.” Ucap Sean Arthur.


“Siap Bos, jika memang diperbolehkan saya ingin membawa keluarga saya ke sini, udara disini sangat sejuk dan nyaman untuk ditempati bersama keluarga.” Ucap Alex.


“Doni, apakah kau tahu dimana tempat yang cocok untuk membangun rumah untuk Alex dan juga Gunawan jika seandainya dia juga mau tinggal disini.” Ucap Sean Arthur.


“Bos, bagaimana jika di komplek kami saja, disana masih sangat luas dan cukup untuk membangun sepuluh rumah yang sama.” Ucap Doni.


“Besok segera kau mulai saja, semuanya ku serahkan kepada mu, tapi Alex aku masih ragu memberikan keamanan villa dago kepada Rico.” Ucap Sean Arthur.


“Bos jangan khawatir  Rico akan tetap dalam pengawasan saya, demikian juga dengan Ardhi, saya akan terus mengawasi mereka.” Ucap Alex.


“Bos, saya akan mengatur semuanya, dan saya akan membangun empat rumah yang sama untuk di isi oleh semua saudara ku.” Ucap Doni.


“Doni jika memang bisa untuk sepuluh rumah maka bangun saja semuanya, setidaknya jika memang nanti ada yang ingin menempatinya bisa kita berikan.” Ucap Sean Arthur sambil melihat jika beberapa drone mulai terbang dan meninggalkan kawasan villa naga.


“Baik Bos, jika demikian saya akan membangun sepuluh rumah dan mempersiapkan semua isinya.” Ucap Doni.


“Bos, ngomong ngomong ponsel anda dimana, saya dari tadi mengirim pesan singkat mengenai perkembangan situasi di luar namun anda tidak melihatnya.” Ucap Roni.


“Sepertinya masih ada di kantor ku, baiklah, kalian jika mau melihat apa yang terjadi di luar kita ke kantor Gunawan saja, dan Doni tolong ambilkan ponsel ku ya.” Ucap Sean Arthur sambil berdiri di ikuti oleh ketiga anak buahnya itu.


“Baik Bos, nanti saya akan membawakannya ke ruangan Gunawan, dan sekalian dengan rokok anda, karena sepertinya rokok anda sudah hampir habis.” Ucap Doni.


“Ya bawakan saja sekalian, baiklah ayo Roni dan Alex kita ke ruangan Gunawan.” Ucap Sean Arthur sambil kemudian melangkah menuju bangunan utama villa naga yang juga menjadi rumahnya.


Alex dan Roni langsung mengikutinya sedangkan Doni langsung ke kantor Sean Arthur untuk mengambil ponsel dan juga dengan rokok Sean Arthur.


“Villa ini sungguh besar dan megah, sejak aku datang kesini aku masih penasaran dengan jumlah kamar yang ada disini.” Ucap Alex ke Roni.


“Disini, di  bangunan utama ini ada seratus kamar dan di rumah kami masing masing ada sepuluh kamar tidur seperti kamar yang kau tempati.” ucap Roni sambil tersenyum lebar.


“Wah aku harus berkunjung ke rumah mu jika demikian untuk melihat bagaimana rumah baru ku nantinya.’ Ucap Alex sambil tersenyum lebar seperti senyum kuda.


“Haisssssss kau ini ada ada saja, aku yang tampan ini kau bilang seperti kuda, hadeeeeeh kau ini benar benar tidak bisa melihat ketampanan ku ternyata.” Ucap Alex sambil menggelengkan kepalanya.


“Kalian berdua apa sudah selesai bercandanya, jika sudah maka Roni kau ke dapur mintakan aku jus Alpukat dan juga irisan nanas.” Ucap Sean Arthur.


“Siap Bos, beres, Alex apakah kau mau jus juga.” Ucap Roni.


“Tentu saja, aku mau jus alpukat dan irisan nanas juga.” Ucap Alex.


“Oke beres.” Ucap Roni sambil melangkah ke arah dapur.


“Roni mintakan juga beberapa cemilan untuk kita ya, tahu goreng isi saja.” Ucap Sean Arthur.


“Siap Bos.” Ucap Roni sambil terus melangkah tanpa sama sekali melihat ke arah Sean Arthur atau pun Alex.


Sean Arthur dan Alex pun terus melangkah dan mulai memasuki bangunan utama villa naga dan langsung menaiki tangga menuju ruangan Gunawan.


“Alex, kau sudah lama mengikuti ku dan aku sangat mempercayai mu, aku berharap banyak kepada mu di kemudian hari bisa memegang kekuasaan minimal untuk kota bandung atau mungkin kota lainnya, jadi pastikan perusahaan yang kau dirikan benar benar berhasil ya.” Ucap Sean Arthur sambil melangkah memasuki ruangan Gunawan.


“Siap Bos, saya akan berusaha semaksimal mungkin dan akan memastikan semuanya sesuai harapan anda.” Ucap Alex sambil duduk di kursi yang kosong berbarengan dengan Sean Arthur yang duduk di kursi yang biasa dia duduki, di sana juga sudah ada Gunawan, Michael dan Doni yang sudah lebih dulu duduk.


“Gunawan apakah sudah mulai acaranya?.” Tanya Sean Arthur yang melihat jika semua monitor disana belum ada satu pun yang menyala.


“Bos, sebentar lagi, saya masih menunggu drone drone kita sampai.” Jawab Gunawan sambil berdiri dan berjalan ke arah meja kerjanya lalu duduk di kursi kerjanya dan memainkan mouse dan keyboard laptopnya.


Satu persatu monitor mulai menyala dan kini semuanya dapat melihat dengan jelas perjalanan dari drone drone itu dan beberapa monitor menayangkan channel berita stasiun televisi yang belum ada satu pun menayangkan penangkapan atau penggerebekan yang mereka tunggu tunggu.


“Gunawan apakah kau yakin pihak kepolisian sudah akan menangkap mereka semua, sudah hampir dua jam namun belum ada perkembangan apapun.” Ucap Sean Arthur yang melihat arah perjalanan drone namun tidak melihat iring iringan mobil kepolisian atau pun iring iringan mobil pihak media.


“Sebentar Bos, saya konfirmasi dulu, seharusnya memang mereka sudah sampai, dan aku tidak tahu jika mereka ada kendala sehingga jadi terlambat seperti ini.’ Ucap  Gunawan yang nampak menyadari ada yang salah dan dia langsung mengambil ponselnya lalu mengirimkan pesan singkat ke beberapa orangnya.


“Gunawan drone monitor satu naikkan ke atas agar kita bisa melihat situasi sekitarnya saja dulu.” Ucap Sean Arthur yang melihat jika drone di monitor pertama sudah sampai di markas musuhnya  namun situasinya nampak sangat sepi dan bahkan tidak nampak ada banyak orang disana.


Di  monitor itu hanya nampak beberapa orang yang berjaga saja lengkap dengan senjata mereka dan semuanya nampak siap sedia.