Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Makan siang bersama di villa Naga



"Bos, tapi kenapa kita kesini dan tidak pulang ke rumah" ucap Alex dengan sangat hormat.


"Alex aku ingin membiarkan mereka bekerja terlebih dulu, kita memberikan waktu kepada Rico dan Ardhi untuk membuktikan kesetiaan mereka kepada kita dan dengan kita ada di sini maka ada dua kemungkinan, yang pertama mereka akan bekerja sebaik mungkin dan yang kedua mereka akan berpaling dari kita, namun kau tidak perlu khawatir akan apapun hanya sepuluh persen dari total kekayaan ku yang mereka ketahui selama ini contohnya adala villa naga ini yang berada di sebuah gunung milikku sendiri bahkan area perkebunan yang tadi kita lewati adalah milikku dan para penduduk di sekitar sini adalah bawahanku jadi apa yang perlu kita khawatirkan" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Bos maksud saya bagaimana dengan Anton, bukankah target kita satunya adalah menjatuhkannya" ucap Alex dengan sangat hormat.


"Alex, tenanglah, masalah Anton akan terbuka dalam beberapa hari ini, yang aku takutkan adalah ayah angkat Rico dan Ayah angkat Ardhi jika sampai melarikan diri meskipun masih bisa kita kejar nantinya, yang masih menjadi tanda tanya terbesarku siapa otak dibalik ini semua, itulah kenapa aku memilih kesini untuk saat ini, karena sembilan ratus sembilan ribu orang akan menjadi mata kita, bukankah ini suatu kemajuan untuk kita yang berjalan dalam kegelapan" ucap Sean Arthur mencoba menjelaskan kepada Alex.


"Saya paham maksud anda Bos, dan seandainya saja Rico dan Ardhi kehilangan jejak ayah angkat mereka lalu apa yang anda akan lakukan dengan mereka" ucap Alex dengan sangat hormat namun nampak jika dia memiliki sedikit kekhawatiran akan nasib Rico dan Ardhi.


"Ada sepuluh komisaris di grup naga, ayah angkat Rico dan ayah angkat Ardhi adalah salah satu nya, delapan lainnya kita belum tahu statusnya, dan total ada dua puluh lima direksi di grup serigala. Mereka semua adalah orang orang yang ikut bersama ayahku merintis dari Nol jauh sebelum kau bergabung dan salah satu dari mereka adalah ayah kandung dari Anton yang menyusun strategi sejak dulu untuk mengambil alih grup naga, grup serigala dibentuk oleh Anton juga sebagai kamuflase dari strategi mereka, jika kita memikirkan dengan teliti setiap saat bukankah kita akan menemui jalan buntu, oleh karena itu lebih baik nikmati waktu mu disini bersamaku, mengenai Rico dan Ardhi kau tidak perlu memikirkan mereka berdua karena aku pasti memberikan keputusan terbaikku dengan semua pertimbangan terbaik juga" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil melihat kedatangan Roni yang langsung membungkukkan badannya untuk menghormati Sean Arthur lalu duduk di seberang Alex.


"Roni apakah semuanya sudah mendapatkan kamar mereka" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Siap sudah Bos mereka hanya enam puluh orang jadi saya berikan kamar di lantai satu saja untuk mereka" ucap Roni dengan sangat hormat.


"Aku sudah sangat lelah dan ingin beristirahat lebih dulu, Roni antarkan alex ke kamarnya agar Alex bisa beristirahat dan nanti jangan lupa kita akan makan siang bersama" ucap Sean Arthur dengan ramah.


"Baik Bos" ucap Roni dengan sangat hormat.


"Alex beristirahatlah jangan terlalu banyak berpikir karena semuanya masih dalam kendali ku" ucap Sean Arthur sambil berdiri lalu melangkah menaiki anak tangga sebelah kanan yang menuju lantai dua dan lantai dua sebelah kanan sepenuhnya adalah area khusus untuk Sean Arthur.


"Alex ikuti saya" ucap Roni sambil melangkah ke lantai dua sebelah kiri dengan menaiki anak tanga sebelah kiri.


"Roni dimana ruang cyber berada" ucap Alex dengan sangat ramah.


"Alex ruang cyber ada dilantai ini juga bagian belakang sana dan Gunawan nanti akan mendapatkan kamar sebelah kamar mu jadi janan khawatir, tadi Bos menyampaikan akan makan siang bersama jadi saya harap sebelum jam makan siang anda sudah di ruang tamu kembali" ucap Roni sambil menbuka sebuah pintu ruangan.


"Baik, terima kasih saya akan beristirahat dulu jika demikian" ucap Alex sambil melangkah memasuki kamarnya.


Roni langsung menuju ke ruang cyber sedangkan Alex yang melihat Roni pergi langsung menutup pintu dan menguncinya.


Sementara itu Gunawan yang berada di ruang cyber nampak sangat berbahagia karena fasilitas di sana jauh lebih lengkap dan lebih canggih bahkan ada tiga ratus orang yang bekerja di sana dengan terbagi tiga team yang bergantian sehingga disana selalu ada orang bahkan semuanya memiliki meja kerja sendiri sendiri sehingga di sana ada tiga ratus meja dengan perangkat yang berbeda beda tergantung dengan spesialisasi mereka dan Gunawan mendapatkan sebuah ruangan besar sendirian dengan semua fasilitas terbaik dan terlengkap, hal ini membuatnya lupa jika dia semalaman belum tidur sama sekali.


"Gunawan, anda sebaiknya beristirahat dulu sekarang, karena Bos meminta kita semua untuk ikut makan siang bersama jadi saya akan mengantar anda ke kamar anda, dan Doni tolong sampaikan ke bagian dapur untuk menyiapkan makan siang nanti" ucap Roni yang mendatangi Gunawan dan Doni.


"Baiklah aku akan ke bagian dapur untuk mengurusnya dan Gunawan silahkan anda ikut dengan Roni ke kamar anda, ruangan dan semua fasilitas ini tidak akan kemana mana," ucap Doni sambil memegang print out dari Gunawan berisi data 1000 tempat usaha milik geng serigala.


Gunawan langsung meninggalkan ruang kerja barunya dan dia langsung mengikuti Roni untuk menuju kamarnya.


Sementara itu Sean Arthur sudah membersihkan badannya dan sudah pulas tertidur di atas kasur empuknya.


Waktu berlalu dan tepat jam 12.00 wib Sean Arthur keluar dari dalam kamarnya dan Menuju ruang makan yang berada di lantai satu untuk makan siang bersama dengan seluruh bawahan dan juga dengan enam puluh pengawalnya itu karena memang ruang makan di villa naga di desain untuk menampung bukan hanya puluhan melainkam ratusan orang dengan satu meja besar dan ratusan meja segi delapan.


Sean Arthur langsung duduk di kursi yang khusus untuknya di tempat meja yang memanjang yang bisa di isi oleh dua puluh orang.


Satu persatu bawahan dan pengawalnya pun datang ke ruang makan itu dan para pengawalnya langsung duduk di kursi yang melingkari meja segi delapan sedangkan Alex, Gunawan, Doni dan Roni duduk satu meja dengan Sean Arthur.


Terlihat seratus orang wanita muda datang dan mulai mengisi meja meja itu dengan aneka hidangan untuk mereka nikmati sebagai makan siang mereka.


Makan siang itu juga berlangsung dengan sunyi karena tidak ada seorang pun yang berani untuk berbicara sambil makan karena Sean Arthur sendiri sebagai pemimpin mereka hanya duduk dan makan saja tanpa berucap apapun.