
"Gunawan, aku dulu pernah menyampaikan kepada mu agar kau membuat perusahaan pertahanan cyber dan sekarang aku menawarkan hal itu lagi kepada mu, jadi setidaknya semua yang kau lakukan menjadi legal" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Bos, seperti sekarang saya harus menyetujui pembangunan perusahaan pertahanan cyber, karena dengan demikian saya bisa mempertahankan perusahaan perusahaan anda dari serangan para penyadap" ucap Gunawan yang terlihat sangat bersungguh sungguh.
"Oke jika demikian silahkan kau urus semuanya sendiri, dan berikan saja perincian biaya yang kau butuhkan, tapi aku akan mengirimkan dananya dari bank luar negeri, agar ini tidak berkaitan dengan keuangan grup naga jadi perusahaan mu akan independen nantinya" ucap Sean Arthur yang tetap kembali menghisap rokoknya.
"Siap Bos, saya pamit sebentar dan sebenarnya saya sudah menaksir sebuah tempat untuk saya bangun menjadi pusat pertahanan cyber, kebetulan titik koordinat koneksi satelit nya jauh lebih baik dari beberapa tempat yang sudah saya cek sebelumnya" ucap Gunawan dengan sangat hormat sambil kemudian berdiri dan bersiap kembali ke ruang kerjanya.
"Pergilah dan segera kirimkan datanya kepadaku" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Siap Bos, terima kasih" ucap Gunawan dengan sangat sopan sambil kemudian berjalan meninggalkan mereka semua untuk kembali ke ruang kerjanya.
"Bos, apakah saya bisa membuat perusahaan sendiri juga?" Ucap Alex dengan sangat hormat.
"Tentu saja aku perbolehkan jika kau mau selama kau mampu membagi waktu dan mampu menjalankannya, memangnya kau mau membangun perusahaan apa" ucap Sean Arthur dengan penuh tanda tanya.
"Bos, selama ini jasa keamanan kita berada di bawah grup naga jadi perkembangannya hanya diam di tempat saja, saya sudah lama berencana membangun perusahaan jasa keamanan sendiri jadi kita independen dan dengan jumlah kekuatan kita sekarang miliki saya yakin perusahaan jasa keamanan kita bisa menjadi besar dan sukses" ucap Alex dengan sangat sopan dan hormat.
"Alex aku persilahkan kau untuk membuat perusahaan mu sendiri, tapi sebelum itu aku ingin tahu apakah kau sudah memiliki orang orang yang bisa bekerja administrasi, karena minimal ada satu orang yang bisa jeli dengan administrasi perusahaan mu jadi tidak akan ada penyelewengan dana nantinya" ucap Sean Arthur.
"Siap Bos, sudah saya siapkan semuanya, namun selama ini saya tidak berani saja untuk meminta izin ke Bos" ucap Alex dengan sangat sopan dan hormat.
"Untuk tempat apakah kau sudah memiliki gambaran juga" ucap Sean Arthur kembali.
"Sudah Bos, sebenarnya saya sudah membeli sebuah gedung yang akan saya jadikan perusahaan jasa keamanan saya di wilayah Bandung Barat dan disana juga masih memiliki lahan yang luas untuk pelatihan" ucap Alex sambil tersenyum lebar.
"Oke, lanjutkanlah dan jika membutuhkan biaya langsung saja sampaikan kepadaku, karena seperti Gunawan aku ingin kalian independen tidak di bawah Grup Naga namun langsung di bawahku seperti Villa Naga ini" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Siap Bos, namun saya hanya menjadi komisaris saja semuanya akan dikelola oleh anak saya jadi saya bisa selalu bersama dengan Bos" ucap Alex dengan sangat hormat.
"Mana biaya yang kau perlukan" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Sebentar Bos saya emailkan" ucap Alex dengan sangat hormat sambil mengambil ponselnya dan mengirimkan perincian biaya pembangunan perusahaan jasa keamanannya ke email Sean Arthur.
Sean Arthur mengambil ponselnya dan melihat email yang dikirim oleh Alex lalu mengirimkan sejumlah dana yang dibutuhkan oleh Alex ke rekening Alex dari rekening miliknya pribadi yang ada di Bank Swiss lalu mengirimkan bukti transfer melalui pesan singkat ke Alex.
"Bos, terima kasih, saya janjikan jika perusahaan jasa keamanan ini bisa berkembang dengan baik dan sesuai harapan Bos" ucap Alex dengan sangat hormat dan terlihat matanya berlinang air mata kegembiraan.
"Aku percaya kepadamu dan anakmu, jadi jangan kecewakan aku karena aku bisa mengambil semua yang sudah ku berikan aku tahu jika kau juga sudah mengetahui apa yang aku suka apa yang aku benci bukan" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Siap Bos" ucap Alex dengan sangat hormat.
"Doni dan Roni apakah kalian juga mau membuat perusahaan kalian sendiri" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Tidak Bos, pertanian dan perkebunan saya kan sudah sangat luas jadi buat apa lagi saya mendirikan perusahaan lain" ucap Doni dengan sangat hormat.
"Bos perusahaan peternakan ku juga sudah sangat besar jadi aku sudah tidak lagi memiliki keinginan menambahnya" ucap Roni dengan sangat hormat.
"Ingatlah cukup kita yang memiliki dua sisi jangan dengan anak istri kalian, biarkan mereka berkembang di sisi yang baik saja, aku sebenarnya juga sudah jenuh dengan sisi gelap ini namun kalian semua tahu jika sisi gelap ini tidak bisa semudah itu di hilangkan" ucap Sean Arthur.
Mereka bertiga hanya menganggukkan kepalanya saja pertanda jika mereka bertiga mengerti apa yang dimaksudkan oleh Sean Arthur.
Mereka berempat terus berbincang dengan santai sampai terlihat jika ada beberapa wanita muda yang datang membawakan mereka kopi hitam tanpa gula dan juga pisang goreng untuk mereka.
"Bos mereka baru masuk kota Lembang dan sepertinya satu jam lagi mereka baru sampai sini, karena mereka membagi menjadi beberapa rombongan agar tidak menarik perhatian siapapun dalam perjalanan mereka" ucap Roni sambil melihat pesan masuk di ponselnya itu.
"Tidak masalah, selama mereka sampai kesini dengan selamat dan selama kita bisa menginterogasi mereka satu persatu, ingat jangan interogasi dan menahan mereka bersamaan, namun pisahkan mereka agar kita mendapatkan informasi yang sangat akurat" ucap Sean Arthur sambil meminum sedikit kopinya.
"Siap Bos sudah saya siapkan juga team interogasi nya dan aku yakin kita akan mendapatkan informasi akurat" ucap Roni dengan sangat hormat.
"Bagus" ucap Sean Arthur sambil kemudian mengambil pisang goreng dan memakannya perlahan.
"Alex pisang goreng dan semua buah buahan bahkan semua sayuran di Villa ini berasal dari perkebunan dan pertanian ku, sedangkan semua daging berasal dari peternakan Roni" ucap Doni dengan bangga.
"Pantas semuanya sangat fresh dan terlihat jika semuanya baru di petik bahkan daging daging yang ku makan terasa sangat fresh" ucap Alex dengan sangat sopan sambil kembali menggigit pisang gorengnya.
"Tadi kita makan nanas di warung itu juga hasil dari perkebunan Doni" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Benar semua pedagang itu mengambil nanasnya dari perusahaan ku, dengan sistem pembayaran di akhir jadi mereka tanpa modal juga karena warung warung pinggir jalan itu milikku juga….. eh maaf milik Bos Sean yang atas namaku lebih tepatnya" ucap Doni sambil tersenyum lebar.