
"Dan hal inilah salah satu kelebihan anda bos, anda selalu memikirkan kami kami makanya saya selalu bingung jika ada yang sampai berkhianat kepada anda, jika mereka bekerja di tempat lain mana ada yang memperhatikan sedetail anda" ucap Alex dengan sangat hormat.
"Alex, semua kembali ke hati, kau tau dalam sebulan aku mendapatkan minimal seratus orang baru namun paling banyak hanya sepuluh yang aku terima karena apa? Karena aku tidak membutuhkan kuantitas namun aku butuh kualitas" ucap Doni sambil menerima piring yang berisi jagung bakar yang sudah jadi lalu meletakkannya di dekat Sean Arthur.
"Sudah dulu bahas kerjaan atau para pengkhianat sekarang waktunya jagung bakar, dan Doni mana lagi kopinya trus berikan aku rokokmu" ucap Sean Arthur sambil mengambil satu jagung bakar itu.
"Sebentar bos, tuch rokok anda datang" ucap Doni yang melihat anak buahnya yang dia minta untuk membeli rokok sudah datang dan memberikannya sebuah kantong kain yang cukup besar.
Doni kemudian membuka kantong kain tersebut dan mengeluarkan isinya yaitu dua slop rokok Sean Arthur, dua slop rokok Alex, dua slop rokok gunawan dan dua slop rokoknya serta dua slop rokok Roni.
"Naik ini baru pas, oh ya jangan kopi, namun aku minta bandrek saja, malam malam seperti ini enaknya minum bandrek" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil kemudian kembali memakan jagung bakarnya.
"Alex kau mau kopi atau sama dengan bos, mau minum bandrek juga" ucap Doni sambil memanggil satu pelayan wanita yang tidak sedang membakar jagung namun hanya berdiri di dekat mereka yang sedang membakar jagung.
"Aku sama saja seperti Bos, minum bandrek saja" ucap Alex.
"Tolong buatkan kami tiga bandrek dan tanyakan mereka semua mau minum apa ya" ucap Doni ke pelayan wanita yang mendatanginya.
"Baik Bos saya akan menanyakan kepada mereka terlebih dahulu sebelum membuatnya" ucap pelayan wanita itu dengan sangat sopan sambil kemudian melangkah menuju para pengawal Sean Arthur.
"Doni apakah kau membelikan mereka rokok juga" ucap Sean Arthur beberapa saat kemudian setelah dia menghabiskan satu jagung bakar.
"Sudah bos, tadi sore saya memberikan mereka masing masing dua slop juga sama" ucap Doni dengan sangat sopan.
"Baguslah, ini baru namanya kebersamaan, apa yang ku makan kalian makan apa yang minum kalian minum, aku suka seperti ini" ucap Sean Arthur lagi sambil melihat Alex tenyata sudah memakan dua jagung bakar dan kini memakan yang ketiga sedangkan dia baru satu demikian juga dengan Doni
"Maaf Bos, jagung bakar ini sangat manis jadi saya suka meskipun sudah di kasih sambal pedas namun jagungnya sangat manis jadi sangat enak" ucap Alex dengan mulut penuh jagung bakar.
Doni dengan sigap memberi kode ke salah seorang pelayan wanita untuk membawakan jagung bakar lagi untuk mereka dengan jumlah yang lebih banyak.
Sean Arthur hanya tersenyum melihat nafsu makan Alex dan dia kemudian menyalakan sebatang rokoknya sambil menunggu jagung bakar lainnya di antarkan ke tempatnya.
"Doni kenapa para wanita ini sangat ahli memasak" ucap Alex dengan mulut masih penuh jagung bakar.
"Alex, mereka semua aku sekolahkan di sekolah perhotelan dan mereka semua adalah koki namun dari pada menjadi asisten koki di luar aku tarik mereka kembali kesini untuk menjadi koki dan juga melakukan hal lainnya sesuai kemampuan mereka tentunya" ucap Doni dengan ramah.
"Pantas saja semua yang mereka buat sangat nikmat" ucap Alex sambil melihat jika ada seorang pelayan wanita yang membawakan dua piring besar yang berisi banyak jagung bakar.
"Alex satunya lima belas ribu jangan lupa bayar di kasir" ucap Sean Arthur sambil tertawa ringan.
Sean Arthur mengambil ponselnya dan langsung menghubungi Gunawan.
"Gunawan sebaiknya kau segera kesini atau kau tidak kebagian jagung bakar karena ada orang yang baru makan selama satu tahun berpuasa" ucap Sean Arthur melalui ponselnya itu.
"Baik Bos, ini saya baru selesai membuat perincian biaya yang anda minta sebentar saya kirimkan ke bos dulu melalui email" ucap gunawan.
"Oke, segera kesini dan ajak semua anak buahmu juga" ucap Sean Arthur sambil kemudian mematikan panggilan telepon itu lalu menecsk email dari Gunawan dan langsung mentransfer sesuai yang dibutuhkan oleh Gunawan untuk membangun perusahaannya sendiri.
Sean Arthur juga tidak lupa mengirimkan pesan singkat yang berisi bukti transfer ke Gunawan.
"Bos terima kasih atas modal yang anda berikan, saya akan pastikan semua yang anda keluarkan hari ini akan menjadi investasi jangka panjang untuk anda" ucap Gunawan sesampainya dia di Gazebo bambu itu dan langsung duduk di samping Sean Arthur.
"Gunawan ayo di makan, bahas uang dan bisnis nanti saja, kalo sekarang waktunya makan jagung bakar dan lihatlah Alex seorang diri sudah memakan sepuluh loh" ucap Sean Arthur sambil tersenyum ramah dan menunjuk Alex.
"Bos, saya baru sembilan belum habis sepuluh kok" ucap Alex dengan mulut penuh jagung bakar.
"Bos, proses interogasi masih berlangsung dan paling cepat dua jam lagi selesai" ucap Roni yang sudah kembali.
"Roni, sudah jangan bahas itu, sekarang ayo makan jagung bakar ini" ucap Sean Arthur sambil kemudian memakan kembali jagung bakarnya bersamaan dengan seorang wanita muda mengantarkan bandrek untuk mereka dan wanita muda itu tidak membawakan tiga melainkan membawakan lima gelas besar bandrek untuk mereka semua.
"Minuman ini sudah sangat jarang adanya, dan sungguh minuman tradisional yang sangat bermanfaat" ucap Sean Arthur sambil meminum sedikit bandreknya.
"Benar Bos, seiring berjalannya waktu sangat susah menemukan bandrek dan bajigur, padahal keduanya minuman yang bagus untuk kesehatan kita" ucap Doni dengan sangat sopan.
"Ya selama resepnya dan bahannya masih ada kita masih bisa membuatnya, dan Doni, aku minta mulai sekarang di meja makan setiap sarapan dan makan malam ada bandrek ya" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Siap Bos, nanti saya siapkan" jawab Doni dengan sangat sopan sambil menerima sebuah piring yang sudah berisi jagung bakar yang baru matang.
"Sama nanas jika setelah makan siang ya, agar stamina kita selalu terjaga mumpung kita ada disini jadi bisa makan nanas sepuasnya" ucap Alex sambil tertawa ringan.
"Tenang jika soal itu pasti tersedia aku akan menyiapkannya juga" ucap Doni sambil melihat jika Alex kembali mengambil satu lagi jagung bakar.
"Alex apa kau tidak kenyang sudah malam dua belas jagung bakar" ucap Sean Arthur sambil melihat ke Alex.
"Bos, jagung bakar ini sungguh nikmat jadi susah untuk berhenti dan aku juga belum kenyang kok" jawab Alex sambil kemudian memakan jagung bakar di tangannya itu.