
"Akhirnya kau sudah seperti Rico yang ku kenal, Rico yang selalu bisa aku andalkan" ucap Sean Arthur dengan santai sambil menerima satu slop rokok itu.
"Maafkan saya Bos" jawab Rico sambil terus mengendalikan laju mobil karena jalanan kota Bandung saat ini sangat padat.
Mereka sebenarnya bisa melalui jalan pintas namun Sean Arthur lebih menyukai jalanan kota meskipun harus menempuh jarak lebih jauh.
"Rico ada satu hal yang aku takutkan dengan tertangkapnya tangan kanannya Tomi" ucap Sean Arthur sambil kemudian menyalakan sebatang rokoknya.
"Apa itu Bos, mungkin saya bisa memberi saran" jawab Rico dengan sangat sopan.
"Satu Tomi akan mencari pengganti yang lebih baik, dua mereka pasti balas dendam kepada kita meskipun saat ini aku ragu dia akan menyerangku namun dia bisa menyerang anak buah kita dan hal ini harus kita waspadai dengan sangat hati hati karena salah langkah akan sangat merugikan kita" ucap Sean Arthur dengan suara yang penuh pertimbangan.
"Bos menurut saya sebaiknya menggunakan bukti rekaman video itu untuk menyerang mereka, meskipun sudah lampau bukankah masih bisa di laporkan ke pihak kepolisian, jika sebenarnya kasus kematian Bos besar adalah kasus pembunuhan, dan mereka berempat juga bisa menjadi saksinya" ucap Rico dengan sangat hormat dan memilih kosa kata yang tepat agar tidak menyinggung Sean Arthur.
"Rico, memang benar itu bisa namun aku ingin ayah istirahat dengan tenang, jika kita membuka kasus ini kembali maka mau tidak mau kuburan ayah akan di bongkar oleh pihak kepolisian karena harus ada visum untuk jenazah ayah" ucap Sean Arthur sambil menghela nafas panjang.
"Bos bagaimana jika kita menyewa pembunuh bayaran saja untuk menghabisi delapan serigala" ucap Rico spontan.
"Apakah menurutmu dengan mereka mati masalah selesai, yang ada semua makin kacau, karena anak buah mereka akan menggila yang ada malah kita akan berperang kembali dijalanan, sepertinya aku harus semakin sering menguras kantong kantong uang mereka saja" ucap Sean Arthur sambil melihat ada panggilan masuk ke ponselnya yang saat ini sedang dia letakkan di sampingnya.
Mendengar suara panggilan masuk itu Rico tidak membalas ucapan Sean Arthur melainkan membiarkan Sean Arthur untuk menerima panggilan telepon itu.
"Ardhi ada apa?" Ucap Sean Arthur melalui ponselnya itu.
"Lapor Bos, anak penolong bos saat ini sudah resmi bekerja di kantor kita dan saya jadikan dia sebagai karyawan biasa dulu agar dia bisa menyesuaikan diri, nanti jika dia sudah terbiasa bekerja maka akan saya naikkan" ucap Ardhi melalui ponsel itu.
"Apa sudah kau tanya ke dia apa yang dia inginkan dan apakah dia sudah tahu perihal kematian ayahnya" ucap Sean Arthur.
"Bos, saya sudah memberi tahu jika ayahnya menjadi korban tabrak lari dan sebelum ayahnya meninggal dunia ayahnya membantu Bos di rumah sakit, saya tanyakan ke dia apakah ada yang dia inginkan dari Bos namun dia menjawab tidak karena katanya ayahnya sudah ikhlas membantu Bos, saya juga bertanya apakah dia ingin berwirausaha namun dia bilang jika impian ayahnya adalah hanya dia bisa bekerja kantoran saja" ucap Ardhi melalui ponsel.
"Dimana dia tinggal sekarang?" Ucap Sean Arthur.
"Bos saya berikan apartemen untuknya yang ada di dekat kantor kita, tadinya dia menolaknya namun saya bilang Bos akan kecewa jika dia menolaknya" ucap Ardhi.
"Apa kau tidak menawarkan dia untuk sekolah lagi?" ucap Sean Arthur.
"Suruh dia sekolah lagi dan ambil gelar sebanyak banyaknya untuk pegangan masa depannya sampaikan jika dia bisa sukses maka ayahnya akan sangat bangga, biayai kuliahnya dan semua kebutuhan hidupnya sampaikan juga kepada dia jika aku sudah menganggap dia adikku sendiri, nanti setelah aku selesai dengan urusan ku aku akan mampir ke kantor untuk menemuinya" ucap Sean Arthur melalui ponselnya.
"Baik Bos, saya akan membujuknya, tapi maaf bos saya belum bisa memberikan mobil untuknya karena dia belum bisa bawa mobil' ucap Ardhi kembali.
"Jika dia belum bisa membawa mobil ya kau ajari dia, atau kau kan bisa suruh siapa untuk mengajari dia, masa iya hal sekecil ini pun tidak sanggup" ucap Sean Arthur dengan tegas bahkan sampai membuat Rico menoleh kepadanya.
"Maaf Bos, baik saya akan mengurusnya" ucap Ardhi dengan suara yang terdengar sangat sopan.
"Ardhi, kau sudah aku anggap adikku demikian juga Alex dan Rico maka karena itu kau juga harus lebih memperhatikan adik baru kita itu, ingat situasi saat ini sedang kacau jadi aku benar benar meminta mu menjaga dia, apakah kau bisa?" Ucap Sean Arthur kembali melalui ponselnya itu.
"Siap Bos, saya bisa" jawab Ardhi.
"Oh ya siapa namanya dan coba kau kirimkan photonya kepadaku" ucap Sean Arthur.
"Namanya Intan bos, sebentar saya kirimkan kepada anda photonya" ucap Ardhi sambil kemudian mengirim pesan singkat ke Sean Arthur.
Sean Arthur kemudian melihat pesan singkat itu dan dia melihat jika anak dari penolongnya sangat cantik namun melihat photo itu dia menyadari jika Ardhi jatuh cinta kepada Intan karena itu photo Selfi mereka berdua dan sorot mata keduanya terlihat berbinar dan saling memandang.
"Ardhi pastikan kau dan Intan ada di kantor saat aku ke sana nanti" ucap Sean Arthur.
"Siap Bos, beres tenang saja saya akan memastikan Intan menunggu anda" ucap Ardhi dan panggilan telepon itu kemudian di putus oleh Sean Arthur.
"Sepertinya kita sebentar lagi akan ada pesta" ucap Sean Arthur yang niatnya berbicara sendiri sambil menyimpan ponselnya kembali ke sisinya namun Rico menoleh kepadanya.
"Bos apa anda yakin kita mau membuat pesta saat masalah dengan geng serigala belum selesai" ucap Rico.
"Kau itu nyamber saja, yang berbicara dengan mu siapa?" Ucap Sean Arthur sambil kembali menyalakan sebatang rokoknya.
"Hehehehe maaf Bos saya kira bos berbicara dengan saya karena Bos sudah menyimpan ponsel Bos" ucap Rico sambil tertawa kecil.
"Rico lihatlah photo anak penolong ku ini" ucap Sean Arthur sambil memberikan ponselnya memperlihatkan photo yang di kirim oleh Ardhi barusan.
"Wah ini sich bos Ardhi judulnya menemukan belahan hatinya, selama saya mengenalnya belum pernah dia berwajah seperti ini ke siapapun, wajah dia biasanya selalu serius, jadi kita akan membuat pesta kecil itu untuk Bos Ardhi ya Bos" ucap Rico sambil memberikan kembali ponsel Sean Arthur.