
"Bukankah dengan begitu sistem navigasi helikopter juga akan terganggu tapi pilot kenapa masih bisa mendaratkan helikopter" ucap Sean Arthur dengan sangat ingin tahu.
"Bos gps helikopter memang tidak bisa digunakan namun pilot kita kan sudah sering ke sini jadi meskipun tanpa navigasi dia masih bisa kesini, oh iya bos ini transkrip dari salah satu ponsel mereka untuk ponselnya sendiri sudah saya musnahkan menjadi abu bersama mobil dan barang barang lainnya" ucap Alex sambil memberikan beberapa lembar kertas dan langsung di ambil oleh Sean Arthur.
Sean Arthur membacanya dengan teliti dan beberapa kali mencocokan nomor telepon di transkrip dengan yang ada di ponsel nya.
"Jadi mereka anak buah serigala ke tiga, dengan begini aku tahu jika mereka memang bekerja sama untuk menghabisi ku, aku akan kembali ke villa Dago dan aku minta kau suruh anak buahmu untuk mengantarkan mobil ku satu minggu lagi saja dan anak buah Rico juga suruh diam di villa ini saja dulu selama satu minggu, untuk menghilangkan jejak terlebih dahulu" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil mengambil ponselnya dan memberikannya ke Rico demikian juga dengan gps Garmin dan juga transkrip ponsel itu.
"Baik Bos, anda jangan khawatir saya akan selalu mengabari anda setiap perkembangannya" ucap Alex dengan hormat.
"Alex selidiki dimana markas mereka saja dulu, dengan kehilangan banyak anak buah maka mereka akan sedikit melemah dan memudahkan pergerakan ku, lalu hubungi pihak bank tempat mereka menunggak pembayaran tagihan mobil mereka untuk melakukan penagihan atau penarikan kendaraan jika perlu kau keluarkan banyak uang itu tidak masalah, aku nanti akan meminta Ardhi untuk mengirimkan uang cash ke kantor mu" ucap Sean Arthur dengan santai.
"Bos, anggap saja sudah selesai, koneksiku di perusahaan pembiayaan kredit mobil dan juga perbankan sangat bagus, aku akan dengan mudah membuat mereka tidak memiliki banyak mobil lagi namun aku memiliki satu kendala bos" ucao Alex dengan sangat hormat.
"Kendala apa, sejak kapan kau memiliki kendala" ucap Sean Arthur sambil melihat ke arah Alex.
"Bos, aku memerlukan mobil mobil lain selain Jip, karena itu ciri khas kita namun pihak lawan sudah mengetahui hal itu jadi jika bisa aku meminta beberapa unit mobil dari anda, dan mobil yang saat ini pasaran saja" ucap Alex dengan sangat hormat.
"Alex nanti aku akan minta Ardhi mengirimkan beberapa unit ke tempatmu, sekaligus dengan uang mu, tapi ingat pastikan anak buahmu tidak ada yang berkhianat kepada kita" ucap Sean Arthur dengan sangat tegas.
"Baik Bos, aku akan selalu mengawasi mereka dan memastikan mereka setia kepada kita" ucap Alex dengan hormat.
"Rico ayo kita kembali ke villa Dago" ucap Sean Arthur sambil berdiri dan melangkah menuju helipad yang ada di belakang villanya di ikuti oleh Rico dan juga Alex yang mengantar kepergiannya.
Sean Arthur dan Rico pun menaiki helikopter pribadi milik Sean Arthur dan helikopter itu langsung terbang menuju villa Dago.
Kurang dari satu jam mereka terbang dan kini mereka sudah tiba di villa Dago dan Sean Arthur langsung membersihkan dirinya sedangkan Rico langsung menemui para bawahannya untuk memberikan arahan agar pengamanan vila dago dan juga sekitarnya lebih di tingkatkan.
"Mulai hari ini, aku minta radius satu kilometer dari villa ini kalian amankan dan isi rumah rumah milik bos yang ada disekitar sini, salah satu tugas kita saat ini adalah memastikan tidak ada seorang pun tahu jika bos ada di villa ini apakah kalian paham" ucap Rico dengan sangat tegas ke dua ratus anak buahnya yang bertugas di villa dago itu.
"Bos jika untuk mengamankan area villa kami masih sanggup namun jika radius satu kilometer kami harus membawa anak buah kami terlibat" ucap salah seorang pria berusia empat puluh tahunan yang memiliki perawakan seperti seorang penjahat karena ada bekas luka senjata tajam melintang di wajahnya.
"kami paham bos, lalu bagaimana dengan biaya operasional kami ini dan semua anak buah kami, masa kami harus puasa" ucap salah seorang pria yang tidak memiliki satu helai rambut pun di kepalanya.
"Soal itu kalian tidak perlu khawatir aku akan memberikan bonus dan biaya operasional lebih kepada kalian semua namun ingat tidak ada seorang pun yang bertindak sembrono tanpa memberitahuku terlebih dahulu" ucap Rico dengan sangat tegas sambil mengambil ponsel khusus nya yang terhubung hanya dengan ponsel Sean Arthur.
"Iya bos, saya di bawah sedang memberikan arahan kepada anak buah saya" ucap Rico dengan sangat hormat dan sopan berbeda dengan nada suara dia ke anak buahnya.
"Rico sebentar lagi Ardhi akan sampai dan suruh langsung menemuiku di ruang kerjaku" ucap Sean Arthur melalui ponsel.
"Baik Bos, saya sendiri yang akan mengantarkan bos Ardhi ke ruang kerja bos" ucap Rico sambil kemudian menyimpan ponselnya kembali.
"Kalian segera bekerja dan satu hal lagi tarik semua Jip ke markas dan gunakan mobil yang lain untuk sementara, jangan sampai ada salah satu dari kalian yang di kenali oleh geng serigala dan ribut di jalanan" ucap Rico kembali ke anak buahnya itu.
"Baik Bos" ucap mereka semua dengan kompak dan langsung membungkukkan badannya untuk menghormati Rico dan kemudian meninggalkan Rico sendirian.
"Jika bos Ardhi datang langsung suruh ke villa utama saja" ucap Rico melalui radio komunikasi ke anak buahnya yang berjaga di pintu gerbang yang berjarak lebih dari lima ratus meter dari tempatnya berada.
"Bos ini mobil bos Ardhi sudah terlihat dan akan saya minta langsung ke villa utama" ucap anak buahnya melalui radio komunikasi itu.
Rico langsung melangkah menuju teras villa untuk menunggu Ardhi datang dan dia kemudian berdiri di teras villa bersama dua anak buahnya yang memang berjaga disitu.
Sebuah Lamborghini terbaru berhenti persis di depan teras dan terlihat Ardhi turun dari mobil itu menemui Rico.
"Bos Ardhi mari ikuti saya, untuk bos Arthur ada di ruang kerjanya." Ucap Rico dengan sangat hormat dan sopan ke Ardhi.
Ardhi hanya tersenyum dan berjalan mengikuti Rico untuk menuju lantai dua villa itu yang dijadikan ruang kerja oleh Sean Arthur.
"Rico kau kembalilah dulu biarkan aku berbincang dengan Ardhi" ucap Sean Arthur dengan ramah sambil tetap duduk di kursinya.
"Baik Bos" jawab Rico dengan sangat hormat sambil berjalan menuruni anak tangga kembali sedangkan Ardhi langsung duduk di depan Sean Arthur.