
"Bos silahkan sesuai kesukaan anda" ucap Gunawan dengan hormat setelah wanita muda itu meninggalkan mereka bertiga.
"Gunawan, apa sudah ada informasi tentang kejahatan mereka" ucap Sean Arthur dengan ramah dan menyalakan sebatang rokok.
"Saya baru mendapatkan satu buktinya saja dan akan mendapatkan lebih banyak lagi dalam beberapa hari kedepan, saat ini baru serigala ke delapan yang saya temukan kejahatannya" ucap Gunawan dengan hormat sambil mengambil sebatang rokok dan menyalakannya juga.
"Tidak perlu terburu buru dan nanti langsung saja gunakan media untuk menjatuhkan serigala ke delapan, karena target utamaku adalah serigala satu, dua dan tiga." Ucap Sean Arthur sambil melihat ke arah parkiran dan melihat ada dua motor yang datang.
"Mereka anak buah saya bos dan mereka yang akan mengambil data di ponsel ponsel juga, dua orang sudah cukup untuk mengambil semua data di ponsel ponsel ini dan merubah lokasi ponsel ini serta menghancurkan semua jejak lokasinya" ucap Gunawan sambil ikut melihat ke parkiran.
"Apakah bisa kau amankan ponselku, aku tidak ingin ada yang bisa melacaknya" ucap Sean Arthur sambil melihat ke arah Gunawan.
Rico hanya diam saja sambil menikmati rokok kreteknya dan juga kopinya tidak mau ikut campur atau mengganggu Sean Arthur.
"Sebentar Bos, saya sudah menyiapkan sepuluh ponsel untuk anda dan bawahan anda yang tidak akan bisa dilacak atau di sadap oleh siapa pun juga selain oleh saya tentunya" ucap Gunawan sambil berdiri dan membawa pergi ransel yang berisi uang serta dus karton yang berisi ratusan ponsel itu.
"Bos kafe ini sungguh nyaman, bagaimana jika di rumah anda di buat suasana seperti ini kan masih banyak sekali tanah kosong disana" ucap Rico sambil melihat sekelilingnya.
"Rico kau itu ada ada saja, kalau bosan di rumah ya tinggal ke sini saja" ucap Sean Arthur sambil kemudian menghisap kembali rokoknya.
"Bos apa boleh saya menghabisi nyawa Tomi" ucap Rico dengan sangat bersemangat.
Sean Arthur langsung menengok ke arah Rico dan menarik nafas dalam dalam.
"Rico, tidak seperti itu cara bermainnya, jika hanya membunuhnya maka itu terlalu indah untuknya dan aku ingin dia merasakan penderitaan yang akan dia rasakan seumur hidupnya, delapan serigala itu gila harta dan cara yang terbaik adalah memiskinkan mereka tanpa mereka ketahui bahwa kita yang memiskinkan mereka, jadi sedikit bersabar dan selalu waspada" ucap Sean Arthur sambil tersenyum hangat ke Rico.
Rico tampak menarik nafas panjang dan langsung menghisap rokok nya.
"Bos, bagaimana jika kita melakukan cara yang sama dengan yang mereka lakukan, kita menyusup ke dalam mereka mengambil alih pasukan mereka" ucap Rico dengan sangat hormat.
"Rico, sekalinya berkhianat akan terus berkhianat jadi cara mereka tidak efektif bukan kah kita saja bisa mengetahui kebenarannya" jawab Sean Arthur yang kembali membuat Rico berpikir keras.
Gunawan kembali ke meja itu dan langsung duduk di kursi yang sebelumnya dia duduki lalu memberikan sepuluh unit ponsel ke Sean Arthur.
"Rico ini kau pakai satu dan langsung kau gunakan saja, ponsel lama mu nanti kau hancurkan atau kau simpan, jangan kau buang dalam kondisi masih bisa di perbaiki" ucap Sean Arthur sambil memberikan satu ponsel itu ke Rico lalu memberikan ponselnya ke Gunawan.
"Baik Bos" jawab Rico sambil menerima ponsel itu yang sudah di amankan oleh Gunawan.
Sean Arthur kemudian memberikan ponselnya ke Gunawan.
"Gunawan untuk ponsel ku ini sebaiknya kau rubah langsung saja unitnya jadi aku tidak perlu berganti ponsel" ucap Sean Arthur.
"Baik Bos, sebentar saya siapkan dulu ponsel anda agar tidak bisa lagi di lacak atau di sadap" ucap Gunawan sambil berdiri lalu meninggalkan mereka berdua lagi dan membawa ponsel milik Sean Arthur.
Rico langsung mengeluarkan simcard ponselnya dan memasangkannya di ponsel barunya sedangkan Sean Arthur melihat ke arah jalanan yang cukup ramai sambil terlihat sedang berpikir keras.
"Aku harus segera bertindak dan sepertinya kehancuran beberapa perusahaan kecil tidak akan terlalu berdampak banyak untuk keuangan ku" ucap Sean Arthur dalam hatinya sambil kemudian menyalakan sebatang rokok lagi tanpa memperdulikan Rico yang terlihat senang dengan ponsel barunya yang jauh lebih canggih fiturnya dan dari harga juga jauh lebih mahal tapi tidak semahal ponsel Sean Arthur.
Hampir setengah jam Gunawan pergi dan kini sudah kembali duduk di kursinya sambil menyerahkan ponsel milik Sean Arthur dan langsung diperiksa oleh Sean Arthur.
"Bos semuanya masih sama tidak ada yang berubah namun kini ponsel bos dan sepuluh ponsel ini selain tidak bisa dilacak atau disadap kini tidak akan terpengaruh oleh pengacak sinyal jadi kapan pun dan di mana pun tetap bisa digunakan oleh anda" ucap Gunawan menjelaskannya dengan sopan sambil kemudian meminum kopinya.
"Gunawan apakah kau memerlukan penjagaan disini, aku bisa mengirim beberapa orang anak buah ku untuk menjaga mu dan tempat mu ini" ucap Sean Arthur.
"Tidak Bos, semua kaca disini tahan peluru dan juga saya sudah memiliki jalur khusus jika darurat, jadi buat saya kafe ini adalah yang teraman, namun jika memang ada masalah saya akan meminta bantuan bos nantinya" ucap Gunawan menjawab ucapan Sean Arthur dengan sopan.
"Kau memang tidak pernah berubah pantas saja kau meminta banyak uang saat pembangunan kafe ini kepadaku" ucap Sean Arthur sambil sedikit tertawa mengingat masa lalu.
"Bos, ini data dari perusahaan perusahaan kecil tempat geng serigala menyimpan sahamnya dan anda pasti tertarik bukan dengan data ini" ucap Gunawan sambil memberikan beberapa lembar kertas.
"Kau benar, dan seperti biasa kau selalu tahu keinginan ku, aku akan membuat perusahaan perusahaan ini hancur dan membuat mereka menangis pastinya" ucap Sean Arthur sambil mengambil lembaran kertas kertas itu dan sedikit membacanya lalu melipatnya dan kemudian menyimpannya di saku celananya.
"Bos jika anda mau saya bisa merubah angka saham perusahaan perusahaan kecil itu dan membuatnya seakan akan bangkrut, padahal sebenarnya saham itu tidak bangkrut jadi kapan saja mau di normalkan bisa atau jika anda mau saya bisa saja mengalirkan dana perusahaan perusahaan kecil itu ke bank luar negeri yang aman" ucap Gunawan sambil tersenyum simpul dan melihat ke arah Rico yang asik dengan ponsel barunya itu.
"Baik, hancurkan satu perusahaan kecil saja dulu dan alihkan semua dananya ke bank luar negeri milikku" ucap Sean Arthur sambil menulis pesan singkat berisi data perbankannya agar Gunawan mengirim dana milik perusahaan target berpindah ke rekeningnya.