Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Keinginan Rico



"Bos, saat ini Tomi, Tomo, Bayu dan Dika sudah resmi menjadi tahanan pihak kepolisian dan saya menargetkan Dika dan Miko paling lambat menjadi tahanan pihak kepolisian" ucap Gunawan dengan sangat sopan dan hormat sambil menyerahkan berapa berkas hasil penyadapan yang dia lakukan.


"Jadi Dika ini ternyata pengedar obat obatan terlarang dan Miko membantu penyebarannya di diskotik diskotik mereka, lalu apakah ini sudah kau berikan ke pihak kepolisian" ucap Sean Arthur sambil terus mempelajari berkas yang di berikan oleh Gunawan tersebut.


"Sudah Bos, dan beberapa anak buah mereka juga sudah di tangkap terlebih dulu oleh pihak kepolisian agar kuat bukti untuk menahan Dika dan Miko" ucap Gunawan dengan sangat sopan sambil menyalakan sebatang rokoknya.


"Yang paling berbahaya adalah Anton karena dia sangat licik dan juga hanya dia yang aku tidak pernah ketahui kesalahannya, kita mungkin mudah membuat yang tujuh orang masuk penjara namun untuk Anton ini akan jadi perjalanan panjang" ucap Sean Arthur sambil memberikan kembali berkas itu ke Gunawan.


"Bos benar namun kita pasti bisa mendapatkan celah dari mereka, saat ini semua saham mereka sudah minus dan nyaris bangkrut" ucap Gunawan.


"Biarkan saja di posisi itu, karena dengan begitu kepala mereka akan sangat pusing" ucap Sean Arthur sambil melihat kedatangan Alex sambil membawakan segelas kopi untuknya.


"Siap Bos lanjut apa ada lagi yang harus kami kerjakan dalam segera untuk Bos" ucap Gunawan yang merasa jika kedatangan Sean Arthur bukan hanya soal itu saja.


"Apa kau sudah memiliki data kasino kasino mereka" ucap Sean Arthur sambil sedikit meminum kopi yang dibawakan oleh Alex.


"Sudah Bos, apa perlu saya putarkan rekaman cctv dari kasino kasino mereka" ucap Gunawan.


"Kau cari saja mana yang paling memberikan omset terbesar untuk mereka lalu hubungi pihak kepolisian untuk menangkap mereka semua, cukup satu kasino saja dulu" ucap Sean Arthur.


"Baik Bos sebentar saya suruh anak buah saya untuk memeriksa keuangan mereka malam ini dan kemarin" ucap Gunawan sambil berdiri dan langsung melangkah keluar dari dalam ruang kerjanya itu.


"Rico berikan transkrip percakapan ponsel itu ke Alex biar dia membacanya lalu suruh bagian dapur untuk membuat kentang goreng dan kau tunggu sampai selesai lalu bawakan kesini" ucap Sean Arthur dengan santai.


"Siap Bos" ucap Rico sambil mengeluarkan satu bungkus rokok dan koreknya lalu meletakkannya di samping ponsel Sean Arthur dan dia langsung meninggalkan ruangan kerja Gunawan.


"Bos, mereka benar benar mencari kesalahan anda dan ingin mengadu domba anak buah kami ternyata" ucap Alex sambil meletakkan kembali transkrip percakapan ponsel itu.


"Itu benar, jadi semua tergantung kalian berdua, bisa tegas atau tidak kepada anak buah kalian, aku sudah memberikan mereka semua hal yang sama, gaji yang besar dan fasilitas yang lebih baik dari siapapun tapi kenapa masih ada yang berkhianat kepada kita" ucap Sean Arthur sambil menyalakan sebatang rokoknya.


Alex tidak langsung menjawab melainkan hanya menarik nafas dalam dalam lalu menyalakan sebatang rokoknya.


"Saya sebenarnya sudah malas untuk kejam seperti dulu namun tidak ada cara lain, sepertinya lebih baik saya menyeleksi ulang anak anak buah saya dan Rico" ucap Alex sambil menghisap rokoknya kembali.


"Alex, ingatlah dulu kau adalah tangan kanan ayahku, satu satunya orang yang sangat ayahku percayai untuk menghandle jutaan orang dan kau juga yang aku percaya untuk ini, jadi silahkan gunakan caramu untuk membersihkan semua pengkhianat namun ingat bermain dengan bersih seperti yang kau lakukan selama ini" ucap Sean Arthur dengan ramah namun tegas.


"Oh ya, percepat proses pembangunannya karena aku lihat area rumahku ini banyak sekali debu, gunakan lebih banyak sumber daya manusianya saja lalu buatkan kafe yang mewah disini untuk mereka bersantai jangan bawa tenaga kerja dari luar namun gunakan saja istri istri anak buah kalian saja, berikan gaji yang sesuai ya" ucap Sean Arthur kemudian sambil melihat kedatangan Gunawan.


"Ah kau sudah kembali, nanti buatkan desain kafe lalu berikan ke Alex, aku sudah jenuh dengan permintaan Rico yang ingin ada kafe seperti milikmu disini" ucap Sean Arthur menambahkan.


"Saya masih memiliki blue print kafe saya bos, jika mau di buat sama, nanti saya akan berikan ke Alex jika demikian" ucap Gunawan sambil duduk di meja kerjanya dan tidak lama kemudian monitor monitor besar di ruangan itu menyala memperlihatkan sebuah kasino dengan beberapa sudut pandang yang berbeda baik bagian dalam maupun bagian luarnya.


"Saya sudah mengirimkan data ini ke pihak kepolisian dan seharusnya pihak kepolisian segera mendatangi kasino ini" ucap Gunawan lagi.


"Bagaimana dengan pihak media, apa sudah kau infokan" ucap Sean Arthur sambil melihat monitor monitor besar itu.


"Beres Bos, semuanya sudah di infokan, mereka akan bergerak kesana bersama dengan pihak kepolisian" ucap gunawan sambil memainkan mouse dan keyboard laptopnya dan sebuah monitor lagi menyala memperlihatkan jalanan yang merupakan akses menuju kasino tersebut.


Sean Arthur dan Alex mengawasi monitor monitor itu dengan seksama seolah olah tidak ingin ada yang terlewat berbeda dengan Gunawan yang masih sibuk dengan laptopnya dia kemudian beranjak ke printer yang berada di meja satunya dan mengambil beberapa lembar kertas hasil printer tersebut.


"Alex ini blue print kafe ku dan video lima dimensinya sudah aku kirim ke ponselmu" ucap Gunawan sambil memberikan hasil printer tersebut ke Alex.


"Iya terima kasih, Rico ini ada ada saja keinginannya" ucap Alex sambil menerima beberapa lembar kertas tersebut dan melihat jika ada beberapa pesan masuk di ponselnya.


Gunawan hanya tersenyum saja lalu kembali ke meja kerjanya dan kembali memainkan mouse dan keyboard laptopnya.


Lima belas menit berlalu dan Rico sudah kembali dengan membawa dua piring besar yang berisi kentang goreng lalu meletakkannya di atas meja.


"Kau memang pantas untuk jadi pelayan kafe, Bos bagaimana jika di kafe baru nanti dia anda jadikan pelayan kafe saja" ucap Alex mencandai Rico.


"Itu lebih baik namun aku takutkan jika dia hanya akan menghabiskan makanan dan minuman di sana saja nantinya" ucap Sean Arthur sambil tertawa ringan.


"Hadeeeeeh" ucap Rico sambil mengambil minuman kaleng yang ada di atas meja dan langsung membuka penutupnya lalu meminumnya sampai habis.


Dua puluh menit lagi berlalu dan terlihat di salah satu monitor yang terakhir menyala itu memperlihatkan jika mobil mobil pihak kepolisian melintas dengan cepat mengarah ke arah kasino.


"Sebentar lagi bos pertunjukan utamanya" ucap Gunawan yang pandangan matanya tetap ke layar laptopnya demikian juga kedua tangannya masih sibuk dengan mouse dan keyboard.