
"Siap Bos" ucap Ardhi melalui panggilan telepon itu dan Sean Arthur langsung memutuskan panggilan telepon itu.
"Semuanya sudah kabur saat penyekapan Rico dan Ardhi, Alex bagaimana dengan manager restoran asia itu.
"Sudah berhasil Bos, dan sedang di bawa ke Ciwidey untuk diinterogasi oleh anak buah saya" ucap Alex yang saat Sean Arthur sedang bertelepon dengan Ardhi dia mendapatkan sebuah pesan masuk.
"Oke, jika sudah masuk Kota Lembang tolong belikan dulu ketan bakar untukku di tempat yang dulu aku makan" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Siap Bos" ucap Alex.
"Aku mau tidur dulu bentar, pengaruh obatnya masih terasa olehku" ucap Sean Arthur sambil mematikan rokoknya lalu bersandar dan memejamkan matanya.
Alex langsung menutup sunroof mobil bentley itu agar Sean Arthur bisa istirahat dengan nyaman.
"Hati hati mengemudinya, jangan sampai Bos terbangun" ucap Alex berbicara pelan ke anak buahnya yang bertugas menjadi sopirnya itu.
"Siap Bos" ucap anak buahnya itu yang juga berbicara pelan dan dengan pandangan lurus ke depan.
Alex kemudian mengirimkan pesan singkat ke para pengawal pribadi Sean Arthur jika mereka akan berhenti sebentar di kota Lembang untuk membeli ketan bakar keinginan dari Sean Arthur.
Sean Arthur tertidur dengan nyenyaknya dan dia bahkan sampai tidak mengetahui jika mobilnya mengetahui sempat berhenti untuk membelikan ketan bakar untuknya.
"Sudah sampai ternyata" ucap Sean Arthur yang terbangun dari tidurnya dan melihat jika mobilnya itu sudah terparkir depan teras villanya.
"Iya Bos, sudah satu jam" ucap Alex dengan sangat hormat.
Sean Arthur tidak menjawabnya melainkan langsung turun dengan membawa rokok dan juga ponselnya.
Sean Arthur di sambut hangat oleh Doni dan Roni dan mereka berempat kemudian masuk lalu duduk di sofa ruang tamu.
"Bos, apa rencana Bos selanjutnya?" ucap Alex dengan sangat hormat.
"Selanjutnya kita makan ketan bakar sambal kacang ini" ucap Sean Arthur sambil mencomot satu ketan bakar yang di beli oleh Alex dalam jumlah banyak.
Alex hanya tersenyum dan ikut menikmati ketan bakar sambal kacang itu, demikian juga dengan Doni dan Roni.
"Alex seharusnya yang di villa Ciwidey sudah mengabarkan hasilnya bukan." Ucap Sean Arthur setelah semuanya selesai menghabiskan ketan bakar sambal kacang itu.
Alex tidak langsung menjawabnya melainkan mengambil ponselnya yang tertelungkup di atas meja.
"Maaf Bos, tadi saya silent ponsel saya nya saat menunggu Bos bangun, Manager restoran mengakui jika dia terlibat dalam pengeboman itu dan dia juga memberikan informasi tentang keberadaan ayah angkat Ardhi ada di kawasan Cianjur, lokasinya juga sudah di dapatkan dan juga sudah di ketahui kebenarannya" ucap Alex sambil melihat ponselnya.
"Bagus, sekarang apa dia masih hidup?" Tanya Sean Arthur.
"Masih utuh bos" ucap Alex.
"Bawa ke kantor Pak Rachman dan serahkan kesana, tetap awasi pengkhianat itu, jika pak Rachman dalam satu hari ini tidak menangkapnya maka kita saja" ucap Sean Arthur sambil kemudian menyalakan sebatang rokoknya.
"Baik Bos" ucap Alex sambil mengirimkan pesan singkat ke anak buahnya yang diberikan tugas menangkap dan menginterogasi manajer restoran asia milik Sean Arthur.
"Sudah Bos, kami berdua sudah sangat sehat" jawab Doni mendahului Roni.
"Bos, sekarang semua orang geng serigala sudah musnah dan saya yakin jika geng serigala tidak akan bangkit lagi" ucap Alex.
"Alex, geng serigala itu kecil dan tidak mungkin bisa membuat kerusuhan sebesar itu, jadi besar kemungkinan ada tokoh besar di belakangan mereka, selama Anton belum kita habisi maka kita harus tetap siaga" ucap Sean Arthur.
"Bos, apakah anda ada pandangan siapa sosok di belakang mereka semua" ucap Doni.
"Aku tidak bisa menebaknya saat ini, namun yang jelas kita hanya bisa bersiap untuk yang terburuk saja" ucap Sean Arthur.
"Bos, apakah mungkin mereka akan menyerang lagi?" Tanya Alex.
"Sangat mungkin dan dengan banyaknya korban di pihak mereka, itu pertanda jika kita memulai perang terbuka dengan mereka, jadi kalian harus bersiap" ucap Sean Arthur dengan ramah.
"Bos saat ini anak buah ku sedang menunggu perintah anda, apakah mulai lagi menghancurkan aset mereka atau tetap siaga saja" ucap Roni dengan sangat hormat.
"Aku ingin ada pesta kembang api nanti malam, jadi bakar semuanya nanti malam tepat jam dua belas malam, jangan sisakan satu pun tempat usaha mereka, dan ingat lakukan dengan sempurna, aku tidak ingin bermasalah dengan pihak kepolisian" ucap Sean Arthur yang tetap santai sambil menikmati rokoknya.
"Siap Bos, nanti malam akan ada pesta kembang api untuk anda" ucap Roni sambil mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan singkat berisi perintah itu ke anak buahnya.
"Bos maaf ada informasi baru dan sebaiknya kita menonton televisi dulu" ucap Alex sambil mengambil remote televisi dan memutar channel berita.
Berita yang di siarkan oleh stasiun televisi itu ternyata proses penggerebekan pihak kepolisian yang di warnai dengan proses tembak menembak antara pihak kepolisian dengan orang orang yang mengamankan sebuah Villa di kawasan bogor.
Pihak kepolisian berhasil menembak mati orang orang itu dan menangkap lima orang yang masih hidup.
Salah seorang yang tertangkap oleh pihak kepolisian ternyata salah satu direksi dari delapan direksi di kantor pusat grup naga milik Sean Arthur.
"Satu sudah mati, satu tertangkap, masih ada sembilan orang lagi tapi ini memperlihatkan jika mereka semua tidak keluar negeri dan masih ada di sekitar kita" ucap Sean Arthur sambil melihat ponselnya yang bergetar karena menerima panggilan masuk.
Sean Arthur mengambil ponselnya dan langsung menerima panggilan telepon itu yang ternyata dari Pak Rachman.
"Selamat Sore Pak, ada yang bisa saya bantu untuk bapak" ucap Sean Arthur membuka pembicaraan.
"Pak Sean, maaf mengganggu anda, apakah kondisi anda sudah Fit" ucap Pak Rachman melalui panggilan telepon itu.
"Saya sudah pulih Pak, dan saya mau mengucapkan selamat atas keberhasilan bapak yang sudah berhasil menangkap para pelaku kerusuhan dan pengeboman itu" ucap Sean Arthur dengan ramah melalui panggilan telepon.
"Iya Pak, senang saya bisa mendengar jika anda sudah pulih, saya mau konfirmasi apakah senjata anda sudah sampai ke tangan anda" ucap Pak Rachman.
"Sudah Pak, Alex sudah memberikan kembali senjata api saya, terima kasih ya Pak sudah mengamankannya selama saya sakit" ucap Sean Arthur.
"Sama sama Pak Sean, jadi begini Pak, saya saat ini membutuhkan sedikit bantuan bapak" ucap Pak Rachman yang terdengar penuh keragu raguan.
"Pak Rachman jangan sungkan, sampaikan saja apa yang bisa saya bantu untuk bapak" jawab Sean Arthur yang terdengar sangat ramah.